Cara Hilangkan Lemak Viseral dengan Rutin Jalan Kaki
Selain lemak di lipatan perut yang menggelambir, ada jenis lemak lain di perut yang justru lebih berbahaya karena tersembunyi jauh di dalam rongga perut, namanya lemak viseral.
Lemak viseral ini mengelilingi organ-organ seperti hati, pankreas, dan usus. Dengan jumlah yang berlebihan, lemak viseral dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, atau bahkan peradangan kronis.
"Jika jumlahnya berlebihan, lemak ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes, memperburuk gangguan asam lambung, serta meningkatkan peradangan," jelas ahli gizi olahraga Leslie Bonci dikutip dari Eating Well.
Kabar baiknya, mengurangi lemak viseral tidak selalu membutuhkan olahraga berat atau sesi latihan intens di gym, sebab berjalan kaki secara rutin bisa menjadi salah satu cara yang dinilai efektif sekaligus mudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Cara Hilangkan Lemak viseral dengan Berjalan Kaki
ilustrasi jalan kaki. Dokter mengungkap bahwa perubahan pola makan dan olahraga bisa mulai memengaruhi kolesterol dalam hitungan hari, meski hasilnya baru terlihat dalam beberapa minggu.
Bagaimana cara jalan kaki bekerja menghilangkan lemak?
Menurut Leslie, saat melakukan aktivitas berintensitas rendah seperti berjalan kaki, tubuh cenderung menggunakan lemak sebagai sumber energi.
"Saat berolahraga dengan intensitas rendah seperti berjalan kaki, tubuh akan menggunakan lemak viseral sebagai sumber energi lebih awal selama aktivitas berlangsung," ujar Leslie.
Temuan tersebut menjadi alasan mengapa jalan kaki kerap direkomendasikan sebagai olahraga aerobik bagi pemula. Dibandingkan olahraga berintensitas tinggi yang lebih banyak mengandalkan glikogen atau simpanan glukosa tubuh, jalan kaki membantu tubuh memanfaatkan cadangan lemak secara bertahap.
Ahli gizi olahraga Marie Spano menyumbangkan pendapat, katanya jalan kaki juga lebih mudah dipertahankan dibanding bentuk latihan aerobik lain.
"Saya sering merekomendasikan jalan kaki sebagai bentuk utama olahraga aerobik bagi mereka yang lebih menikmatinya dibanding duduk di sepeda statis, menggunakan mesin elliptical, atau bentuk latihan aerobik lainnya," ungkap Marie.
Konsistensi berjalan kaki lebih penting daripada intensitasnya
Tantangan terbesar bagi banyak orang bukan memulai olahraga, melainkan mempertahankannya secara konsisten dalam jangka panjang. Di sinilah jalan kaki memiliki keunggulan.
"Dibanding olahraga yang lebih intens, jalan kaki sering kali unggul dalam hal konsistensi," ujar ahli gizi olahraga Umo Callins.
Menurut Umo, aktivitas ini terasa lebih ramah karena tidak membutuhkan perlengkapan khusus, biaya tambahan, maupun tingkat kebugaran tertentu. Selain itu, jalan kaki juga relatif bersahabat bagi persendian sehingga lebih nyaman dilakukan secara rutin.
Berapa lama harus berjalan?
Eating Well mengutip sebuah tinjauan penelitian yang menemukan bahwa titik optimal untuk membantu mengurangi lemak viseral adalah sekitar 50 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga tinggi sebanyak empat kali per minggu.
Namun angka tersebut bukan aturan mutlak. Leslie menyarankan berjalan selama 30 hingga 60 menit per hari sebanyak lima kali seminggu.
Sementara bagi mereka yang lebih suka menghitung langkah, Marie merekomendasikan target sekitar 7.000 langkah per hari. Menariknya, penelitian juga menunjukkan bahwa tambahan 1.000 langkah per hari tetap memberikan manfaat terhadap penurunan lemak tubuh dan lemak viseral.
Soal kecepatan berjalan, sebuah studi pada perempuan pascamenopause menemukan bahwa berjalan lebih lambat dalam durasi yang lebih panjang mampu mengurangi lemak viseral sama efektifnya dengan berjalan lebih cepat dalam waktu yang lebih singkat.
Jadi, pilihlah ritme berjalan yang sesuai dengan preferensi masing-masing.
Dilengkapi dengan membangun massa otot
Mengurangi lemak viseral tidak hanya bergantung pada olahraga kardio dikutip dari Harvard Health. Dr. Caroline Apovian mengatakan membangun massa otot juga memegang peranan penting.
"Untuk membakar lemak perut, Anda perlu membangun massa otot. Itu berarti meningkatkan latihan beban atau latihan ketahanan," kata Dr. Caroline.
Semakin banyak massa otot yang dimiliki tubuh, menurut Dr. Caroline, semakin efisien pula tubuh membakar kalori dan lemak.
Oleh sebab itu, kombinasi jalan kaki, latihan kekuatan, pola makan bergizi, serta asupan protein yang cukup menjadi rangkaian strategi yang lebih efektif dibandingka hanya berfokus pada penurunan berat badan semata.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang