Kini Berusia 1 Abad, Pola Makan Sehat Jadi Rahasia Umur Panjang Mahatir Mohamad

Rahasia umur panjang Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menjadi sorotan usai genap menginjak usia 100 tahun pada Kamis (10/7/2025).
"Sejujurnya, saya tidak tahu bagaimana saya sebenarnya. Yang bisa saya katakan adalah, saya beruntung tidak menderita penyakit yang memperpendek umur," tulis Mahathir di portal berita News Straits Times pada 2019 silam.
Pria kelahiran Alor Setar, 10 Juli 1925 ini pernah berkelakar bahwa dirinya tidak mungkin hidup lebih dari 75 tahun.
Namun, kebiasaan hidup sehat yang dijalaninya justru membuat Mahathir masih tampak bugar saat menginjak usia satu abad.
Mahathir menyebut sejumlah faktor umur panjang yang dirasakannya. Hal ini mencakup aktivitas fisik yang terus dilakukan meski sudah tidak muda, tetap menjaga kebersihan, sampai aktif membaca dan menulis setiap hari.
Pola makan jadi kunci
faktor tersebut, menurut Mahathir, kebiasaan makan memegang peran utama di balik umur panjangnya.
"Kita harus makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan. Tubuh sebenarnya tidak membutuhkan banyak makanan, kecuali saat masih muda dan sedang tumbuh," kata Mahathir, dikutip dari News Straits Times, Kamis (10/7/2025).
Meski makanan penting untuk pertumbuhan tubuh, kata Mahathir, jumlah makanan seharusnya tidak melebihi kebutuhan.
Jumlah makanan berlebihan bisa mendorong risiko obesitas, terutama di kalangan anak dan remaja.
Penyakit kelebihan berat badan ini tidak baik untuk kesehatan, apalagi bila ingin memperpanjang umur dalam kondisi fit.
"Sulit bagi anak muda untuk menentukan berapa banyak yang harus dimakan. Namun, bentuk tubuhnya akan memberi tahu apakah ia makan terlalu banyak atau tidak," tuturnya.
Bagi anak muda, lebih mudah menjaga tubuh tetap langsing, meski asupan makanannya tinggi. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi penumpukan lemak dalam tubuh.
Jika sudah terjadi tanda-tanda obesitas, ia menyarankan untuk mengontrol kebutuhan makanan lewat diet karbohidrat dan makanan berlemak.
SOLO-JATENG (K203-22) - Mantan PN Malaysia Mahathir: Rahasia Panjang Umur Mahathir Mohamad
Orang tua memiliki peran besar dalam membentuk pola makan anak sejak ini. Alih-alih mengonsumsi banyak karbohidrat dan lemak, anak semestinya diajari mengonsumsi buah dan sayur, sekaligus mengurangi konsumsi gula.
"Kecanduan makanan cepat saji itu berbahaya. Jangan minum lebih dari dua minuman kemasan atau kaleng sehari," kata Mahathir.
Baginya, masalah obesitas umum dimulai pada usia 40 tahun. Pasalnya, lambung akan merespons asupan yang lebih besar dengan ukuran membesar.
Jika lambung membesar, membutuhkan lebih banyak makanan untuk meredakan rasa lapar sehingga makan berlebihan akan mengakibatkan penambahan berat badan.
Tubuh lalu merespons hal ini dengan menyerap makanan dan mengubahnya menjadi lemak, yang kemudian disimpan di seluruh tubuh dan dikenal sebagai obesitas.
Pada akhirnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah dan menyerap nutrisi ke tubuh berukuran besar.
Risiko tekanan darah meningkat dan berbagai penyakit serius lainnya, juga menghantui orang dengan obesitas.
"Jadi, untuk menghindari penyakit tekanan darah, kurangi makan dan jangan gemuk," kata Mahathir.
"Selain jantung, organ tubuh lainnya, seperti hati, ginjal, dan pankreas, akan mengalami stres berlebih. Salah satu dari organ ini dapat gagal berfungsi dan memperpendek usia," pungkasnya.