Hubungan Ratu Sofya dan Orang Tua Kembali Retak, Begini Awal Mula dari Adegan Intim Sampai ke Honor Film

Ratu Sofya.
Ratu Sofya.

 Konflik antara aktris muda Ratu Sofya dan kedua orang tuanya kembali menjadi perhatian. Perseteruan yang awalnya berkaitan dengan promosi film kini melebar hingga menyangkut persoalan honor, kontrak kerja, sampai komunikasi keluarga yang disebut makin merenggang.

Polemik ini mencuat setelah rumah produksi HAS Pictures milik Haldy Sabri dan Irish Bella melayangkan somasi kepada Ratu Sofya. Sang aktris dianggap tidak menjalankan kewajibannya untuk ikut mempromosikan film Dosa: Penebusan atau Pengampunan sesuai kesepakatan kontrak kerja. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Situasi semakin panas ketika kedua belah pihak mulai memberikan penjelasan masing-masing di hadapan media. Pada Kamis 21 Mei 2026, ibunda Ratu, Intan Masthura, hadir bersama produser Reza Aditya dari HAS Pictures untuk menjelaskan duduk perkara yang sedang ramai diperbincangkan.

Dalam kesempatan itu, Intan membantah tudingan bahwa dirinya memaksa sang putri mengambil peran dengan adegan intim demi kebutuhan ekonomi keluarga. Ia menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan dilakukan secara terbuka dan sudah dibicarakan sejak awal dengan pihak produksi.

Menurut penjelasan keluarga dan rumah produksi, detail adegan yang dianggap sensitif sebenarnya telah disampaikan sebelum syuting dimulai. Bahkan, pihak produksi disebut sudah menawarkan penggunaan body double demi menjaga kenyamanan Ratu Sofya selama proses produksi berlangsung.

Ayah Ratu yang sempat keberatan terhadap adegan tersebut akhirnya disebut memberikan izin setelah ada kesepakatan tertentu dengan pihak produksi. Reza Aditya juga memastikan bahwa adegan dalam film itu tidak mengandung unsur vulgar maupun eksplisit.

Pihak HAS Pictures menilai seluruh proses syuting berjalan lancar tanpa adanya keberatan dari pemeran utama wanita tersebut selama berada di lokasi produksi. Karena itu, munculnya polemik setelah film memasuki tahap promosi membuat situasi berkembang semakin rumit.

Di tengah memanasnya persoalan tersebut, Intan Masthura turut mengungkap bahwa dirinya menerima somasi dari putrinya sendiri terkait persoalan honor film. Pernyataan itu kemudian menjadi viral dan memancing berbagai reaksi dari publik.

Namun, Ratu Sofya membantah keras anggapan tersebut saat menggelar konferensi pers terpisah pada Sabtu 23 Mei 2026. Ia menegaskan tidak pernah melayangkan somasi kepada ibunya.

"Tidak ada somasi, saya tidak pernah mensomasi ibu saya. Dan papa saya, saya tidak pernah," katanya saat konferensi pers.

Menurut Ratu, dokumen yang dikirim melalui kuasa hukumnya bukanlah somasi, melainkan surat pernyataan yang dibuat untuk memperjelas posisi hukum terkait kontrak kerja dan pembayaran honor film yang sebelumnya ditandatangani oleh sang ayah.

Ratu menjelaskan bahwa langkah itu diambil sebagai bentuk respons atas somasi pertama dari HAS Pictures. Ia merasa perlu memberikan kejelasan mengenai tanggung jawab kontraktual agar persoalan tidak semakin melebar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sayangnya, dokumen tersebut justru dianggap berbeda oleh pihak keluarga. Ratu menyebut surat itu disalahartikan oleh ibunya sebagai bentuk tindakan hukum terhadap orang tua kandungnya sendiri.

Perselisihan ini pun membuat hubungan keluarga mereka kembali menjadi sorotan. Di tengah perbedaan pandangan mengenai kontrak kerja, honor, dan proses produksi film, masing-masing pihak kini tetap bertahan dengan versi cerita mereka sendiri.