Nisfu Syaban 3 Februari 2026: Dalil Puasa Ayyamul Bidh dan Doa Berbuka yang Dianjurkan

Nisfu Syaban 3 Februari 2026: Dalil Puasa Ayyamul Bidh dan Doa Berbuka yang Dianjurkan, Apa itu Nisfu Syaban dan mengapa dianggap istimewa?, Mengapa Nisfu Syaban 2026 bertepatan dengan Ayyamul Bidh?, Apa dalil anjuran puasa Ayyamul Bidh?, Doa berbuka puasa apa yang dianjurkan sesuai sunnah?

 Nisfu Syaban atau pertengahan bulan Syaban tahun ini jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Momen ini menjadi salah satu waktu yang kerap dimanfaatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah sunnah, termasuk puasa.

Tahun ini, Nisfu Syaban bertepatan dengan Ayyamul Bidh, yakni hari-hari putih yang dianjurkan untuk berpuasa setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah.

Dalam tradisi keislaman, bulan Syaban memiliki keutamaan tersendiri karena berada di antara bulan Rajab dan Ramadhan.

Banyak umat Islam mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperbanyak amalan sunnah di bulan ini, salah satunya melalui puasa.

Apa itu Nisfu Syaban dan mengapa dianggap istimewa?

Nisfu Syaban secara bahasa berarti pertengahan bulan Syaban, yaitu tanggal 15 Syaban dalam kalender Hijriah.

Pada tanggal ini, umat Islam di berbagai daerah memiliki tradisi memperbanyak ibadah, seperti membaca Al Quran, berzikir, berdoa, dan melaksanakan puasa sunnah.

Nisfu Syaban juga kerap dikaitkan dengan momentum introspeksi diri dan persiapan spiritual menjelang Ramadhan.

Meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait amalan-amalan tertentu pada malam Nisfu Syaban, puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal tersebut tetap memiliki landasan yang kuat karena bertepatan dengan Ayyamul Bidh.

Mengapa Nisfu Syaban 2026 bertepatan dengan Ayyamul Bidh?

Ayyamul Bidh adalah tiga hari di pertengahan setiap bulan Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Nisfu Syaban yang jatuh pada tanggal 15 Syaban otomatis masuk dalam rangkaian Ayyamul Bidh.

Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW dan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Amalan ini tidak hanya terbatas pada bulan Syaban, tetapi dapat dilakukan pada seluruh bulan Hijriah.

Apa dalil anjuran puasa Ayyamul Bidh?

Anjuran puasa Ayyamul Bidh memiliki dasar yang jelas dari hadits Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW:

"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah)." (HR Tirmidzi).

Hadits ini menjadi dasar kuat bagi umat Islam untuk melaksanakan puasa sunnah tiga hari setiap bulan, termasuk ketika bertepatan dengan Nisfu Syaban.

Selain itu, terdapat pula hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW mewasiatkan puasa tiga hari setiap bulan sebagai amalan yang bernilai besar di sisi Allah.

Doa berbuka puasa apa yang dianjurkan sesuai sunnah?

Dalam menjalankan puasa sunnah, umat Islam dianjurkan membaca doa saat berbuka. Salah satu doa berbuka yang diriwayatkan dalam hadits adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘urūqu wa tsabatal ajru insyā Allāh.

Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat, dan semoga pahala ditetapkan, jika Allah menghendaki.”

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dan dinilai hasan oleh sebagian ulama.

Dalam kitab Subulus Salam karya Imam Ash-Shan‘ani, doa ini dijelaskan sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba setelah berbuka puasa sekaligus harapan agar amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Selain doa yang diriwayatkan dalam hadits, terdapat doa berbuka yang populer dan sering diamalkan oleh masyarakat, yakni:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Allāhumma laka shumtu wa bika āmantu wa ‘alā rizqika afthartu.

Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Meski sebagian ulama berbeda pendapat mengenai kekuatan sanad doa ini, mayoritas membolehkan penggunaannya karena memiliki makna yang baik dan sejalan dengan nilai tauhid serta rasa syukur kepada Allah.

Sebagian umat Islam juga menggabungkan dua doa tersebut saat berbuka puasa sebagai bentuk harapan akan pahala dan keberkahan ibadah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang