Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli

stres, ibu menyusui, stres membuat produksi asi menurun, stres mempengaruhi asi, stres menyebabkan asi berkurang, stres menghambat asi, stres bikin asi seret, Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli, Apakah stres berpengaruh pada ASI?, Stres membuat produksi ASI menurun, Dukungan emosional yang dibutuhkan, Konseling sebagai jalan keluar, Perawatan diri untuk ibu menyusui

Kelelahan, cemas, dan stres turut berdampak pada produksi ASI (air susu ibu), bahkan bisa membuat produksi ASI tersendat.  

Menurut Konsultan Laktasi di Cloudnine Group of Hospitals, Pune, Dr. Vidhi Mehta, kesejahteraan emosional ibu memiliki peran besar dalam menentukan pengalaman menyusui.

“Kesehatan mental seorang ibu bisa membentuk perjalanan menyusuinya, baik ke arah positif maupun sebaliknya,” ujar Mehta, dikutip dari Hindustan Times, Kamis (11/9/2025).

Apakah stres berpengaruh pada ASI?

Tantangan emosional pasca melahirkan

stres, ibu menyusui, stres membuat produksi asi menurun, stres mempengaruhi asi, stres menyebabkan asi berkurang, stres menghambat asi, stres bikin asi seret, Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli, Apakah stres berpengaruh pada ASI?, Stres membuat produksi ASI menurun, Dukungan emosional yang dibutuhkan, Konseling sebagai jalan keluar, Perawatan diri untuk ibu menyusui

Stres bisa menghambat keluarnya ASI pada ibu menyusui. Ahli jelaskan kaitan kesehatan mental dengan produksi ASI dan pentingnya dukungan emosional.

Banyak ibu baru membayangkan masa-masa setelah melahirkan akan dipenuhi kebahagiaan dan kehangatan keluarga. 

Namun, kenyataan yang dihadapi bisa jauh lebih kompleks, bahkan berbanding terbalik dengan bayangan tersebut.

Bergadang setiap malam, proses pemulihan tubuh yang belum selesai, perubahan hormon yang drastis, dan tekanan sosial untuk “menjadi ibu sempurna” kerap membuat ibu merasa kewalahan.

“Wajar bila dalam beberapa minggu pertama seorang ibu merasa rendah, mudah menangis, atau cemas. Kondisi ini sering disebut baby blues,” jelas Mehta.

Masalah muncul ketika perasaan itu tidak kunjung mereda. Dalam banyak kasus, rasa cemas atau sedih justru semakin dalam dan berkembang menjadi depresi pasca-persalinan. 

Kondisi ini bisa mengganggu ikatan emosional ibu dengan bayinya sekaligus menyulitkan proses menyusui.

Stres membuat produksi ASI menurun

stres, ibu menyusui, stres membuat produksi asi menurun, stres mempengaruhi asi, stres menyebabkan asi berkurang, stres menghambat asi, stres bikin asi seret, Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli, Apakah stres berpengaruh pada ASI?, Stres membuat produksi ASI menurun, Dukungan emosional yang dibutuhkan, Konseling sebagai jalan keluar, Perawatan diri untuk ibu menyusui

Stres bisa menghambat keluarnya ASI pada ibu menyusui. Ahli jelaskan kaitan kesehatan mental dengan produksi ASI dan pentingnya dukungan emosional.

ASI sebenarnya diproduksi secara alami oleh tubuh. Namun, supaya ASI dapat keluar dengan lancar, dibutuhkan peran hormon oksitosin. 

Hormon ini dilepaskan ketika ibu merasa aman, tenang, dan didukung oleh lingkungannya.

Ketika stres atau cemas, pelepasan oksitosin bisa terhambat. Akibatnya, meskipun ASI diproduksi, alirannya menjadi tersendat. 

“Ini bukan berarti ASI hilang, tetapi tubuh lebih sulit mengeluarkannya. Oleh karena itu saya selalu mengingatkan para ibu bahwa pikiran butuh perawatan sama pentingnya dengan tubuh,” ucap Mehta.

Ia menambahkan, konsumsi makanan bergizi atau suplemen tidak akan optimal jika beban mental ibu masih berat.

Dukungan emosional yang dibutuhkan

stres, ibu menyusui, stres membuat produksi asi menurun, stres mempengaruhi asi, stres menyebabkan asi berkurang, stres menghambat asi, stres bikin asi seret, Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli, Apakah stres berpengaruh pada ASI?, Stres membuat produksi ASI menurun, Dukungan emosional yang dibutuhkan, Konseling sebagai jalan keluar, Perawatan diri untuk ibu menyusui

Stres bisa menghambat keluarnya ASI pada ibu menyusui. Ahli jelaskan kaitan kesehatan mental dengan produksi ASI dan pentingnya dukungan emosional.

Perjalanan menyusui tidak seharusnya menjadi beban yang dipikul sendiri. Kehadiran dukungan emosional dari pasangan, keluarga, dan lingkungan sangat penting bagi ibu.

“Kadang, ucapan sederhana seperti, ‘Kamu sudah melakukan yang terbaik,’ atau ‘Aku ada di sini untukmu,’ bisa meringankan beban seorang ibu secara luar biasa,” tambah Mehta.

Pasangan dapat membantu dengan cara sederhana, seperti bergantian menjaga bayi pada malam hari, menyiapkan makanan sehat, atau sekadar menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi. 

Dukungan juga bisa datang dari kelompok ibu, komunitas daring, dan tenaga profesional.

Konseling sebagai jalan keluar

stres, ibu menyusui, stres membuat produksi asi menurun, stres mempengaruhi asi, stres menyebabkan asi berkurang, stres menghambat asi, stres bikin asi seret, Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli, Apakah stres berpengaruh pada ASI?, Stres membuat produksi ASI menurun, Dukungan emosional yang dibutuhkan, Konseling sebagai jalan keluar, Perawatan diri untuk ibu menyusui

Stres bisa menghambat keluarnya ASI pada ibu menyusui. Ahli jelaskan kaitan kesehatan mental dengan produksi ASI dan pentingnya dukungan emosional.

Kapan sebaiknya seorang ibu mencari bantuan profesional? Menurut Mehta, konseling tidak perlu menunggu hingga masalah menjadi parah. 

Konseling dapat menjadi ruang aman untuk membicarakan ketakutan dan keraguan, misalnya rasa takut tidak menghasilkan cukup ASI, tidak bisa membangun ikatan dengan bayi, atau merasa gagal sebagai ibu.

“Lewat konseling, ibu belajar menantang pikiran negatif, mendapatkan perspektif baru, dan lebih percaya diri pada pilihannya,” terang Mehta.

Ia mengaku, perannya sebagai konsultan laktasi tidak hanya sebatas memperbaiki posisi menyusui, tapi juga menemani ibu menghadapi emosi dan kekhawatiran yang muncul.

Perawatan diri untuk ibu menyusui

stres, ibu menyusui, stres membuat produksi asi menurun, stres mempengaruhi asi, stres menyebabkan asi berkurang, stres menghambat asi, stres bikin asi seret, Stres Bisa Menghambat ASI pada Ibu Menyusui, Begini Penjelasan Ahli, Apakah stres berpengaruh pada ASI?, Stres membuat produksi ASI menurun, Dukungan emosional yang dibutuhkan, Konseling sebagai jalan keluar, Perawatan diri untuk ibu menyusui

Stres bisa menghambat keluarnya ASI pada ibu menyusui. Ahli jelaskan kaitan kesehatan mental dengan produksi ASI dan pentingnya dukungan emosional.

Merawat diri seringkali dianggap hal sepele, padahal berdampak besar terhadap kesehatan mental ibu. 

Bentuknya pun tidak harus mewah. Tidur sejenak saat bayi tidur, minum cukup air, makan makanan bergizi, meminta bantuan saat diperlukan, dan mengatakan “tidak” kepada tamu jika butuh istirahat merupakan langkah kecil tapi penting.

Aktivitas sederhana, seperti mendengarkan musik, berjalan sebentar di luar rumah, atau menarik napas panjang juga bisa membantu ibu lebih tenang.

Lebih lanjut, banyak ibu merasa bersalah karena tidak menikmati setiap momen menyusui. 

Padahal, menyusui bisa menjadi pengalaman yang penuh cinta, tetapi juga melelahkan, menyakitkan, bahkan membingungkan. Dengan berani berbicara tentang tantangan ini, stigma dapat dikurangi. 

“Ketika ibu-ibu mulai jujur tentang perjuangan mereka, dukungan akan lebih mudah diberikan, dan beban tidak lagi terasa sendiri,” tutur Mehta.

Stres memang bisa menghambat kelancaran ASI, bukan karena tubuh berhenti memproduksi, tapi karena kondisi emosional memengaruhi cara tubuh melepaskannya. 

Melakukan beberapa cara di atas bisa membuat ibu merasa lebih tenang, yang pada akhirnya mendukung ikatan sehat dengan sang buah hati.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.