Kunci Tidur Berkualitas Selama Ramadhan, Bukan Lagi soal Durasi

Ilustrasi tidur.
Ilustrasi tidur.

Namun, Ramadan tahun ini berbeda. Fokusnya bukan lagi mengejar kuantitas tidur 8 jam yang sulit dicapai, melainkan melakukan revolusi kualitas tidur dengan bantuan teknologi pintar.

Kualitas vs Kuantitas

Selama Ramadhan, ritme sirkadian tubuh mengalami 'kebingungan' dimana ada bentrokan antara jam istirahat dan jam makan - istilah ini dikenal dengan nama Circadian Misalignment.

Menurut Vishal Dasan Certified Sleep and Recovery Coach, perubahan jam tidur itulah yang bisa mengganggu stabilitas emosi dan fokus. Oleh karena itu, kita tetap harus menjaga kualitas tidur.

“Ramadan membuat ritme sirkadian kita mengalami sedikit penyesuaian. Perubahan jam tidur bisa mengganggu stabilitas emosi dan fokus kita seharian. Kuncinya bukan seberapa lama kita tidur, tapi seberapa berkualitas istirahat tersebut tapi seberapa berkualitas istirahat tersebut,” ujarnya.

Banyak studi melaporkan bahwa selama Ramadhan, durasi tidur terpangkas secara signifikan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana caranya, meskipun tidur kita terpangkas, kita masih bisa mengoptimalkan kualitas pemulihanya.

Asisten tidur pribadi

Fokus merevolusi kualitas tidur, bukan mengejar kuantitas 8 jam.

Fokus merevolusi kualitas tidur, bukan mengejar kuantitas 8 jam.

Nah, di sini Garmin Venu X1 hadir sebagai pendobrak. Dengan desain tipis dan ringan yang hanya setebal 7.9 mm dan 34 gram dan material Titanium, kamu bahkan akan lupa sedang mengenakannya.

Kenyamanan fisik inilah yang memastikan data Advanced Sleep Monitoring yang dihasilkan menjadi sangat akurat. Berikut bagaimana smartwatch atau jam tangan pintar ini membantu kita selama Ramadan:

1. Fitur Sleep Coach

Jika jam tidur malam kamu terpotong karena sahur dan Salat Tahajud, fitur ini akan menganalisa kebutuhan tidur malam berdasarkan pada aktivitas yang kamu lakukan seharian termasuk jika kamu sempat melakukan power nap.

Fitur ini juga secara otomatis akan menyarankan berapa banyak tambahan istirahat yang kamu butuhkan untuk mencapai energi optimal di hari berikutnya.

2. Kekuatan 'tidur siang cantik'

Pernahkah kamu merasa bangun tidur siang justru merasa lebih pusing? Itu karena durasinya terlalu panjang. Fitur Nap Detection memungkinkan kamu mendapatkan power nap dengan alarm timer.

Kamu bisa set timer ke 20 menit dan jam akan otomatis mengubah settingan menjadi Sleep Mode pada Garmin Venu X1. Alarm jam akan bergetar membangunkanmu setelah 20 menit dan kamu akan mendapat notifikasi bahwa Body Battery bertambah dan kamu bangun dengan segar.

3. Tips tidur berkualitas

Pantau HRV (Heart Rate Variability): Lihat bagaimana tubuh kamu merespons perubahan pola makan dan tidur. Jika volatilitas HRV kamu masih dalam range baseline tidak perlu khawatir, artinya badanmu sedang menyesuaikan jam biologis selama Ramadhan.

- Cek Morning dan Evening Report: Setiap bangun sahur, cek ringkasan tidurmu semalam dan cocokkan dengan menu nutrisi seimbang yang kamu butuhkan untuk seharian berpuasa dan menu olahraga harian - bisa saja kamu malah disuruh rest. Setelah berbuka, kembali cek Evening Report untuk mendapatkan insight agar tidur malam kamu berkualitas.

- Cek metriks tidur yang lain selain skor dan durasi. Keduanya bukan patokan utama dalam hal tidur berkualitas. Metriks seperti: Variasi Pernapasan, Restless Moments dan Stres.

Ketika tubuhmu terlalu lelah, ketiganya akan melonjak yang menandakan tidurmu telah terkompromi. Artinya, tidur malam kamu gelisah dan kerap terbangun karena tubuh berada dalam kondisi stres fisik, yang memicu peningkatan kortisol yang mengganggu tidur.

Sleep Score Showdown! Punya Garmin Venu X1 di pergelangan tangan? Coba cek aplikasi Garmin Connect setiap hari, berapa Sleep Score kamu? Apakah skor kamu tetap tinggi setelah menjalani puasa?