Rahasia Fitness Konsisten ala Yoshi Sudarso: Tubuh Sehat, Pikiran Tenang

Ilustrasi nge-gym malam
Ilustrasi nge-gym malam

Menjaga tubuh bugar dan pikiran tenang di tengah rutinitas padat bukan hal mudah, apalagi bagi sosok yang bergulat di dunia hiburan seperti Yoshi Sudarso. Aktor keturunan Indonesia yang sempat berkarier di Hollywood ini sudah lebih dari dua dekade menjadikan olahraga bagian penting dari hidupnya.

Ketika ia pindah ke Indonesia delapan tahun lalu, Yoshi justru menemukan tantangan baru dalam mempertahankan gaya hidup sehat yang telah lama ia bangun.

Saat pertama kali menetap di Jakarta pada tahun 2017, Yoshi mengaku sempat kesulitan mencari tempat untuk berolahraga secara konsisten. Kota besar yang padat, kemacetan, dan minimnya fasilitas kebugaran membuatnya harus menyesuaikan diri.

“Saya sendiri sudah nge-gym sejak 20 tahun lalu, jadi sudah terbentuk gaya hidup,” kata Yosi.

Baginya, olahraga bukan lagi sekadar aktivitas tambahan, melainkan bagian dari identitas pribadi. Di Amerika Serikat, budaya fitness sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun di Indonesia, ia melihat kesadaran itu masih berkembang.

Kunci keberhasilan Yoshi dalam mempertahankan tubuh ideal dan stamina bukanlah rahasia besar—melainkan disiplin dan kebiasaan. Ia menempatkan olahraga sebagai prioritas, bukan opsi.

Bagi Yoshi, menjaga tubuh bukan hanya urusan fisik, tapi juga spiritual. Gerak tubuh baginya adalah bentuk meditasi aktif. Ketika tubuh bergerak, pikiran ikut tenang. Dalam rutinitas yang padat antara syuting, pemotretan, dan kegiatan sosial, gym menjadi ruang pribadi untuk menjaga keseimbangan.

Yoshi juga menekankan pentingnya membuat rutinitas realistis. Tidak perlu latihan ekstrem setiap hari; yang penting adalah keberlanjutan.

“Kalau kita menjadikan olahraga bagian dari gaya hidup, bukan kewajiban, maka tubuh kita akan mencari ritme itu sendiri,” ujarnya dalam beberapa kesempatan wawancara sebelumnya.

Yoshi melihat gym bukan hanya tempat untuk membentuk tubuh, melainkan sarana untuk membentuk karakter. Konsistensi, kesabaran, dan kemampuan mendengarkan tubuh menjadi nilai-nilai yang ia terapkan juga dalam kehidupan profesional.

Ia menyebutkan bahwa di Indonesia, kesadaran akan pentingnya gym sebagai bagian gaya hidup memang terus tumbuh. Namun, masih dibutuhkan dukungan lebih besar, baik dari pemerintah maupun masyarakat luas.

“Padahal menurut Yosi, gym adalah bagian dari gaya hidup,” katanya dalam talkshow peluncuran Precision Gym di Jakarta Selatan.

Sebagai Technogym Brand Ambassador, Yoshi terlibat dalam peluncuran Precision Gym — pusat kebugaran yang membawa pendekatan berbeda terhadap dunia fitness. Precision Gym bukan sekadar tempat latihan, melainkan smart wellness hub yang mengintegrasikan sains, teknologi, dan personalisasi.

Setiap anggota gym mendapatkan fitness journey yang berbasis data: mulai dari assessment, training program, recovery, hingga nutrisi — semuanya disesuaikan dengan kebutuhan individu. Didukung oleh peralatan kelas dunia dari Technogym, Precision Gym juga berkolaborasi dengan Widya Genomic (untuk analisis genetik dan epigenetik) serta Pause & Play (untuk dukungan mental dan keseimbangan emosional).

Konsep ini sejalan dengan cara Yoshi memandang kebugaran.

Baginya, setiap orang memiliki kebutuhan berbeda. Tidak ada satu pola latihan yang cocok untuk semua orang. Dengan teknologi presisi seperti yang dihadirkan Precision Gym, masyarakat bisa lebih memahami tubuhnya sendiri dan menemukan cara berolahraga yang paling efektif serta aman.

Bagi Yoshi, Precision Gym bukan hanya tempat berlatih, tapi juga simbol perubahan cara pandang masyarakat terhadap wellness.

“Gym sekarang sudah bukan hanya soal angkat beban. Ini tentang memahami diri, memperbaiki kualitas hidup, dan membangun keseimbangan antara tubuh dan pikiran,” ujarnya.

Selama delapan tahun tinggal di Indonesia, Yoshi menyaksikan perubahan besar dalam budaya fitness tanah air. Ia melihat semakin banyak anak muda yang mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari keseharian mereka—meski masih ada kendala dalam akses fasilitas dan edukasi.

“Karena itu, ia mendorong dukungan pemerintah terhadap industri gym, agar kesadaran orang terkait pentingnya olahraga sebagai kebutuhan dalam hidup.”

Baginya, perubahan gaya hidup harus dimulai dari kesadaran bahwa kesehatan adalah kebutuhan dasar, bukan kemewahan. Jika industri gym bisa berkembang dengan dukungan kebijakan yang tepat, masyarakat akan lebih mudah menjangkau fasilitas kebugaran yang berkualitas dan terjangkau.

Bagi Yoshi, keseimbangan antara tubuh dan pikiran adalah fondasi kebahagiaan. Ia percaya bahwa olahraga rutin bukan hanya membentuk otot, tapi juga membangun ketenangan batin.

Rutinitasnya bukan sekadar angkat beban atau latihan kardio. Yoshi juga mengutamakan istirahat cukup, pola makan seimbang, dan menjaga hubungan sosial yang positif.

“Olahraga itu membuat saya lebih fokus, lebih sabar, dan lebih tenang menghadapi tekanan hidup,” tuturnya dalam berbagai sesi bincang santai dengan komunitas penggemarnya.

Filosofinya sederhana: tubuh dan pikiran harus dijaga seimbang. Ketika tubuh bugar, pikiran ikut jernih; dan ketika pikiran tenang, energi positif akan memancar dari dalam.