Sosok Kiai Ashari, Pimpinan Pesantren di Pati yang Jadi Tersangka Pencabulan 50 Santriwati

Sosok Kiai Ashari Pimpinan Pesantren di Pati yang Jadi Pelaku Pencabulan
Sosok Kiai Ashari Pimpinan Pesantren di Pati yang Jadi Pelaku Pencabulan

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret seorang pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengejutkan publik. Sosok yang dikenal sebagai Kiai Ashari kini menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Kabupaten Pati, Kiai Ashari

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkara ini mencuat usai sejumlah korban mulai berani melapor kepada pihak berwenang. Berdasarkan informasi yang beredar, jumlah korban diduga mencapai sekitar 50 santriwati yang sebagian besar masih berusia muda. Kasus tersebut langsung memicu perhatian luas masyarakat karena melibatkan tokoh agama dan lingkungan pendidikan pesantren.

Profil Kiai Ashari

DIrangkum VIVA Kamis, 7 Mei 2026, Kiai Ashari diketahui merupakan pengasuh sekaligus pimpinan sebuah pondok pesantren bernama Ndholo Kusomo di Desa Tlogosari, Pati. Di lingkungan sekitar, ia dikenal sebagai figur yang cukup disegani dan aktif dalam kegiatan keagamaan. Reputasi itu membuat banyak wali santri mempercayakan pendidikan anak-anak mereka di pesantren yang dipimpinnya.

Pondok pesantren ini diketahui menyediakan pendidikan agama secara cuma-cuma dan lebih banyak menampung santri dari kalangan yatim piatu maupun keluarga yang kurang mampu secara ekonomi.

Hal tersebut membuat Kiai Ashari mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat dan dianggap sebagai tokoh memiliki sosial yang tinggi. Selain mengelolah pondok, ia juga terlibat aktif berbagai kegiatan agama di lingkungan sekitar.

Pada tahun 2023, pondok pesantren yang diasuhnya pernah menerima bantuan santunan bagi santri yatim dari kelompok sosial masyarakat, yang semakin menguatkan citra positifnya di mata publik.

Namun di balik citra tersebut, aparat kepolisian justru menemukan dugaan tindak pidana serius. Dari hasil penyelidikan sementara, tindakan pelecehan disebut telah berlangsung dalam kurun waktu cukup lama. Modus yang digunakan pelaku diduga memanfaatkan kedudukannya sebagai pengasuh pesantren untuk mendekati para korban.

Kasus ini mulai terbongkar setelah ada keberanian dari salah satu korban untuk menceritakan kejadian yang dialaminya. Pengakuan tersebut kemudian berkembang hingga mengarah pada laporan dari korban lain. Polisi pun bergerak melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta mengumpulkan alat bukti tambahan.

Penetapan tersangka terhadap Kiai Ashari menimbulkan gelombang reaksi dari masyarakat. Banyak pihak menyayangkan tindakan tersebut karena dinilai mencoreng dunia pendidikan agama dan merusak kepercayaan publik terhadap lembaga pesantren.

Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat meminta agar proses hukum berjalan transparan dan memberikan perlindungan penuh kepada para korban. Pendampingan psikologis juga dinilai penting mengingat para korban diduga mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.

Ilustrasi pencabulan

Ilustrasi pencabulan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai lingkungan, termasuk institusi pendidikan berbasis agama. Pengawasan yang lebih ketat serta keberanian korban untuk melapor dinilai menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang.

Hingga kini, aparat masih terus mendalami kasus tersebut dan membuka kemungkinan adanya tambahan korban maupun fakta baru dalam proses penyidikan.