Tren ‘Short Escape’ Keluarga Mendorong Pertumbuhan Industri Travel di Q4

Ilustrasi liburan
Ilustrasi liburan

Menjelang akhir tahun, kecenderungan masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan singkat atau tmennya disebut "short escape" tampak semakin kuat. Pergeseran preferensi ini turut menjadi pendorong meningkatnya aktivitas industri perjalanan, terutama pada kuartal IV yang menjadi momentum penting bagi pelaku pariwisata. 

Liburan keluarga dengan durasi pendek namun berkesan dinilai lebih praktis, mudah direncanakan, dan mampu memberikan jeda yang cukup di tengah padatnya rutinitas.

Di tengah meningkatnya minat tersebut, Traveloka melihat pola serupa melalui program akhir tahun yang mereka luncurkan. Perusahaan menyebut bahwa wisatawan kini semakin mencari pengalaman yang mampu mempererat kebersamaan, dengan fokus pada destinasi yang mudah dijangkau serta menawarkan atraksi ramah keluarga.

“Menjelang akhir tahun, para wisatawan ingin menikmati perjalanan yang penuh pengalaman baru dan kebersamaan yang tak terlupakan,” ujar Charles Wong, Vice President of Commercial, Traveloka, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Kamis, 4 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa momentum perjalanan regional, terutama yang berfokus pada keluarga, menunjukkan tren yang kuat. “Kami melihat momentum yang kuat untuk liburan regional dan perjalanan yang berfokus pada keluarga, dan 12.12 Super Sale kami dirancang untuk memimpin perubahan ini dengan membuat destinasi populer dan pengalaman pilihan menjadi lebih mudah diakses, terjangkau, dan nyaman,” paparnya. 

Ilustrasi liburan

Dalam pemetaan berdasarkan data pemesanan terkini, Traveloka mencatat munculnya 12 destinasi domestik dan internasional yang paling diminati masyarakat Indonesia untuk liburan akhir tahun. Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok tetap menjadi pilihan utama untuk perjalanan jarak dekat di Asia Tenggara. 

Sementara Hong Kong, Tokyo, dan Seoul masih mempertahankan posisinya sebagai favorit bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan jarak jauh. Adapun untuk destinasi dalam negeri, Bali, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Jakarta, dan Lombok menjadi yang paling banyak dicari.

Minat terhadap perjalanan berbasis pengalaman juga tercermin dari jenis aktivitas yang dipilih wisatawan. Beragam atraksi keluarga menjadi daya tarik utama di berbagai negara seperti Universal Studios Singapore, Oceanarium, dan museum interaktif di Singapura; Sunway Lagoon dan Aquaria KLCC di Kuala Lumpur; hingga SEA LIFE Bangkok Ocean World dan berbagai atraksi modern di Bangkok. 

Untuk perjalanan dengan durasi lebih panjang, Tokyo, Seoul, dan Hong Kong menawarkan kemudahan akses transportasi, pilihan akomodasi keluarga, serta atraksi berskala besar seperti Disneyland dan Lotte World yang terus menjadi magnet bagi wisatawan.

Sementara itu, destinasi domestik menunjukkan daya tarik yang tak kalah besar. Bali masih menjadi pusat wisata alam dan rekreasi keluarga, diikuti Yogyakarta dengan kekayaan budaya dan pengalaman seperti VW Safari Borobudur serta kunjungan ke Taman Sari. 

Surabaya, Bandung, dan Jakarta juga menawarkan ragam aktivitas ramah anak, sementara Makassar dan Lombok menarik bagi keluarga yang ingin menikmati suasana pantai atau perjalanan yang lebih panjang. Peningkatan minat perjalanan keluarga pada akhir tahun turut diperkuat oleh penawaran promosi yang diluncurkan industri. 

Dalam kampanye Traveloka 12.12 Super Sale, perusahaan menyediakan berbagai penawaran yang diklaim membantu wisatawan merencanakan perjalanan dengan lebih hemat, mulai dari tarif hotel bintang 4–5 yang ditawarkan pada harga khusus, tiket pesawat untuk rute regional dan jarak jauh, hingga potongan harga pada atraksi wisata.

Kombinasi antara meningkatnya minat terhadap perjalanan pendek, tersedianya beragam pilihan aktivitas keluarga, dan agresifnya kampanye promosi mendorong sektor perjalanan memasuki fase pertumbuhan yang stabil di kuartal IV.