Apa Itu Hubungan Situationship? Ketahui 9 Tandanya

Apa Itu Hubungan Situationship? Ketahui 9 Tandanya, 1. Tidak ada perkembangan alami dalam hubungan, 2. Ada orang lain yang terlibat, 3. Hanya membuat rencana jangka pendek atau mendadak, 4. Tidak konsisten, 5. Sering membuat alasan untuk tidak bertemu, 6. Kebanyakan berbicara hal-hal kecil, 7. Tidak ingin serius, 8. Kamu sering merasa cemas, 9. Kamu merasa bosan

Situationship atau hubungan kasual semakin populer seiring berjalannya waktu.

Menurut Jess Carbino, seorang sosiolog kencan dan hubungan, situationship adalah hubungan tanpa status, yakni hubungan romantis yang tidak memiliki komitmen, serta norma dan ekspektasi layaknya yang dimiliki hubungan romantis pada umumnya.

“Hubungan ini ada sebelum atau terlepas dari percakapan yang mendefinisikan hubungan, sehingga bersifat sementara” tambah Saba Harouni Lurie, LMFT, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi.

Dalam hubungan kasual, orang yang kamu kencani bukanlah pasangan resmi, tapi juga bukan sekadar teman.

Mungkin kamu sudah beberapa kali berkencan dengannya, tapi masih terlalu dini untuk mendiskusikan status hubungan.

Atau mungkin kamu memutuskan bahwa ini bukan hubungan yang serius, dia hanya orang yang ingin kamu temui untuk bersenang-senang.

Tanda-tanda hubungan situationship

Berikut ini tanda-tanda kamu sedang berada dalam situationship, menurut para ahli hubungan.

1. Tidak ada perkembangan alami dalam hubungan

Jika kamu tidak mengalami pencapaian atau peristiwa penting dalam hubungan, seperti merayakan hari jadi atau menemui orangtuanya, mungkin inilah saatnya untuk memeriksa kembali hubunganmu.

Menurut Carbino, salah satu gejala utama dari sebuah situationship adalah kamu tidak terintegrasi dalam hubungan sosialnya (keluarga dan teman), atau sebaliknya.

Lamanya hubungan juga merupakan kunci untuk mengevaluasi apabila hubungan tersebut memiliki peluang untuk berkembang menjadi sesuatu yang lebih.

“Hubungan yang terlalu lama seringkali tidak menjanjikan, karena hal ini menandakan kurangnya keinginan dari setidaknya satu pihak untuk membawa hubungan tersebut ke arah yang berbeda dan lebih berkomitmen,” katanya.

2. Ada orang lain yang terlibat

Menurut Lurie, jika pasanganmu terlibat secara romantis dengan orang lain, kamu mungkin berada dalam hubungan situationship ini.

“Bahkan dalam hubungan yang mempraktikkan etika non-monogami, idealnya akan ada batasan yang jelas dan tegas, sehingga semua pihak tetap terinformasi dan dapat menyetujui batasan-batasan dalam hubungan tersebut,” tambahnya.

3. Hanya membuat rencana jangka pendek atau mendadak

Orang-orang yang berada dalam hubungan serius dan berkomitmen membuat rencana hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau terkadang bertahun-tahun sebelumnya.

Namun, mereka yang berada dalam hubungan situationship cenderung membuat rencana dalam jangka waktu yang pendek atau bahkan mendadak.

“Jika kamu berada di dalam hubungan kasual, mungkin kamu sering merasa seperti bermain-main,” kata Abby Medcalf, PhD, seorang pakar hubungan, penulis, dan pembicara yang berbasis di Berkeley, California.

Faktanya, percakapan dalam hubungan situationship hampir hanya melibatkan peristiwa masa kini, seperti “kamu mau makan apa?”.

Logikanya di sini cukup sederhana, jika kamu tidak berencana untuk menjalani hubungan dalam jangka panjang, mengapa harus membicarakannya?

Menurutnya, hubungan situationship pada dasarnya melakukan kegiatan bersama yang terasa tidak memiliki arah, seperti nongkrong sana-sini.

4. Tidak konsisten

Salah satu ciri utama dari hubungan yang berkomitmen adalah kamu sering bertemu dan berbicara dengan pasangan secara teratur.

Menurut Evelyn Pechous, AMFT, seorang staf terapis di The Expansive Group, hubungan situationship memiliki ketidakkonsistenan, terutama dalam hal komunikasi.

“Mereka tidak meminta kamu untuk bertemu tiga kali seminggu,” kata Christie Tcharkhoutian Kederian, PhD, LMFT, seorang pakar hubungan dan mantan mak comblang selebriti di eHarmony.

Bahkan jika kalian bertemu setiap hari dalam satu minggu, mungkin kamu tidak akan menemuinya sama sekali di minggu berikutnya.

Atau mungkin kalian sebelumnya chatting tiap hari, tapi sekarang hanya sebulan sekali.

Kedua contoh tersebut adalah tanda yang jelas, bahwa mereka mungkin tidak ingin melanjutkan hubungan.

5. Sering membuat alasan untuk tidak bertemu

Pernahkah dia beralasan sedang sibuk dan tidak memiliki waktu untuk kamu?

Atau mungkin sedang sakit dan tidak punya energi untuk keluar rumah?

Tcharkhoutian mengatakan, dalam hubungan pada umumnya, kedua belah pihak meluangkan waktu untuk satu sama lain, apa pun peristiwa kehidupan yang sedang terjadi.

“Namun dalam hubungan situationship, tidak ada dorongan untuk menyelesaikan masalah,” tambahnya.

6. Kebanyakan berbicara hal-hal kecil

Mungkin kamu atau dia lebih memilih untuk basa-basi, daripada membicarakan ketakutan, ketidakamanan, atau penyesalan dari hubungan masa lalu.

“Tanpa kepercayaan, tidak akan ada kerentanan, dan tanpa kerentanan, tidak akan ada kedekatan emosional,” kata Medcalf.

Jika percakapan kalian sebagian besar basa-basi, itu adalah tanda bahwa kamu mungkin berada dalam hubungan situationship.

7. Tidak ingin serius

Cara termudah untuk mengetahui apakah kamu sedang berada dalam hubungan situationship adalah dengan pengakuannya sendiri.

“Percayalah pada apa yang ia katakan, manusia bukan makhluk yang rumit,” kata Medcalf.

Namun demikian, tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, jadi perhatikan perilakunya kalau kamu ragu.

Menurutnya, tindakan seseorang akan mencerminkan apa yang dia pikirkan tentang kamu.

Jadi kalau dia tidak menghubungi kamu, mungkin mereka tidak tertarik.

8. Kamu sering merasa cemas

Apakah kamu sering mengalami stres akibat ketidakpastian dari pasanganmu?

“Kamu sedang berada dalam hubungan situationship jika merasa tertekan dan cemas akibat ketidakpastian, ambiguitas, dan ambivalensi,” kata Medcalf.

9. Kamu merasa bosan

Menjalin hubungan yang hidup, berarti terus memiliki pengalaman baru dengan pasangan.

Namun dalam hubungan situationship, kamu mungkin melakukan hal yang sama berulang kali.

“Jika hubungan itu tidak jelas, tidak memiliki arah, dan tidak memiliki struktur, maka hubungan itu akan menjadi basi dan tidak menyenangkan lagi,” kata Tcharkhoutian.