Cair Mulai 2 Juni 2026, Cek Besaran Gaji ke-13 ASN, Daftar Penerima dan Kelompok yang Tidak Menerima

gaji ke-13, gaji ke-13 2026, gaji ke-13 PNS, Cair Mulai 2 Juni 2026, Cek Besaran Gaji ke-13 ASN, Daftar Penerima dan Kelompok yang Tidak Menerima, Komponen gaji ke-13 2026, Besaran gaji ke-13 PNS 2026, Besaran gaji ke-13 PPPK 2026, Besaran gaji ke-13 pensiunan 2026, Kelompok yang tidak menerima gaji ke-13

Gaji ke-13 untuk sebagian aparatur sipil negara atau ASN mulai dicairkan pada Selasa (2/6/2026).

Pencairan gaji ke-13 tersebut diumumkan PT Taspen (Persero) melalui akun Instagram resminya, @taspen, pada Sabtu (23/5/2026).

“TASPEN mulai menyalurkan Gaji Ketiga Belas Tahun 2026 paling cepat pada 2 Juni 2026 sebagai bentuk komitmen dalam memastikan manfaat pensiun diterima tepat waktu,” tulis Taspen dalam unggahannya.

Gaji ke-13 merupakan penghasilan tambahan di luar gaji bulanan yang diberikan kepada ASN, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), anggota TNI, anggota Polri, pejabat negara, pensiunan, dan penerima tunjangan.

Pada 2026, penyaluran gaji ke-13 dilakukan melalui 46 mitra bayar di seluruh Indonesia.

Lantas, berapa besaran gaji ke-13 2026 untuk PNS, PPPK, dan pensiunan?

Komponen gaji ke-13 2026

Besaran gaji ke-13 tahun 2026 diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pemberian THR dan Gaji Ketiga Belas kepada Aparatur Negara, Pensiunan, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan.

Berdasarkan aturan tersebut, gaji ke-13 tidak hanya terdiri dari gaji pokok.

Gaji ke-13 juga mencakup sejumlah komponen tunjangan yang melekat pada penghasilan ASN.

Berikut komponen gaji ke-13 tahun 2026:

  • Gaji pokok.
  • Tunjangan keluarga.
  • Tunjangan kebutuhan pokok.
  • Tunjangan jabatan atau tunjangan umum.
  • Tambahan penghasilan berdasarkan kinerja.

Dengan komponen tersebut, nominal gaji ke-13 yang diterima setiap ASN dapat berbeda-beda.

Perbedaan nominal bergantung pada pangkat, jabatan, kelas jabatan, status kepegawaian, dan ketentuan tunjangan masing-masing.

Besaran gaji ke-13 PNS 2026

Besaran gaji ke-13 PNS mengikuti ketentuan yang tercantum dalam PP Nomor 9 Tahun 2026.

Untuk pimpinan, anggota, dan pegawai non-pegawai ASN yang bertugas pada instansi pemerintah, lembaga non-struktural, serta perguruan tinggi negeri baru, besaran maksimalnya diatur berdasarkan jabatan, eselon, pendidikan, dan masa kerja.

Berikut perinciannya:

Pimpinan dan anggota lembaga non-struktural

  • Ketua/Kepala: Rp 31.474.800.
  • Wakil ketua: Rp 29.665.400.
  • Sekretaris: Rp 28.104.300.
  • Anggota: Rp 28.104.300.

Pegawai non-pegawai ASN di lembaga non-struktural setara eselon

  • Eselon I: Rp 24.886.200.
  • Eselon II: Rp 19.514.300.
  • Eselon III: Rp 13.842.300.
  • Eselon IV: Rp 10.612.900.

Pegawai non-pegawai ASN di instansi pemerintah dan perguruan tinggi

Untuk pendidikan SD/SMP/sederajat:

  • Masa kerja sampai 10 tahun: Rp 4.285.200.
  • Masa kerja di atas 10 tahun: Rp 4.639.300.
  • Masa kerja di atas 20 tahun: Rp 5.052.600.

Untuk pendidikan SMA/DI/sederajat:

  • Masa kerja sampai 10 tahun: Rp 4.907.700.
  • Masa kerja di atas 10 tahun: Rp 5.347.400.
  • Masa kerja di atas 20 tahun: Rp 5.861.500.

Untuk pendidikan DII/DIII/sederajat:

  • Masa kerja sampai 10 tahun: Rp 5.488.500.
  • Masa kerja di atas 10 tahun: Rp 5.966.100.
  • Masa kerja di atas 20 tahun: Rp 6.524.200.

Untuk pendidikan S1/DIV/sederajat:

  • Masa kerja sampai 10 tahun: Rp 6.591.000.
  • Masa kerja di atas 10 tahun: Rp 7.160.500.
  • Masa kerja di atas 20 tahun: Rp 7.825.800.

Untuk pendidikan S2/S3/sederajat:

  • Masa kerja sampai 10 tahun: Rp 7.764.100.
  • Masa kerja di atas 10 tahun: Rp 8.357.500.
  • Masa kerja di atas 20 tahun: Rp 9.050.500.

gaji ke-13, gaji ke-13 2026, gaji ke-13 PNS, Cair Mulai 2 Juni 2026, Cek Besaran Gaji ke-13 ASN, Daftar Penerima dan Kelompok yang Tidak Menerima, Komponen gaji ke-13 2026, Besaran gaji ke-13 PNS 2026, Besaran gaji ke-13 PPPK 2026, Besaran gaji ke-13 pensiunan 2026, Kelompok yang tidak menerima gaji ke-13

Ilustrasi uang, gaji ke 13 2026, gaji 13 2026. Gaji ke-13 PNS 2026. Gaji ke-13 pensiunan PNS 2026.

Besaran gaji ke-13 PPPK 2026

Besaran gaji pokok PPPK mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 11 Tahun 2024, yang merevisi Perpres Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK.

Nominal gaji pokok PPPK berbeda-beda berdasarkan golongan dan masa kerja.

Berikut besaran gaji pokok PPPK yang menjadi dasar perhitungan penghasilan:

  • Golongan I, masa kerja 0 tahun: Rp 1.938.500.
  • Golongan II, masa kerja 3 tahun: Rp 2.116.900.
  • Golongan III, masa kerja 3 tahun: Rp 2.206.500.
  • Golongan IV, masa kerja 3 tahun: Rp 2.299.800.
  • Golongan V, masa kerja 0 tahun: Rp 2.511.500.
  • Golongan VI, masa kerja 3 tahun: Rp 2.742.800.
  • Golongan VII, masa kerja 3 tahun: Rp 2.858.800.
  • Golongan VIII, masa kerja 3 tahun: Rp 2.979.700.
  • Golongan IX, masa kerja 0 tahun: Rp 3.203.600.
  • Golongan X, masa kerja 0 tahun: Rp 3.339.100.
  • Golongan XI, masa kerja 0 tahun: Rp 3.480.300.
  • Golongan XII, masa kerja 0 tahun: Rp 3.627.500.
  • Golongan XIII, masa kerja 0 tahun: Rp 3.781.000.
  • Golongan XIV, masa kerja 0 tahun: Rp 3.940.900.
  • Golongan XV, masa kerja 0 tahun: Rp 4.107.600.
  • Golongan XVI, masa kerja 0 tahun: Rp 4.281.400.
  • Golongan XVII, masa kerja 0 tahun: Rp 4.462.500.

Selain gaji pokok, PPPK guru dan non-guru juga dapat menerima sejumlah tunjangan.

Tunjangan tersebut meliputi tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan struktural, tunjangan jabatan fungsional, atau tunjangan lain sesuai ketentuan.

Besaran gaji ke-13 pensiunan 2026

Besaran gaji ke-13 pensiunan disesuaikan dengan penghasilan bulanan terakhir berdasarkan golongan pada Mei 2026.

Corporate Secretary Taspen Henra memastikan, pensiunan tidak perlu mengajukan permohonan atau melakukan autentikasi untuk mencairkan gaji ke-13.

“Pembayaran ini mencerminkan apresiasi negara terhadap kontribusi para pensiunan, sekaligus menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin kesejahteraan ASN aktif maupun yang telah menyelesaikan masa baktinya,” ujar Henra, dikutip dari KompasTV.

Berikut besaran gaji pensiunan berdasarkan golongan:

Golongan I

  • IA: Rp 1.748.100-Rp 1.962.200.
  • IB: Rp 1.748.100-Rp 2.077.300.
  • IC: Rp 1.748.100-Rp 2.165.200.
  • ID: Rp 1.748.100-Rp 2.256.700.

Golongan II

  • IIA: Rp 1.748.100-Rp 2.833.900.
  • IIB: Rp 1.748.100-Rp 2.953.800.
  • IIC: Rp 1.748.100-Rp 3.078.700.
  • IID: Rp 1.748.100-Rp 3.208.800.

Golongan III

  • IIIA: Rp 1.748.100-Rp 3.558.600.
  • IIIB: Rp 1.748.100-Rp 3.709.200.
  • IIIC: Rp 1.748.100-Rp 3.866.100.
  • IIID: Rp 1.748.100-Rp 4.029.600.

Golongan IV

  • IVA: Rp 1.748.100-Rp 4.200.000.
  • IVB: Rp 1.748.100-Rp 4.377.800.
  • IVC: Rp 1.748.100-Rp 4.562.900.
  • IVD: Rp 1.748.100-Rp 4.755.900.
  • IVE: Rp 1.748.096-Rp 4.957.100.

Daftar penerima gaji ke-13 2026

Berdasarkan Pasal 3 PP Nomor 9 Tahun 2026, gaji ke-13 diberikan kepada sejumlah kelompok aparatur negara dan penerima manfaat.

Berikut daftar penerima gaji ke-13 2026:

  • Pegawai Negeri Sipil atau PNS.
  • Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK.
  • Prajurit TNI.
  • Anggota Polri.
  • Pejabat negara.
  • Pensiunan.
  • Pegawai non-ASN pada instansi pemerintah tertentu.

Kelompok yang tidak menerima gaji ke-13

Tidak semua aparatur negara berhak menerima gaji ke-13.

Pasal 8 PP Nomor 9 Tahun 2026 mengatur bahwa PNS, prajurit TNI, dan anggota Polri tidak menerima gaji ke-13 apabila berada dalam kondisi tertentu.

Berikut kelompok ASN yang tidak menerima gaji ke-13:

  • Sedang cuti di luar tanggungan negara atau dengan sebutan lain.
  • Sedang ditugaskan di luar instansi pemerintah, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dengan gaji yang dibayar oleh instansi tempat penugasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian, gaji ke-13 2026 tidak hanya diberikan kepada ASN aktif, tetapi juga pensiunan, penerima pensiun, dan penerima tunjangan yang memenuhi ketentuan.

Pencairan yang dimulai paling cepat pada 2 Juni 2026 dapat berbeda waktunya sesuai mekanisme penyaluran masing-masing instansi dan mitra bayar.

Sebagian artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul .

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang