Hasil Penelitian Ungkap Temuan Mikroplastik pada Buah dan Sayuran

Mikroplastik yang merupakan plastik yang berukuran sangat kecil — kini tidak hanya mencemari laut atau udara saja, melainkan juga telah terdeteksi dalam buah dan sayuran yang dikonsumsi sehari-hari.
Dilansir dari artikel “Microplastics in Fruits and Vegetables: Health Risk and Ways to Prevent” yang dimuat pada media internasional BioWellBeing, beberapa penelitian menemukan bahwa mikroplastik dapat masuk ke tanaman melalui sistem akar yang terkontaminasi di tanah dan air irigasi, sehingga partikel plastik ini terakumulasi pada bagian akar tanaman.
Mikroplastik sendiri terbentuk ketika plastik yang tidak terurai secara alami mengalami pecahan partikel yang sangat kecil.
Partikel ini kemudian dapat mencemari tanah dan air, serta diserap oleh tanaman buah dan sayuran.
Selain itu, plastik kemasan yang digunakan dalam penyimpanan dan distribusi pada produk pangan juga dapat menjadi salah satu sumber pada mikroplastik.
Menurut artikel tersebut, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa apel memiliki konsentrasi mikroplastik yang sangat tinggi di antara buah lainnya, dengan rata-rata sekitar 195.500 partikel mikroplastik per gram.
Di antara sayuran terdapat, wortel, selada, dan brokoli juga telah dilaporkan memiliki kontaminasi mikroplastik yang cukup besar.
Para peneliti menyebutkan bahwa keberadaan mikroplastik dalam buah dan sayuran menjadi perhatian global karena dapat masuk ke dalam rantai makanan manusia.
Meskipun efek pada kesehatan yang jangka panjang dari mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh mikroplastik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang