Tekanan Besar di Kubu Arab Saudi Jelang Hadapi Timnas Indonesia
Timnas Arab Saudi berada dalam tekanan besar untuk mengatasi Timnas Indonesia dan lolos langsung ke Piala Dunia 2026.
Timnas Arab Saudi lolos ke Piala Dunia dalam enam dari delapan edisi terakhir turnamen, termasuk dua edisi Piala Dunia beruntun di Rusia 2018 dan Qatar 2022.
Mereka bahkan mengejutkan dunia kala mengalahkan Argentina di fase grup Piala Dunia 2022, satu-satunya tim yang berhasil melakukan hal tersebut kepada Lionel Messi dkk dalam perjalanan Albiceleste menjadi juara.
The Green Falcons juga akan menatap dua turnamen besar sebagai tuan rumah, Piala Asia 2027 dan Piala Dunia 2034.
Akan tetapi, Arab Saudi tersandung dan tak bisa melangkah langsung ke Piala Dunia 2026. Mereka terhambat di ronde tiga kualifikasi, salah satunya karena aksi Timnas Indonesia yang menahan Green Falcons 1-1 di Jeddah dan menang 2-0 di GBK.
Arab Saudi juga tak bisa mengalahkan Bahrain di kandang sendiri (hanya bermain 0-0) dan kalah 1-2 di kandang dari Australia pada laga terakhir grup.
"Pesannya sangat jelas. Kami tahu pentingnya kehadiran tim nasional Saudi di Piala Dunia," ujar pelatih Arab Saudi, Herve Renard, di konferensi pers sebelum laga.
"Kami lolos dari stadion kami pada 2018, dan lolos lagi dari stadion ini pada 2022."
Pelatih Arab Saudi, Herve Renard, berbicara kepada media usai laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Selasa (19/11/2024).
"Kami tahu betapa antusiasnya para penggemar untuk menyaksikan Piala Dunia, dan kami harus memiliki tekad dan tekad untuk lolos untuk ketujuh kalinya."
Arti laga bagi Timnas Arab Saudi
Hal serupa juga diutarakan oleh pengamat sepak bola Arab Saudi, Wael Jabir, dalam perbincangan bersama Kompas.com di podcast The Asian Game akhir pekan lalu.
"Sangat penting bagi sepak bola Arab Saudi apalagi dengan Arab Saudi direncanakan menjadi tuan rumah pada 2034," ujarnya.
"Sekarang saatnya Arab Saudi tak hanya lolos ke Piala Dunia tetapi dapat lolos dari fase grup, tak hanya mengalahkan Argentina seperti tahun lalu."
"Kami bisa bermimpi besar tetapi semua itu harus dimulai lawan Indonesia dan Irak."
Ia pun mengomentari perihal komposisi skuad yang dibawa oleh pelatih Renard ke ronde laga Oktober ini dan mengomentari tentang absennya dua nama yang tengah tampil bagus.
Mereka adalah Khaled Al Ghannam yang tengab bermain impreisf bersama Al Ettifaq dengan catatan 3 gol dan 2 assist dari 4 laga.
Sementara, Faisal Al-Ghamdi yang tampil bagus bagi Beerschot di Liga Belgia musim lalu juga tak dapat panggilan.
Bukan Waktunya Arab Saudi Eksperimen
Ia melihat bahwa Renard ingin mencari kestabilan di skuad Green Falcons.
"Renard mencari stabilitas dengan tidak memanggil muka-muka baru yang hanya main sekali-kali bagi tim nasional," ujarnya menambahkan.
"Sekarang bukan waktu eksperimen. Mungkin setelah dua laga ini lewat. Pemain yang ada sekarang sudah harus yang teruji."
"Al-Ghamdi tidak bermain cukup di klubnya (Al-Ittihad), mungkin terbantu sekarang setelah Laurent Blanc dipecat."
Terakhir, Wael juga kembali menekankan soal pentingnya laga ini bagi PSSI-nya Arab Saudi.
"Ini salah satu momen di sejarah sepak bola Saudi di mana kegagalan bisa berarti perubahan masif di federasi Arab Saudi," tuturnya melanjutkan.
"Bukan hanya bagi pelatih Renard tetapi juga di level atas."
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.