Ganindra Bimo Janji Dukung Timnas Indonesia sampai Tua, Cinta Tak Pernah Habis

Kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak membuat langkah timnas Indonesia terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona.
Harapan Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 pupus usai kalah 0-1 dari Irak dalam laga yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Sabtu (11/10/2025).
Hasil itu meninggalkan luka di hati banyak pendukung Timnas Indonesia, termasuk aktor Ganindra Bimo.
Namun, baginya, semangat mendukung timnas bukan sekadar soal menang atau kalah, melainkan wujud cinta dan keyakinan terhadap perjuangan bangsa.
“Sekecil apa pun harapan, tetap bisa jadi 99 persen sebelum berangkat. Ingin menjadi saksi mata langsung bersama suporter yang datang ke sana, bisa memberikan suara dan kemampuan saya selama 180 menit untuk men-support timnas."
"Karena saya sebangga dan secinta itu dengan perjuangan mereka,” tuturnya penuh semangat kepada Kompas.com.
Sebab, ia memandang perjalanan Indonesia menuju Piala Dunia 2026 sebagai proses berharga, bukan kegagalan.
Setelah kegagalan tersebut banyak yang pesimistis Indonesia bisa berprestasi dan sampai di titik ini lagi.
Karena, komposisi tim saat ini akan menua di masa mendatang. Tetapi, ia menilai hal tersebut justru bagian dari pembangunan jangka panjang.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari kepingan puzzle yang akan disusun lagi ke depan. Timnas kita berkembang. Mereka itu fondasi yang harus kita dukung. Dari sinilah titiknya kita mulai lagi, makin besar, makin kuat,” ujar Ganindra Bimo.
Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian pendukung timnas Indonesia yang mudah menyalahkan saat hasil tidak sesuai harapan.
“Jangan cuma nunjuk orang lain. Ingat, satu jari ke depan, tiga jari ke arah kita. Sebelum nyari kambing hitam, mending lihat dulu apa yang bisa kita perbaiki sebagai suporter,” kata pria yang memulai kariernya dengan menjadi finalis pemilihan MTV VJ Hunt tahun 2008.
“Kalau enggak bisa datang ke stadion, ya dukung lewat doa. Kalau di media sosial, jangan nge-bully. Karena yang paling mereka butuhkan itu positive vibes, bukan hujatan,” imbuhnya.
Aktor Ganindra Bimo foto bersama suporter timnas Indonesia saat laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.
Dari Sydney, Jepang, hingga Jeddah Jejak Langkah yang Tak Pernah Lelah
Selama kualifikasi Piala Dunia 2026, Ganindra Bimo mengikuti jejak timnas Indonesia ke berbagai negara, mulai dari Sydney, Jepang, hingga Arab Saudi.
Di Sydney, meski Indonesia kalah 1-5 dari Australia, ia tetap membawa pulang kenangan manis.
Ia menyaksikan debut Ole Romeny yang menggunakan jersey long sleeve dan berhasil mencetak gol pertamanya untuk Timnas Indonesia di Sydney Football Stadium Maret 2025 silam.
Selanjutnya, saat away ke Jepang Timnas Indonesia menelan kekalahan 0-6. Hasil itu tidak menyurutkan semangat dukungan Ganindra Bimo buat Tim Garuda.
“Tapi saya lihat debutnya Beckham Putra. Ada aja hal kecil yang bikin happy meski kalah,” katanya.
Namun, pengalaman paling melelahkan justru terjadi di Jeddah. Saat laga melawan Arab Saudi, banyak suporter Indonesia kesulitan masuk stadion meskipun sudah punya tiket resmi.
“Kami ditahan di luar, muter jauh banget karena gate ditutup. Sampai harus adu mulut sama security. Saya juga sampaikan ke mereka, waktu timnas Arab ke Indonesia kita sambut baik-baik,” ujar pria yang juga sebagai model itu.
“Setelah mereka berdiskusi kami diperbolehkan masuk, langsung saya dan yang lain lari masuk dan teriak bareng dukung timnas. Selama 90 menit nonstop, capek, tapi puas banget,” sambungnya.
Kekecewaan Ada, Tapi Cinta Lebih Besar
Rasa kecewa atas kegagalan Indonesia ke Piala Dunia terus terasa hingga Ganindra Bimo kembali ke Tanah Air.
Tetapi ia tetap bangga dengan perjuangan Garuda dan tidak menutup mata terhadap kekurangan yang terjadi di lapangan.
“Waktu lawan Irak, saya kecewa banget sama wasit. Banyak pelanggaran keras tapi enggak ada kartu merah. Tapi ya sudah, Irak main bagus, saya tetap respek,” ujar Ganindra Bimo.
“Kita realistis aja. Dengan pergantian pelatih, banyak pemain baru, tim ini masih mencari bentuk. Saya tetap bangga karena mereka berjuang. Yang bikin kecewa justru asumsi liar netizen yang bikin gaduh,” imbuhnya.
Aktor Ganindra Bimo fotobersama suporter timnas Indonesia saat laga putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Arab Saudi.
Perjuangan timnas Indonesia selama kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dirasa mampu membuka pandangan dalam makna menjadi pendukung sejati.
“Saya enggak mau jadi suporter apatis. Kalau apatis, capek sendiri, nyinyir terus. Itu bukan suporter, itu netizen yang lagi sebel sama diri sendiri,” katanya.
Bimo termasuk menyayangkan perilaku sebagian suporter yang melempar botol ke lapangan saat laga terakhir melawan Irak. Untuk itu ia berharap, ke depan suporter timnas Indonesia bisa lebih dewasa dan guyub.
“Saya enggak ngerti kenapa harus kayak gitu. Jay Idzes sampai mungutin botol, buang-buang waktu. Padahal kita butuh waktu itu buat nyerang. Sayang banget,” ujar pemenang Best Supporting Actor in Series Program, Genre Film Drama Serigala Terakhir 2, tersebut.
“Rivalitas cukup 90 menit di lapangan. Setelah itu ya damai lagi, satu suara untuk merah putih. Jangan sampai suporter pecah karena ego,” sambungnya.
Kini, bagi Ganindra Bimo, mendukung timnas bukan sekadar hobi, tetapi bagian dari identitas dan panggilan hati. Menerima hasil akhir pertandingan dan percaya bahwa setiap hasil merupakan pelajaran.
“Saya sekarang enggak mau cuma ngomong doang. Saya pengin turun langsung, hadir di stadion, jaga emosi, karena sepak bola itu hiburan, bukan ajang marah-marah,” kata pria berusia 38 tahun itu.
“Namanya juga proses meskipun sudah 20 tahun menunggu, saya yakin waktunya akan datang. Saya janji, saya akan terus dukung timnas sampai tua renta, sambil teriak di stadion. Karena cinta saya ke timnas Indonesia enggak akan pernah habis,” pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.