Benarkah Buka Puasa Makan Kurma Lebih Sehat Dibanding Minum Sirup?
Anjuran berbuka puasa dengan yang manis kerap disalahartikan sebagai mengonsumsi banyak sajian tanpa terkecuali, termasuk sirup.
Selama bulan puasa, sirup banyak digunakan untuk membuat minuman manis dengan buah segar maupun bahan lainnya.
Padahal, menurut Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin, minum sirup bukanlah pilihan tepat saat berbuka puasa.
"Saat kita minum sirup yang masuk ke tubuh itu hanya air dan gula pasir cair karena tidak ada seratnya," jelas Budi dalam unggahan Instagram resmi @bgsadikin pada Sabtu (21/2/2026).
Hal tersebut membuat gula cepat menyerap ke dalam darah dan membuat pankreas bekerja keras. Risiko diabetes pun meningkat.
Dibandingkan dengan sirup, Budi justru menyarankan konsumsi kurma sebagai takjil manis saat berbuka puasa.
Kemenkeu kenakan bea masuk tambahan impor sirop fruktosa dari 3 negara.
Kurma mengandung gula dan bercita rasa manis seperti sirup, tapi lebih sehat karena mengandung serat.
"Yang disunnahkan dan yang paling sehat secara medis adalah kurma. Manisnya pas, seratnya tinggi, dan manfaatnya luar biasa buat pencernaan," jelas Budi.
Serat dalam kurma lah yang membuat penyerapan gula menjadi lebih pelan dan terkontrol sehingga gula darah naik secara bertahap dan stabil.
"Jadi kita nggak gampang lemas atau mengantuk setelah berbuka. Jadi jelas ya teman-teman. Sunnah Nabi makan kurma itu ternyata sangat ilmiah dan sehat banget," imbau dia.
Manfaat makan kurma
Serat bukan satu-satunya nutrisi yang terkandung dalam kurma. Masih ada protein, vitamin, sampai magnesium yang juga terdapat dalam buah ini.
Setiap 100 gram kurma Medjool mengandung 277 kalori, 75 gram karbohidrat, 7 gram serat, 2 gram protein, serta vitamin B6, magnesium, dan potasium.
Kandungan nutrisi kurma ini membawa sejumlah manfaat kesehatan, seperti dilansir Healthline pada Selasa (24/2/2026) berikut ini.
1. Melancarkan pencernaan
Serat bukan hanya bermanfaat untuk mengontrol gula darah, tapi juga membantu melancarkan pencernaan.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2015 menemukan bahwa 21 orang yang mengonsumsi 7 buah kurma per hari selama 21 hari, mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dibandingkan ketika mereka tidak mengonsumsi kurma.
2. Penangkal penyakit
Kurma kaya antioksidan, di antaranya flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik, yang membantu menangkal penyakit.
Kandungan antioksidan dalam kurma dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas penyebab penyakit, termasuk kanker dan jantung.
3. Pengganti gula pasir
Saking manisnya kurma, buah ini dapat dijadikan pengganti gula pasir. Gula dalam termasuk fruktosa atau jenis gula alami yang umum ditemukan dalam buah.
Itu sebabnya, kurma terasa sangat manis dan cocok dijadikan pengganti gula putih yang sehat. Baik untuk membuat makanan maupun minuman.
4. Membantu menyehatkan tulang
Kurma mengandung beberapa mineral, termasuk fosfor, kalsium, dan magnesium. Semua mineral ini telah diteliti potensinya untuk mencegah kondisi terkait tulang, seperti osteoporosis.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang