Muzani Desak Polisi Usut Tuntas Insiden Ambruknya Ponpes Al Khoziny

Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kantor BPK, Jakarta Pusat
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kantor BPK, Jakarta Pusat

Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengaku prihatin dengan insiden ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 63 orang menjadi korban meninggal akibat insiden itu.

"Apa yang terjadi dalam Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, saya kira itu sebuah kejadian yang sangat memperihatinkan. Kejadian yang sangat memilukan kita semua, sampai memakan korban begitu banyak," kata Muzani kepada wartawan di Kantor BPK, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Oktober 2025.

"Tentu saja kami prihatin dan ikut berduka cita atas peristiwa tersebut," sambungnya.

Muzani berharap, insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pengelola pendidikan.

"Baik agama maupun non-agama, bahwa bangunan yang berstandar konstruksi juga sangat penting bagi keselamatan para siswa, para santri, para mahasiswa," tutur dia.

Lebih lanjut, Muzani berharap insiden ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny ini dapat diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

"Kami percaya kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyidikan dan pengusutan ini sehingga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran penting bagi para penyelenggara pendidikan," pungkas Muzani.

Sebelumnya diberitakan, Pembersihan puing reruntuhan gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah selesai dilakukan pada Selasa, 7 Oktober 2025 dini hari. 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan bahwa alat-alat berat sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Hingga Selasa pagi, kata dia, sudah tidak ada lagi aktivitas alat berat di lokasi kejadian.

"Potongan beton bangunan dan puing lainnya yang sebelumnya menumpuk lokasi kejadian, kini telah rata dengan tanah. Seluruh petugas pencarian dan pertolongan (Search and Rescue-SAR) pun telah memastikan tidak ada lagi korban jiwa yang ditemukan. Tandanya operasi SAR di bawah koordinasi Basarnas telah selesai dilakukan," kata Abdul dalam keterangan tertulisnya.

Dari seluruh rangkaian operasi SAR yang telah dilakukan, didapatkan 61 jenazah dari balik puing reruntuhan, termasuk tujuh potongan bagian tubuh yang saat ini masih proses identifikasi oleh pihak Disaster Victim Identification (DVI).

“Alhamdulillah sekarang sudah rata dan diketemukan 61 korban jiwa,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan.

Adapun tujuh potongan tubuh sampai saat ini belum dapat dipastikan apakah berasal dari dua korban yang menurut data posko darurat masih dalam pencarian. Jawaban itu akan segera diketahui setelah seluruh proses identifikasi selesai dilakukan.

“Masih ada dua dari data kami sebelumnya masih dalam pencarian, tetapi ada tujuh body part (potongan bagian tubuh) yang ditemukan. Nanti kita akan tunggu proses DVI untuk memastikan apakah itu adalah dari dua korban itu tadi,” jelas Budi.

Sementara itu, jumlah korban secara keseluruhan tercatat ada sebanyak 165 jiwa, di mana sebanyak 104 dinyatakan selamat dengan rincian; 4 masih dalam perawatan, 99 telah kembali kerumah setelah perawatan dan satu jiwa tidak memerlukan perawatan.