Suaminya Diduga Selingkuh dengan Inara Rusli, Wardatina Unggah Kalimat Menohok
Inara Rusli mendadak menjadi sorotan publik setelah terseret dalam isu dugaan perselingkuhan. Namanya disebut terlibat hubungan terlarang dengan suami konten kreator Wardatina Mawa. Bahkan pada Sabtu, 22 November 2025, Wardatina resmi melaporkan suaminya, Insanul Fahmi, bersama Inara Rusli ke Polda Metro Jaya atas dugaan perselingkuhan dan perzinahan.
Sebelum resmi melaporkan ke pihak berwajib, Wardatina terlihat sempat mengungkapkan isi hatinya melalui media sosial. Dalam Instagramnya, Wardatina sempat mengunggah tulisan bernada sindiran di Instagram yang menyinggung tentang seseorang yang tega menyakiti hati orang lain meski ia sendiri pernah disakiti.
”Adaa memangg orang yang sudah pernah disakitin, tapi tetap tega nyakitin orang lain,” tulis dia.
Wardatina mengaku dulu ia percaya bahwa seseorang yang pernah terluka akan berusaha keras untuk tidak menyakiti orang lain. Namun kenyataan yang ia alami justru sebaliknya, ada orang yang pernah menjadi korban, tetapi tetap mampu melukai hati orang lain tanpa rasa bersalah.
”Aku dulu selalu percaya, orang yang pernah terluka pasti bakal lebih hati-hati dalam memperlakukan hati orang lain. Aku pikir, rasa sakit itu akan ngajarin kita buat jadi lebih lembut, lebih peka, lebih manusiawi. Tapi ternyata nggak semua orang bisa begitu,” tulis dia.
Lebih lanjut dalam unggahannya itu, Wardatina juga menyinggung bahwa luka seharusnya menjadi pelajaran untuk tidak membuat orang lain merasakan hal serupa.
”Ada yang lukanya justru dijadikan alasan untuk membenarkan sikapnya. “Dulu aku pernah disakitin,” katanya… seolah kalimat itu otomatis bikin semua perilakunya bisa dimaklumi, seolah itu cukup kuat buat menutupi cara dia melukai orang lain. Padahal luka itu harusnya jadi tempat belajar, bukan tempat bersembunyi. Harusnya bikin kita ngerti betapa nggak enaknya diperlakukan sembarangan. Harusnya bikin kita lebih menghargai perasaan orang lain, bukan malah nambahin luka baru ke hati yang lagi berusaha bertahan,” tulis dia.
Dengan apa yang terjadi padanya, Wardatina menyimpulkan bahwa ternyata tidak semua orang yang terluka benar-benar ingin pulih dari rasa sakit tersebut. Salah satunya bisa terlihat dari bagaimana orang tersebut yang melanjutkan rasa sakitnya dengan memberikannya ke orang tedekat.
”Dan di titik itu, aku sadar… nggak semua orang yang terluka ingin sembuh. Ada yang cuma ingin melanjutkan rasa sakit yang dia terima, ke siapa pun yang sayangnya lagi berdiri paling dekat,” tulis dia.