Awal Mula Penyebab Kemarahan Publik Atas Tayangan TRANS7 yang diduga Hina Pesantren dan Kiai
Program Xpose Uncensored yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta tengah mendapat kritik keras dari pengguna media sosial. Bahkan ramai tagar boikot xpose uncencored dan boikot TRANS7 menggema di media sosial X sejak Selasa pagi ini 14 Oktober 2025.
Kritik di media sosial ini muncul setelah cuplikan video dalam tayangan program tersebut dinilai melecehkan martabat ulama, khususnya Kiai sepuh. Dalam cuplikan yang beredar luas di media sosial, narasi yang dibacakan dinilai tidak pantas, karena menyebut tokoh agama dengan nada yang merendahkan.
Dalam tayangan yang diunggah di sejumlah platfrom X seperti @amrudinnejad_ terunggah potongan video berdurasi 1 menit 13 detik yang menunjukkan cuplikan video terkait dengan kehidupan para santri. Dalam potongan video tersebut narator sempat menarasikan tentang kehidupan santri di pesantren. Salah satu yang menjadi sorotan adalah naraasi terkait dengan santri yang harus berjalan duduk (ngesot) untuk bisa mencium tangan Kiai.
”Kedua kiai yang kaya raya tapi umat yang kasih amplop. Bukan hanya santri usia anak-anak tapi bapak-bapak pun ketemu kiyainya masih ngesot untuk mencium tangan. Dan yang mencengangkan yang mencium tangan itulah yang kasih amplop. Netizen curiga nih bahwa bisa jadi inilah sebabnya kiai makin kaya raya,mobilnya mewah hingga harga miliaran sarungnya aja pun merek termahal dari harga kisaran Rp 400 ribuan sampai Rp 12 jutaan gitu deh. Satu keluarga sanak famili kecipratan duitnya padahal kalau kaya raya umatnya yang dikasih nggak sih? Tapi ya gimana ya dengan kasih amplop kepaada kiyai diharapkan bisa dapat berkah, kalau nggak ambil hikmahnya aja dah,” demikian bunyi narasi video tersebut.
Banyak pihak yang menilai bahwa tayangan tersebut melecehkan kiai serta lembaga pendidikan pondok pesantren secara keseluruhan. Penyajian kontennya dianggap memojokkan kehidupan para santri sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Apa ini maksudnya @TRANS7 nyerang dan mau menjatuhkan pesantren?,” tulis pemilik akun X tersebut.
“Media sudah kebablasan dengan kebebasannya ini fitnah keji kepada pesantren khususnya MbahYai dan Bu Nyai. Maka saatnya @TRANS7 wajib bertanggung jawab atas fitnah keji,” ujar lainnya.
“Harusnya disebutkan nama tempatnya kalo tidak disebut nama jatuhnya fitnah seluruh ponpes,” kata lainnya.
Embed Twitter
Permintaan Maaf TRANS7
Menyusul dengan kemarahan publik, pihak stasiun televisi telah mengunggah surat permintaan maaf mereka di media sosial. Mereka meminta maaf atas isi atau konten yang ditayangkan program tersebut pada Senin 13 Oktober 2025 kemarin.
“Assalamualaikum Wr.Wb, Sehubungan dengan tayangan/pemberitaan mengenai Pondok Pesantren Lirboyo yang telah ditayangkan di program ‘Xpose Uncensored’ TRANS7 pada tanggal 13 Oktober 2025, kami telah melakukan review dan tindakan-tindakan atas keteledoran yang kurang teliti sehingga merugikan Keluarga Besar PP. Lirboyo. TRANS 7 dengan segala kerendahan hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap kyai dan keluarga, para pengasuh, santri serta alumbi Pondok Pesantren Lirboyo, khususnya di bawah naungan PP. Putri Hidayatul Mubtadiaat. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” demikian keterangan resmi pihak stasiun televisi.
Selain itu, dijelaskan juga bahwa pihaknya telah menyampaikan permohonan maaf kepada Gus Adib salah satu putra dari KH Anwar Mansur. Pihaknya juga berjanji akan menyampaikan surat permohonan maaf secara resmi Selasa pagi ini.
“Permohonan maaf tersebut juga telah kami sampaikan kepada Gus Adib salah satu putra KH Anwar Mansur. Dan TRANS7 akan menyampaikan surat permohonan maaf secara resmi pada Selasa pagi ini. Wassalamualaikum Wr.Wb,” demikian pernyataan resmi mereka.