Eks Direktur Buka Masalah Juventus Saat Rekrut Cristiano Ronaldo
Mantan Direktur Juventus, Fabio Paratici membuka tabir soal dampak kedatangan Cristiano Ronaldo yang ternyata memberikan masalah untuk klub.
Juventus memiliki ambisi untuk mendapatkan trofi Liga Champions ketika mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada 2018.
Namun, bintang senior Timnas Portugal itu gagal memberikan dampak untuk Juventus di Liga Champions dengan catatan terbaik mencapai babak perempat final musim 2018-2019 dan tersingkir oleh Ajax Amsterdam.
Cristiano Ronaldo Investasi Berharga Juventus
"Berharga bagi Juve, penting bagi semua orang, seperti halnya Mourinho di Roma. Sebuah kejuaraan membutuhkan pemain-pemain hebat," ujar Paratici dilansir dari Corriere Della Sera pada hari Jumat (10/4/2026).
"Kami semua menginginkan Liga Champions, dan kita bisa saja memenangkannya di tahun pertama. Kekalahan dari Ajax masih terpatri dalam ingatan saya."
"Terlepas dari investasi besar yang telah dilakukan, Juve gagal melaju lebih jauh dari perempat final selama tiga tahun masa tinggal Ronaldo," imbuhnya.
Datang dengan nilai transfer mencapai 100 juta euro (sekitar 1,9 triliun rupiah) dan gaji mencapai 30 juta euro (Rp 598 miliar) per tahun, Ronaldo justru membuat keuangan Juventus tidak stabil.
Hal ini sempat membuat Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis memberikan komentar pada 2018 selepas Juventus mendatangkan Ronaldo dari Real Madrid.
"Untuk mengontrol keseimbangan keuangan, apa yang dilakukan Juventus sangat berbahaya. Mereka melakukan investasi besar kepada pemain yang berada di ujung kariernya," kata De Laurentiis
"Cepat atau lambat itu akan menjadi masalah jika sudah membayar gaji besar," kata De Laurentiis menambahkan.
Cristiano Ronaldo menembak dari titik penalti untuk mencetak gol pertama timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Arab Saudi antara Al Nassr FC vs Al Qadsiah di Stadion Al Awwal Park di Riyadh pada 8 Januari 2026. (Foto oleh Fayez NURELDINE / AFP)
Ronaldo Gagal Bawa Juventus Ke Level Lebih Tinggi
Secara permainan, Ronaldo cukup berdampak pada Juventus dengan membantu tim mendapatkan dua trofi Liga Italia musim 2018-2019 dan 2019-2020, juga Coppa Italia musim 2020-2021.
Namun, Paratici berujar bahwa seringnya pemain yang kini membela klub Liga Arab Saudi, Al Nassr itu mencetak gol membuat Juventus justru tidak naik level ke tingkat lebih tinggi.
Cristiano Ronaldo yang mampu mengemas 101 gol dari 134 penampilan selama di Juventus menurut Paratici kemudian membuat pemain lain terlena.
"Masalahnya adalah, dengan mencetak satu gol per pertandingan, Cristiano membuat hidup terlalu mudah bagi rekan-rekan setimnya, yang sudah memenangkan begitu banyak gelar," ujar Paratici.
"Itulah mengapa kami mengganti pelatih, untuk mencoba melakukan perubahan," tambahnya.
Seperti diungkap Paratici, dalam periode Cristiano Ronaldo di Liga Italia, Juventus tercatat memiliki tiga pelatih kepala berbeda.
Massimiliano Allegri hanya melatih Ronaldo di musim 2018-2019 sebelum digantikan oleh Maurizio Sarri yang hanya semusim menangani Juventus pada musim 2019-2020.
Pelatih ketiga yang menangani Cristiano Ronaldo di Juventus ialah sang legenda, Andrea Pirlo yang mendapatkan gelar Piala Super Italia 2020 dan Coppa Italia 2020-2021.
Pergantian pelatih yang cenderung sering dilakukan saat Ronaldo membela tim yang bermarkas di Juventus Stadium itu menimbulkan isu adanya friksi dalam internal klub.
Namun, Paratici membantah isu friksi internal Juventus tersebut dengan menyebutkan bahwa Allegri dan Sarri punya kemampuan masing-masing, terutama dalam manajemen tim.
"Tidak, Allegri adalah yang paling cerdas dari semuanya; kemampuannya untuk terhubung dengan para pemainlah yang membuat perbedaan," ujar Paratici.
"Sarri mengalami beberapa kesulitan di awal, karena lebih fundamentalis secara taktik, tetapi kemudian dia beradaptasi. Dan dia juga memenangkan Scudetto; banyak yang telah melupakan itu," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang