Shin Tae-yong Bantah Hina Pemain Ulsan HD, Singgung Kedekatan dengan Penggawa Timnas Indonesia
Masalah komunikasi disebut jadi salah satu alasan Ulsan HD mendepak Shin Tae-yong. Muncul pengakuan pemain diserang secara verbal dan fisik.
Namun, Shin Tae-yong merasa tak pernah menyerang pemainnya di Ulsan HD. Menanggapi tuduhan ini, Shin Tae-yong menyinggung keakraban yang ia bangun dengan pemain selama menukangi Timnas Indonesia.
Ulsan HD mengumumkan perpisahan dengan sang pelatih, Shin Tae-yong, pada Kamis (9/10/2025).
Shin Tae-yong dipecat oleh Ulsan HD kendati baru melatih tim selama dua bulan.
Pertandingan debut Shin Tae-yong sebagai peracik taktik Ulsan HD sejatinya berujung manis. STY mengantar Ulsan HD menang 1-0 atas Jeju SK pada 9 Agustus 2025.
Namun, Ulsan kemudian tanpa kemenangan selama tujuh pertandingan liga berturut-turut (3 seri, 4 kalah).
Tim asuhan STY pun merosot ke posisi ke-10 dari total 12 tim, atau di zona degradasi.
“Shin Tae-yong tak akur dengan para pemainnya karena gaya komunikasi yang kuno,” tulis pernyataan yang dikutip dari akun X Korea Football News.
Shin Tae-yong disebut tak bisa mengendalikan lagi ruang ganti Ulsan HD. Bahkan, ada tudingan STY menyerang pemain Ulsan HD secara fisik dan verbal.
"Filosofi sepak bola saya adalah 'Saya tidak mengumpat atau menyerang pemain'. Gaya saya disebut 'kepemimpinan ala kakak'," tutur Shin Tae-yong dilansir dari media Korea Selatan, KBS.
STY lalu mengisahkan pengalamannya melatih Timnas Indonesia pada kurun 2019-2025. Selama menukangi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pernah terekam menjewer telinga Marselino Ferdinan dan Rizky Ridho.
"Bahkan di Indonesia, saya suka menggoda dan bercanda dengan pemain yang bahkan tidak saya kenal, dan begitulah saya menjadi dekat."
"Lalu mereka melempar saya ke air. Selalu seperti itu. Di Ulsan, saya akui saya menggoda beberapa pemain ketika kami pertama kali tiba karena kami semua agak canggung."
"Saya mengakuinya saat wawancara dengan klub. Untuk lebih dekat dengan mereka, saya akan mengatakan hal-hal seperti, "Hei, dasar brengsek," dan bahkan menarik telinga mereka."
"Tapi tidak ada sedikit pun niat jahat. Saya tidak mencoba memarahi mereka, saya hanya mencoba untuk bermain-main dan bercanda dalam suasana yang positif," tutur pelatih kelahiran Yeongdeok itu.
Shin Tae-yong menyebut dirinya bukanlah pribadi yang suka mengeluarkan kata-kata kasar di ruang ganti.
"Saya tidak pernah mengumpat karena emosi. Jika saya sering mengumpat karena emosi, saya tidak akan menjadi pelatih, dan saya tidak akan pernah melakukannya di masa depan."
"Namun, ada seorang pemain yang melihat itu dan melaporkan ke klub bahwa pelatih sering mengumpat dan melakukan kekerasan, sehingga dia merasa terhina."
"Saat saya langsung menanyakan hal itu kepada pemain tersebut, dia langsung melompat kaget dan berkata, “Saya?” sambil menegaskan bahwa dia tidak pernah melakukan hal seperti itu."
"Pemain itu adalah murid saya, yang tidak hanya berbagi hari ulang tahun, tetapi juga sering berkomunikasi dengan saya dalam kehidupan sehari-hari," ujar Shin Tae-yong.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.