Bukan Masalah Pribadi, Viral Cerita Psikolog Klinis soal Klien yang Alami Stres karena Masalah Negara

Tangkapan layar curhatan Psikolog Klinis
Tangkapan layar curhatan Psikolog Klinis

 Psikolog klinis RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Lya Fahmi mendadak viral di media sosial. Namanya ramai diperbincangkan setelah bercerita kedatangan dua klien.

Disebut Lya Fahmi dua klien yang datang menemuinya ke ruang konseling bukan karena persoalan personal melainkan karena tekanan psikologis akibat situasi negara. Disebutnya selama 7,5 tahun berkarir ini menjadi pengalaman pertamanya.

”Baru kali ini terjadi selama 7,5 tahun karirku sebagai psikolog, dua klien berturut-turut datang bukan karena masalah pribadi tapi distress karena negara,” tulisnya, dikutip dari akun Instagram miliknya @lyafahmi pada Jumat 19 Desember 2025.

Dia juga menjelaskan saat bertemu kliennya, klien tersebut langsung menangis. Diceritakan kliennya itu, bahwa dirinya sudah putus asa terhadap pemerintah dalam menangani korban bencana Sumatera.

”Aku tau kesehatan mental itu berkaitan erat dengan isu struktural. Tapi biasanya klien nggak menyadari itu. Lha ini datang-datang langsung nangis dan bilang ’Kalo ngeliat cara pemerintah menangani korban bencana Sumatera, aku merasa seolah rakyat ini nggak ada harganya. Gak didengarkan, diabaikan pula, putus asa banget rasanya jadi WNI’,” tulis dia.

Lya sendiri mengaku tak menyangka bahwa banyaknya ungkapkan tentang sulitnya menjadi WNI yang ramai di media sosial itu ternyata dialami kliennya.

”Aku kira narasi menderita sebagai WNI tu Cuma di dunia maya. Tapi ternyata sampai ke ruang konselingku juga,” tulis dia.

Diceritakan Lya, setelah menjalani sesi konseling tersebut, kliennya itu memberikannya coklat. Dengan coklat itu diharapkan dapat memperbaiki moodnya yang rusak akibat mendengarkan keluh kesah kliennya terhadap pemerintah.

”Abis konseling, kliennya ngasih coklat. Katanya untuk memperbaiki moodku yang pasti jadi jelek karena liat dia marah-marah sama pemerintah. Bukan kamu yang bikin moodku jelek mbak. Inkompetensi pemerintah yang membuatku merasa berada dalam mental state yang sama juga,” tulis dia.

Unggahan psikolog tersebut langsung menuai banyak respon dari pengguna media sosial. Banyak dari mereka mengaku mengalami perasaan yang serupa setelah melihat berbagai persoalan negara.

”Bu sepertinya saya juga seperti itu, stress sendiri tiap baca berita berseliweran yang bikin ngelus dada, ada aja gebrakan pemerintah tiap harinya,” komentar netizen.

”Sepertinya aku butuh konseling juga,” komentar lainnya.

”Dulu saya kira ’mental state’ itu cuman istilah psikologi. Ternyata ’state’ di situ bisa benar-benar... salam negara-wan,” kritik lainnya.