Kementerian Haji Bakal Akreditasi Seluruh Travel Umrah Imbas Maraknya Penipuan

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan (kanan)
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan (kanan)

 Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf mengaku pihaknya telah melakukan mediasi antara jemaah yang menjadi korban penipuan dengan travel Hanania. Namun, kata Irfan, upaya mediasi gagal sehingga masuk ke pengaduan polisi.

"Terkait Hanania kita sudah mencoba memediasi antara korban, konsumen dan Hanania. Sudah 2 bulan lalu, 3 bulan lalu. Tapi rupanya kesepakatan antara mereka ternyata tidak bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Akhirnya masuklah ke ranah pengaduan ke kepolisian. Sudah 2 bulan kami," kata Irfan, Kamis, 11 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ditanya kemungkinan pemerintah membantu pengembalian dana para calon jemaah, ia menegaskan pihaknya telah berusaha memfasilitasi penyelesaian melalui jalur mediasi. 

Namun, menurutnya, pihak travel diduga mengalami kendala keuangan sehingga tidak mampu memenuhi kesepakatan yang telah dibuat.

"Kita sudah mencoba memediasi tapi rupanya teman-teman dari Hanania ini kayaknya agak, atau memang tidak ada dana atau bagaimana. Akhirnya masuklah ke kepolisian," ujarnya.

Untuk mencegah terulangnya kasus penipuan, pemerintah akan memperketat pengawasan dan pelaksanaannya.

Fokus utama pemerintah, kata dia, adalah memastikan regulasi berjalan dengan baik serta memberikan perlindungan kepada konsumen.

"Tentu pendaftaran, kemudian pengawasan dalam pelaksanaannya. Walaupun di Kementerian Haji dan Umrah ini, umrah kita tidak melaksanakan, tapi kita hanya memastikan bahwa regulasi harus ditegakkan. Yang kedua adalah pelindungan pada konsumen maupun calon-calon konsumen. Itu yang harus kita lakukan," pungkasnya.

Irfan mengatakan pihaknya akan melakukan akreditasi biro perjalanan umrah. Akreditasi tersebut dilakukan setelah adanya kasus gagal berangkat umrah yang dilakukan oleh Hanania Travel.

"Kita akan akreditasi semua travel-travel dan tentu saja kita akan minta kepada calon-calon konsumen berhati-hati dalam menentukan dan memilih travel yang akan digunakan dalam menjalankan baik haji maupun umrah," ungkapnya.

Diketahui, Kasus dugaan penyelewengan dana jemaah umrah yang menyeret Hanania Travel masih menjadi sorotan publik. Pihak kepolisian mengungkap bahwa sebagian dana yang disetorkan calon jemaah diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya, melainkan dialihkan untuk kepentingan lain, termasuk pembayaran influencer.

Direktur Utama PT Khazanah Tamma Internasional atau Hanania Group Travel, Ahmad Syah Farhan (ASF), telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana jemaah umrah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam proses penyidikan, polisi menemukan indikasi bahwa sebagian uang dari para jemaah tidak digunakan untuk kebutuhan perjalanan ibadah umrah seperti yang dijanjikan.

Sebaliknya, dana tersebut diduga digunakan untuk keperluan di luar operasional keberangkatan jemaah, termasuk pembayaran jasa promosi kepada sejumlah influencer media sosial.