Cedera Audero Jadi Kerikil Timnas Indonesia, Kluivert Mesti Pikirkan Plan B
- Timnas Indonesia menghadapi cobaan berat menjelang dua laga krusial melawan Arab Saudi (8/10/2025) dan Irak (11/10/2025) pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Sektor pertahanan Indonesia menjadi perhatian besar, terutama setelah penjaga gawang utama Emil Audero mengalami cedera menjelang tugas negara.
Kekhawatiran ini turut diungkapkan pengamat sepak bola nasional, Weshley Hutagalung.
Ia menilai persoalan cedera dan keterbatasan waktu persiapan akan menjadi ujian nyata bagi tim asuhan pelatih Patrick Kluivert.
“Kendala lini pertahanan menjadi kerikil tambahan ketika waktu berkumpul bagi pemain tim nasional Indonesia beragam dan mepet dengan waktu pertandingan,” katanya kepada KOMPAS.com.
Dilema di Pos Kiper
Seperti diketahui Emil Audero mengalami cedera otot fleksor saat sesi pemanasan sebelum laga pekan ke-5 Serie A 2025-2026 antara Como vs Cremonese akhir pekan silam.
Cedera Audero ini menjadi pukulan bagi Timnas Indonesia. Sebab, Audero yang diproyeksikan bermain sebagai starter, kini malah berpotensi menepi.
Menurut laporan awal, cederanya tidak tergolong serius, tetapi tetap memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Namun hingga kini, Cremonese belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tingkat keparahan cedera penjaga gawangnya tersebut.
Jika pemulihan berjalan lancar, ia bisa kembali bermain dalam dua pekan. Namun, jika kondisi memburuk atau terjadi sesuatu hal, ia berpotensi absen hingga 20 hari dan melewatkan laga penting Cremonese melawan Inter Milan pada 4 Oktober 2025.
Weshley Hutagalung menilai situasi ini membuat pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, harus memikirkan skenario alternatif.
“Bila cedera Emil Audero memang memaksa ia absen menjaga gawang Indonesia, tentu pilihan berikut adalah Maarten Paes,” kata jurnalis olahraga senior itu.
Tetapi, Marteen Paes sendiri belum sepenuhnya bugar setelah pulih dari cedera hamstring sejak Agustus lalu.
“Bila pada 4 Oktober waktu Amerika Serikat ia tidak masuk daftar susunan pemain saat FC Dallas menjamu LA Galaxy, tentulah Patrick Kluivert dan tim pelatih harus memikirkan strategi back up,” imbuh Weshley Hutagalung.
Penjaga gawang Timnas Indonesia yang dicadangkan pada laga melawan Bahrain yakni Emil Audero (kiri) dan Ernando Ari (kanan). Indonesia berhasil memetik kemenangan penting 1-0 pada pertandingan lanjutan ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Selasa (25/3/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.
Taktik dalam Bertahan Patut Diperhatikan
Weshley lantas menantikan apakah Patrick Kluivert juga akan lebih dulu menunggu kepastian kondisi Emil Audero saat Cremonese menghadapi Inter Milan.
“Strategi, perencanaan, dan keputusan pelatih menjadi kunci. Apalagi, waktu pertandingan yang menjadi penentu kondisi Emil Audero dan Maarten Paes sangat berdekatan dengan jadwal pertandingan Indonesia vs Arab Saudi, 8 Oktober 2025,” ujar Weshley Hutagalung.
Dari daftar 28 pemain yang dipanggil PSSI, hanya ada tiga penjaga gawang yakni Emil Audero, Maarten Paes, dan Ernando Ari. Situasi ini membuat peran Ernando Ari sebagai pelapis menjadi sangat vital.
“Dengan gaya bermain Arab Saudi dan Irak yang kerap mencecar pertahanan lawan lewat bola-bola silang di mulut gawang, tentu racikan strategi pelatih harus membantu kinerja Ernando Ari bila ia menjadi pilihan utama,” sambungnya.
Weshley pun menekankan pentingnya keputusan taktik yang tepat untuk menopang kiper. Sebab, masih ada waktu beberapa hari untuk memantau perkembangan Maarten Paes yang kemungkinan besar akan menjadi starter jika dinyatakan fit.
“Apakah kembali memainkan tiga bek tengah ataukah menurunkan empat bek di depan kiper? Mana yang dianggap akan membantu memperkokoh pertahanan Garuda bila Ernando Ari yang dipercaya bermain sejak awal laga?” kata Weshley Hutagalung lagi.
“Patrick Kluivert masih punya hitungan hari untuk menunggu kepastian kondisi Maarten Paes yang sepertinya akan dipilih masuk starting line-up walau kondisinya baru pulih dari cedera hamstring,” pungkasnya.