Ironi Fajar/Fikri, Kalah di Istora Saat Baru Saja Naik Ranking 2 Dunia
Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tumbang di babak pertama Polytron Indonesia Open 2026. Sebuah ironi melihat situasi terkini.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri kalah dua gim langsung dari ganda pelapis China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dengan skor mencolok 13-21, 14-21, Rabu (3/6/2026).
Berlaga di Istora Senayan yang notabene keuntungan dengan dukungan penuh suporter, Fajar/Fikri justru melempem.
Mereka tak bisa keluar dari tekanan Chen/Liu.
Hasil ini bertolak belakang dengan apa yang baru saja mereka capai pekan ini. Fajar/Fikri mencapai peringkat terbaik dengan menduduki ranking 2 dunia per Selasa (2/6/2026).
Akumulasi pencapaian di sejumlah turnamen besar menjadi faktor utama. Fajar/Fikri sekali meraih gelar juara China Open 2025 (Super 1000) plus lima kali runner-up.
Perinciannya yaitu Korea Open 2025 (Super 500), Denmark Open 2025 (Super 750), French Open 2025 (Super 750), Australian Open 2025 (Super 500), dan Singapore Open 2026 (Super 750).
Turnamen yang disebut terakhir rampung pekan lalu. Fajar/Fikri mengakui keunggulan pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, di final Singapore Open 2026.
Pencapaian Terendah Fajar/Fikri
Prestasi runner-up Singapore Open 2026 sejatinya menjadi modal Fajar/Fikri untuk menyambut Polytron Indonesia Open 2026.
Sejak awal mereka juga sangat menantikan berlaga di hadapan publik Istora Senayan yang membawa energi tersendiri buat para atlet Indonesia.
Sayangnya, Fajar/Fikri di luar dugaan malah kandas duluan. Harapan membuat Istora bergemuruh menyambut kemenangan mereka tidak kesampaian.
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, membawa pulang runner-up Singapore Open 2026.
Yang terjadi adalah Fajar/Fikri mencatat pencapaian terendah mereka sejak dipasangkan pada Agustus 2025 di Polytron Indonesia Open 2026 dan Istora Senayan.
Sebelumnya, Fajar/Fikri minimal mampu melangkah sampai babak 16 besar. Selebihnya lebih sering menjadi sobat weekend atau lolos sampai semifinal dan final.
Adapun Fajar/Fikri tersingkir di babak 16 besar ketika bertanding di All England 2026 yang juga merupakan turnamen level Super 1000.
"Permainan kami terlalu buru-buru, malah jadi bumerang. Semoga hasil ini bisa menjadi pelajaran buat kami lebih baik lagi," ujar Fajar Alfian di Istora Senayan.
Unggulan Ganda Putra Rontok
Di Polytron Indonesia Open 2026, Fajar/Fikri masuk daftar unggulan bersama tujuh pasangan lain. Mereka bukan satu-satunya yang langsung angkat koper.
Selain Fajar/Fikri, ada dua unggulan ganda putra yang tidak mampu melanjutkan perjalanan, yaitu Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dan Liang Wei Keng/Wang Chang.
Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty terdaftar sebagai unggulan keempat, sedangkan Liang Wei Keng/Wang Chang unggulan kelima.
Rankireddy/Shetty memutuskan retired dengan alasan cedera melawan pasangan muda Malaysia, Kang Khai Xing/Aaron Tai, di poin 6-11.
Sementara itu, Liang/Wang secara mengejutkan kalah dari ganda kembar Taiwan, Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen, di hari pertama, Selasa (3/6/2026).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang