Update Jumat Siang, 9 Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ditemukan Meninggal, 54 Masih Hilang

sidoarjo, Al Khoziny, al khoziny buduran sidoarjo, santri terjebak bangunan runtuh ponpes al khoziny, ponpes al khoziny ambruk, santri terjebak, ponpes al khoziny buduran, al khoziny sidoarjo, Mushala Al-Khoziny, ponpes al khozini roboh, ponpes al khonziny, Update Jumat Siang, 9 Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ditemukan Meninggal, 54 Masih Hilang

Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan musala tiga lantai di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki hari kelima pada Jumat (3/10/2025).

Hingga siang hari, tim SAR gabungan berhasil menemukan empat jenazah tambahan, sehingga total korban meninggal dunia mencapai sembilan orang.

Keempat korban terbaru langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Surabaya untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Penemuan korban terakhir tercatat pukul 11.34 WIB di sektor A4, tepat di sisi kanan sektor A1 yang berada di pintu depan reruntuhan musala.

“Kalau lapisan paling bawah sudah terbuka, mudah-mudahan bisa terlihat korban lainnya untuk segera dievakuasi,” ujar Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan Sidoarjo, Jumat (3/10/2025).

Identitas Korban Tewas Ponpes Al Khoziny

Berdasarkan data resmi, berikut daftar korban meninggal dunia dalam insiden runtuhnya musala Ponpes Al Khoziny:

1. Maulana Ibrahimific (15), warga Bangkalan, berdomisili di Surabaya

2. Mashudul Haq (14), asal Surabaya

3. Muhammad Sholeh (22), asal Bangka Belitung

4. Rafi Catur Okta Mulya (17), warga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya

5. Mochammad Agus Ubaidillah (14), warga Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya

6. Mr. X, ditemukan Jumat (3/10/2025) pukul 07.30 WIB

7. Mr. X, ditemukan Jumat (3/10/2025) pukul 07.36 WIB

8. Mr. X, ditemukan Jumat (3/10/2025) pukul 10.19 WIB

9. Mr. X, ditemukan Jumat (3/10/2025) pukul 11.34 WIB

Dari sembilan korban tersebut, lima di antaranya sudah teridentifikasi dengan jelas, sementara empat lainnya masih berstatus Mr. X dan tengah melalui proses identifikasi di Pos Mortem RS Bhayangkara Surabaya.

Selain korban meninggal dunia, 22 orang telah berhasil dievakuasi, dan sisanya 54 santri masih dinyatakan hilang berdasarkan absensi pondok pesantren.

Alat Berat Dikerahkan untuk Evakuasi

Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut tim SAR gabungan terus mengoptimalkan evakuasi dengan berbagai peralatan berat.

“Untuk mempercepat proses pembersihan, antara lain tiga unit crane, satu unit ekskavator breaker, 30 unit dump truck, empat set alat pemotong beton, dan 30 unit ambulans,” ujarnya.

Menurut Nanang Sigit, saat ini tim evakuasi sudah mencapai lapisan lantai dasar. Dari total tiga lantai bangunan mushala, hanya tersisa satu lantai yang belum sepenuhnya terbuka.

“Mudah-mudahan pembersihan hari ini bisa lebih cepat sehingga korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi,” tambahnya.

Kronologi Runtuhnya Musala Ponpes Al Khoziny

Insiden runtuhnya bangunan musala tiga lantai di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, ratusan santri tengah melaksanakan ibadah salat Ashar berjemaah di musala asrama putra.

Berdasarkan analisis tim SAR gabungan, penyebab utama ambruknya bangunan tersebut adalah kegagalan konstruksi. Struktur bangunan tidak mampu menahan beban di luar kapasitas seharusnya, sehingga seluruh lantai musala roboh dan menimpa para santri.

Hingga Jumat siang, posko evakuasi Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo masih dipadati keluarga korban yang menanti kabar terbaru.

Sejumlah warga sekitar turut memberikan dukungan dengan menyediakan air minum, buah-buahan, camilan, hingga makanan gratis bagi relawan, keluarga korban, dan jurnalis yang berada di lokasii. 

Sebagian Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul" dan "Evakuasi di Ponpes Al Khoziny, Basarnas: Tim Dekati Lapisan Lantai Dasar"