Sosok Bupati Bandung Dadang Supriatna yang Kritik Pemprov Jabar Lamban Tangani Jembatan Sasak Geulis
Pemerintah Kabupaten Bandung mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera melakukan perbaikan Jembatan Sasak Geulis (Dakol) yang kondisinya kian memprihatinkan.
Infrastruktur penghubung yang berada di wilayah Dayeuhkolot–Bojongsoang itu dinilai sudah tidak lagi layak dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Desakan tersebut menguat setelah aksi protes warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat (Gema) Kabupaten Bandung.
Mereka memasang spanduk di sekitar jembatan pada Jumat (6/2/2026) sebagai bentuk kekecewaan atas kondisi jembatan yang disebut telah rusak dan mengalami retakan selama hampir empat tahun tanpa perbaikan berarti.
Jika tidak ada tindak lanjut konkret dari pemerintah provinsi, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyatakan siap mengambil alih status jalan tersebut menjadi kewenangan kabupaten demi menjamin keselamatan masyarakat.
Apa yang Membuat Kondisi Jembatan Sasak Geulis Mengkhawatirkan?
Sorotan utama Pemerintah Kabupaten Bandung tertuju pada kondisi struktur Jembatan Sasak Geulis yang mengalami retakan serius.
Retakan tersebut terlihat jelas di sejumlah bagian jembatan dan dinilai terus membesar seiring waktu.
Menurut Dadang, persoalan ini sudah berulang kali disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat, baik secara lisan maupun tertulis. Namun, hingga kini belum ada perbaikan nyata di lapangan.
“Retak itu sudah bukan lagi ucapan dan tulisan, saya sudah menyampaikan. Kalau seandainya ini menunggu ambrol dulu, saya akan sampaikan langsung kepada Menteri PU atau pemerintah pusat. Ini membahayakan sebelum ada korban jiwa,” ujar Dadang saat dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
Ia menegaskan bahwa keselamatan warga tidak boleh menunggu hingga terjadi insiden fatal. Menurutnya, kondisi jembatan yang retak merupakan peringatan serius yang harus segera direspons.
Bupati Bandung Barat Dadang Supriatna mengancam akan mengambil alih Jembatan Sasak Geulis karena menilai Pemprov Jabar lambat.
Mengapa Respons Pemprov Jabar Dinilai Lambat?
Dadang menyayangkan lambatnya respons Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menangani infrastruktur yang dinilainya sangat vital bagi mobilitas warga.
Jembatan Sasak Geulis merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah kawasan padat penduduk dan jalur aktivitas ekonomi.
Ia menilai koordinasi lintas wilayah, khususnya di kawasan Sapan Tegaluar, Cipamokolan, dan Bojong Mas, seharusnya menjadi bahan evaluasi agar program pembangunan infrastruktur lebih tepat sasaran.
Menurut Dadang, pemerintah provinsi maupun pusat perlu lebih proaktif mendengar aspirasi kepala daerah dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
“Alangkah bijaknya setiap program ini, kepala daerahnya ditanya. Kebutuhan daerah seperti apa yang jadi prioritas? Saya tidak menuntut banyak, silakan selesaikan sesuai fungsi masing-masing. Kalau jalan provinsi, tolong diperhatikan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dadang telah memerintahkan jajarannya untuk mengkaji pengusulan kembali status Jembatan Sasak Geulis menjadi jalan kabupaten.
Langkah ini diambil agar Pemerintah Kabupaten Bandung memiliki kewenangan langsung untuk melakukan perbaikan tanpa harus menunggu keputusan dari tingkat provinsi.
Siapa Sosok Dadang Supriatna, Bupati Bandung?
Dadang Supriatna lahir di Bandung pada 7 Agustus 1971. Ia besar di Jalan Raya Sapan, Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Pendidikan dasarnya ditempuh di MI Sapan, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 2 Buahbatu dan STM Igasar Pindad Bandung.
Ia meraih gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Langlangbuana. Pendidikan magister Ilmu Pemerintahan juga ditempuh di kampus yang sama.
Selanjutnya, Dadang menyelesaikan studi doktor Ilmu Ekonomi dengan konsentrasi Keuangan, Pemasaran, dan Manajemen Sumber Daya Manusia di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti.
Karier politik Dadang diawali sebagai Kepala Desa Tegalluar selama dua periode. Ia kemudian terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Bandung selama dua periode.
Pada Pilkada Kabupaten Bandung 2020, Dadang maju sebagai calon bupati berpasangan dengan Sahrul Gunawan. Saat ini, Dadang kembali menjabat sebagai Bupati Bandung bersama wakilnya Ali Syakieb.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dan Kompas.com dengan judul "Pemprov Jabar Dinilai Lamban, Bupati Bandung Ancam Ambil Alih Jembatan Rusak".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang