Awal Mula Siswi MTs di Pontianak Mengakhiri Hidupnya, Bermula dari Uang Kas

Awal Mula Siswi MTs di Pontianak Mengakhiri Hidupnya, Bermula dari Uang Kas

 Seorang siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, ditemukan meninggal dunia setelah menghadapi persoalan di lingkungan sekolah.

Jenazah korban ditemukan di kediamannya di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (22/1/2026) pagi. 

Informasi awal menyebutkan bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi akibat perundungan di lingkungan sekolah. 

Namun, dugaan tersebut dibantah oleh Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Aris Sujarwono.

"Pada intinya mengenai permasalahan itu sudah selesai dan mengenai bullying itu saya kira tidak ada dan tidak ada indikasi menjustifikasi, murni tekanan pribadi secara personal," ujar Aris, dikutip dari TribunPontianak, Rabu (28/1/2026).

Awal Mula Siswi MTs di Pontianak Ditemukan Meninggal

Aris menjelaskan, berdasarkan penelusuran pihak sekolah, korban diduga mengalami tekanan pribadi yang bersumber dari persoalan internal, bukan karena tindakan perundungan. 

Peristiwa itu, bermula dari kegiatan Palang Merah Remaja (PMR) yang digelar pada Sabtu (17/1/2026).

"Jadi, awal mulanya mereka itu ada kegiatan PMR pada hari Sabtu 17 Januari 2026, kemudian di hari itu dilaporkan ada kehilangan uang sekitar Rp 200.000," ujar Aris, dikutip dari TribunPontianak, Rabu (28/1/2026).

Setelah laporan kehilangan tersebut, pihak sekolah melakukan penelusuran.

Pada Selasa (20/1/2026), rekaman CCTV menunjukkan indikasi keterlibatan korban yang sempat beredar di sejumlah media daring.

"Kalau dari sudut pandang kami, almarhumah ini mungkin bertujuan meminjam uang kas tersebut dan lupa untuk diinfokan. Berlanjut pada hari Selasa, 20 Januari 2026, dilihat pada CCTV itu memang terindikasi almarhumah yang sempat beredar di beberapa media online," jelasnya.

Menurut Aris, hasil klarifikasi internal menyebut korban diduga meminjam uang kas PMR tersebut untuk kebutuhan kegiatan dan berencana mengembalikannya.

Namun, rencana itu belum sempat disampaikan secara resmi.

Pada hari berikutnya, korban dipanggil oleh wali kelas dan mengakui bahwa uang tersebut memang belum digunakan serta masih berada di rumahnya.

"Dia bilang uangnya masih di rumah dan akan dikembalikan dan mengenai keperluannya tadi itu, salah satu gurunya sudah siap untuk menyumbang dengan nominal yang dibutuhkan," katanya.

Aris menambahkan, saat bertemu dengan rekan-rekan PMR, korban sempat menanyakan perihal persoalan tersebut. 

Ia juga menyampaikan bahwa uang itu hanya dipinjam sementara.

"Waktu dia bilang mau pakai uangnya itu, teman-temannya tidak gimana-gimana hanya (oh iyalah) seperti itu lah kurang lebih. Mungkin karena merasa malu dan sedih sehingga beliau mengambil langkah nekat," ungkapnya.

Pesan Siswi MTs Sebelum Meninggal

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat menuliskan sepucuk surat yang ditujukan kepada orang tuanya. 

Dalam surat tersebut, ia mengungkapkan perasaan takut, malu, dan tidak sanggup menghadapi situasi di sekolah.

"Ma, maaf ye udah bikin mama kecewa, kite takut ma besok ke sekolah karne name udah udah jelek. Kemarin dipanggil guru same kakak kelas. Makenye takut dan malu mau datang ke sekolah lagi," tulisnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak kuat menghadapi dampak dari permasalahan yang telah terjadi, meski persoalan tersebut telah diselesaikan di lingkungan sekolah.

"Gak kuat ngadepinnya. Makasih ya ma karne udah jadi ibu yang baik. Makasih udah dengerin cerita ini tanpa emosi, mama gak perlu sedih karena ini dak perlu disedihkan," lanjutnya.

Di bagian akhir surat, almarhumah menitipkan pesan agar keluarga yang ditinggalkan tetap bahagia dan meminta agar persoalan tersebut tidak diperpanjang.

"Tolong permasalahan ini jangan diramaikan, (aku) cuma pengen dikuburkan dengan layak," pungkasnya.

Kontak bantuan

Bunuh diri bukanlah jalan keluar dari persoalan apa pun.

Setiap masalah, seberat apa pun, selalu memiliki kemungkinan untuk dibicarakan dan dicarikan bantuan.

Jika Anda atau orang terdekat sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau membutuhkan teman untuk berbagi, jangan ragu untuk mencari pertolongan profesional.

Berbagi cerita dan meminta bantuan adalah langkah berani, bukan tanda kelemahan.

Layanan dukungan kesehatan mental dan konseling dapat diakses melalui Into The Light Indonesia di tautan berikut:

  • https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang