Terungkap! Sosok MT di Balik Kasus Dugaan Pelecehan FH UI: Pelaku Sekaligus Penyebar Chat

Isi Chat Viral FH UI
Isi Chat Viral FH UI

 Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) terus menjadi sorotan publik. Perkembangan terbaru mengungkap peran penting sosok berinisial MT, yang disebut sebagai figur kunci dalam terbongkarnya percakapan grup yang berisi konten bernuansa pelecehan seksual tersebut.

Nama MT mencuat setelah ia diduga menjadi pihak pertama yang menyebarkan isi percakapan grup chat mahasiswa FH UI ke media sosial hingga viral. Unggahan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat luas, sekaligus membuka tabir praktik komunikasi yang dinilai tidak pantas di lingkungan akademik. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menariknya, tindakan MT menuai dua sisi penilaian. Di satu sisi, ia dianggap sebagai pihak yang berperan dalam mengungkap kasus ke publik atau semacam “whistleblower”. 

Namun di sisi lain, posisinya sebagai anggota grup yang juga terlibat dalam percakapan tersebut menimbulkan pertanyaan etis. Publik menilai bahwa perannya sebagai penyebar informasi tidak serta-merta menghapus tanggung jawabnya atas dugaan keterlibatan dalam isi percakapan tersebut.

Dalam sebuah forum terbuka yang membahas kasus ini, terungkap bahwa grup chat tersebut awalnya dibentuk untuk tujuan yang wajar. 

“Grup dibentuk sejak maba oleh 10 orang karena mereka tinggal di satu kos. Untuk memudahkan pembayaran dan koordinasi,” ungkap salah satu terduga anggota dalam forum tersebut, dikutip Selasa 14 April 2026.

Seiring waktu, fungsi grup mengalami pergeseran. Percakapan yang semula bersifat administratif dan koordinatif berkembang ke arah yang tidak relevan, bahkan mengarah pada konten yang diduga mengandung unsur pelecehan seksual secara verbal. 

MT sendiri mengaku tetap berada dalam grup tersebut karena alasan praktis, mengingat grup masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari antar penghuni kos.

Fakta lain yang terungkap adalah latar belakang personal yang diduga menjadi pemicu penyebaran chat tersebut. Percakapan dalam grup diketahui oleh kekasih MT, yang kemudian mendorongnya untuk membongkar isi grup ke publik. Kondisi ini menimbulkan spekulasi bahwa kasus yang kini menjadi perhatian nasional berawal dari konflik pribadi yang berkembang menjadi isu publik yang lebih luas.

Pengakuan tersebut memicu beragam reaksi. Sebagian pihak menilai langkah MT sebagai bentuk keberanian dalam mengungkap kebenaran, sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai tindakan defensif setelah posisinya terpojok.

Lebih lanjut, dalam forum yang sama disebutkan bahwa anggota grup awalnya berjumlah sekitar 10 orang yang tinggal di satu kos. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah anggota bertambah, termasuk mahasiswa lain yang diundang pada periode berikutnya. Dinamika tersebut diduga turut memengaruhi perubahan arah percakapan dalam grup.

Tindakan Pihak Universitas Indonesia

Sementara itu, pihak Universitas Indonesia menegaskan komitmennya dalam menangani kasus ini secara serius. Melalui Direktur Humas, Erwin Agustian Panigoro, UI menyatakan bahwa proses investigasi sedang berlangsung melalui Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) dengan pendekatan yang berperspektif pada korban. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setiap bentuk kekerasan seksual merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar universitas,” ujarnya.

Hingga kini, proses penelusuran fakta masih berjalan. Publik pun menantikan hasil investigasi resmi yang diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus keadilan bagi semua pihak yang terlibat.