Uilliam Barros Dipercaya Hodak di Persib, Bukan Hanya soal Cetak Gol
Performa penyerang Persib Bandung Uilliam Barros tengah dalam sorotan. Pasalnya, kontribusi sang pemain Brasil untuk lini depan tim menurun.
Perolehan gol Uilliam Barros bersama Persib terhenti di angka delapan. Catatannya sudah dilampaui Andrew Jung yang mencetak 10 gol.
Pada laga terbaru Borneo FC vs Persib, Minggu (15/3/2026) di Stadion Segiri, tak sedikit Bobotoh yang mempertanyakan keputusan pelatih Bojan Hodak untuk tetap memainkan Barros selama 90 menit.
Barros tak punya banyak peluang di lini depan dan tak melepas operan kunci. Sofascore hanya memberikan dia rating 5,7.
Selain itu, Uilliam Barros adalah sosok yang menyebabkan Persib terkena penalti.
Terakhir kali Barros mencetak gol buat Persib adalah pada partai melawan Madura United, 26 Februari silam. Itu adalah gol pertama, Barros setelah sempat puasa gol selama tiga bulan.
Hodak pernah berujar bahwa Barros adalah sosok penyerang yang punya kemauan dan kemampuan untuk bertahan.
Hodak membutuhkan winger seperti Barros, walau saat ini kontribusinya di sektor menyerang diakui kurang berdampak bagi tim.
“Barros melakukan tugasnya dengan sangat baik. Ini bukan hanya tentang mencetak gol, tapi soal bagaimana cara dia bermain,” tutur Hodak.
“Barros bermain fantastis, dia bisa mencetak gol, dan juga bisa ikut bertahan. Ini yang terpenting di sepak bola dan karena itu kami merekrut dia,” ucapnya.
Statistik Uilliam Barros
Uilliam Barros berupaya menjangkau bola dalam laga pekan ke-19 Super League 2025-2026 Persis vs Persib di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026).
Dirangkum dari situs penyedia statistik Sofascore, rata-rata Uilliam Barros 4,6 kali merebut bola dari penguasaan lawan di setiap pertandingan.
Statistik itu mirip dengan pemain bertahan tim, yakni Kakang Rudianto yang rata-rata 4.8 kali memulihkan penguasaan bola tim per laga.
Soal kontribusi ofensif, statistik Uilliam Barros adalah 0,3 gol per laga. Dalam setiap pertandingan, ia rata-rata hanya melepas dua tembakan.
Produktivitas Gol Persib
Performa Barros sejalan dengan catatan produktivitas gol Persib. Maung Bandung jadi tim yang mencetak gol paling sedikit di antara para penghuni empat besar Super League 2025-2026.
Catatan produktivitas Persib (43) kalah dari Persija (45), Borneo FC (48), dan Malut United (51).
Namun, Hodak menilai jika Persib tidak menemui sejumlah kegagalan mengeksekusi penalti, maka mereka bisa jadi tim paling produktif.
“Jika anda melihat jumlah gol, jika kami bisa memanfaatkan penalti, saya rasa kami jadi klub nomor satu untuk produktivitas, penyerangan terbaik,” kata Hodak.
“Kami membuat banyak peluang, ya betul sentuhan akhir kami harus leibih baik. Tapi lebih penting soal bagaimana kami bermain dan pertahanan kami bekerja dengan baik,” paparnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang