Pengamat Nilai Timnas Indonesia Perlu Belajar Kesabaran Jepang

jepang, piala dunia 2026, timnas Indonesia, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, indonesia gagal ke piala dunia 2026, indonesia gagal lolos piala dunia, Pengamat Nilai Timnas Indonesia Perlu Belajar Kesabaran Jepang

Kegagalan timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia menjadi tamparan keras bagi seluruh pecinta sepak bola Tanah Air.

Dua kekalahan beruntun melawan Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) tidak hanya mengubur mimpi tampil di pentas dunia, tetapi juga menyingkap realitas pahit bahwa sepak bola Indonesia masih rapuh dari akar.

Pengamat sepak bola nasional, Anton Sanjoyo, menilai membangun sepak bola bukan perkara semusim, melainkan proyek panjang yang membutuhkan komitmen lintas generasi.

“Kalau kita melupakan diaspora itu paling tidak butuh 20 tahun membangun sepak bola domestik."

"Membangun kompetisi usia muda, kepelatihan, perwasitan, dan infrastruktur yang kuat seperti Jepang di tahun 1980-an,” ujarnya kepada Kompas.com.

jepang, piala dunia 2026, timnas Indonesia, Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, indonesia gagal ke piala dunia 2026, indonesia gagal lolos piala dunia, Pengamat Nilai Timnas Indonesia Perlu Belajar Kesabaran Jepang

Daichi Kamada kala mencetak gol dalam laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Jepang vs Indonesia di Suita City Football Stadium, Osaka, pada Selasa (10/6/2025).

Kesabaran Jepang Membangun Sepak Bola

Ia pun mencontohkan Jepang butuh dua dekade untuk membangun sistem sepak bola nasional yang kokoh sebelum akhirnya menjadi langganan Piala Dunia.

Ia menyebut bangsa sebesar Indonesia seharusnya bisa melahirkan talenta sendiri.

“Kita ini bangsa besar, sumber daya kita berlimpah,” imbuhnya.

Perlu Perbaikan Kompetisi Lokal

Anton Sanjoyo lalu menyoroti realitas bahwa klub-klub Indonesia belum mampu berbicara di level Asia.

Seperti diketahui, jatah tiket buat klub Indonesia di kompetisi Asia musim 2025-2026, adalah masing-masing satu untuk tiket playoff AFC Champions League 2 dan AFC Challenge League.

Tiket playoff AFC Champions League (ACL) 2 2025-2026 menjadi milik Persib Bandung sebagai juara Liga 1 2024-2025.

Sedangkan tiket playoff AFC Challenge League menjadi hak tim yang menjadi runner-up Liga 1, Dewa United. 

Klub Indonesia tidak punya jatah tampil di ajang antarklub paling bergengsi Asia, yakni AFC Champions League Elite.

“Sekarang saja kita main di level dua, bukan level elite. Klub kita tidak pernah benar-benar tampil kompetitif di Liga Champions Asia,” kata Anton Sanjoyo.

“Mimpi ke Piala Dunia tanpa fondasi yang kuat itu seperti mimpi di siang bolong. Piala Dunia itu tidak ada hebat-hebatnya kalau Indonesia sebagai negara bola tidak punya apa-apa,” pungkasnya.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.