Ustaz Abi Makki Sebut Dugaan Kasus Pelecehan oleh SAM sebagai 'Musibah Besar', Ujian Berat bagi Umat Muslim

Ustaz Abi Makki
Ustaz Abi Makki

 Dugaan kasus pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry menuai perhatian luas dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Ustaz Abi Makki menyebut situasi ini sebagai musibah besar yang menjadi ujian berat bagi umat Islam.

Dalam pernyataannya, Ustaz Abi Makki menegaskan bahwa kasus yang melibatkan seorang tokoh agama tentu menimbulkan dampak emosional bagi banyak pihak. Apalagi, sosok yang selama ini dikenal sebagai pemuka agama memiliki posisi penting dalam kehidupan spiritual masyarakat. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ini mungkin sebagai ujian ya buat kita dan seluruh muslimin muslimat dengan keadaan ini musibah, musibah yang cukup besar,” ujar Ustaz Abi Makki yang dikutip dari tayangan YouTube pada Jumat, 17 April 2026. 

Ia menilai bahwa peristiwa seperti ini harus dipahami sebagai ujian yang tidak hanya menimpa individu tertentu, tetapi juga menjadi pelajaran bagi masyarakat luas. Menurutnya, umat perlu lebih berhati-hati dalam memilih figur panutan serta memahami pentingnya menilai karakter seorang guru secara menyeluruh.

Meski demikian, Ustaz Abi Makki juga menyampaikan keyakinannya bahwa kecintaan umat terhadap Al-Qur’an dan para ulama tidak akan luntur hanya karena ulah oknum tertentu. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat menjaga keimanan dan kepercayaan terhadap nilai-nilai agama.

“Untuk hal ini lah mungkin sebagai santri atau apa bener-bener melihat alhamdulillah samti itu artinya lihatlah guru yang akan menyampaikan itu seperti apa. Lalu ketika melihat ada guru SAM itu ternyata melakukan seperti ini saya yakin tidak akan berpengaruh terhadap orang-orang yang mencintai Al-Qur'an dan mencintai ulama. Tidak akan berpengaruh,” lanjutnya.

Kasus yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry disebut melibatkan sejumlah santri laki-laki dari beberapa pesantren. Dugaan ini mencuat setelah terungkap adanya pola pendekatan yang dilakukan dengan iming-iming pendidikan ke luar negeri, khususnya ke Mesir.

Ustaz Abi Makki menjelaskan bahwa janji tersebut menjadi salah satu cara untuk menarik minat para santri yang memiliki impian melanjutkan pendidikan di Timur

Tengah. Bahkan, dalam beberapa kasus, ada santri yang benar-benar diberangkatkan ke luar negeri.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa biaya keberangkatan tersebut diduga berasal dari dana umat. Hal ini menjadi perhatian tersendiri karena dana tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan pendidikan dan kegiatan positif lainnya.

Saat ini, jumlah korban yang dilaporkan mencapai lima orang, seluruhnya berasal dari lingkungan pesantren. Para korban disebut masih menjalani proses pemulihan, terutama dari sisi psikologis, akibat pengalaman yang mereka alami.

Menurut Ustaz Abi Makki, kondisi para korban berangsur membaik meskipun proses pemulihan membutuhkan waktu. Ia berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar lebih waspada di masa depan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menekankan pentingnya dukungan moral bagi para korban agar mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan baik. Selain itu, masyarakat diharapkan tidak menutup mata terhadap kasus serupa, sehingga tidak ada lagi korban baru di kemudian hari.

Kasus yang disebut telah bergulir sejak 2021 ini kembali mencuat setelah muncul berbagai pengakuan baru. Situasi tersebut membuat publik semakin menaruh perhatian terhadap proses hukum yang berjalan, sekaligus berharap keadilan dapat ditegakkan demi melindungi para korban.