Bukan Soal Menang Kalah, Honda Akui Momen Lawan Rivaldo Cs di GBK jadi Momen Langka
Kekalahan telak tak membuat Keisuke Honda kehilangan perspektif. Mantan bintang Jepang itu justru melihat sisi positif, baik dari pengalaman bermain di laga nostalgia maupun perkembangan sepak bola Indonesia.
Dalam laga bertajuk Clash of Legends 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu malam, 18 April 2026, tim yang diperkuat Honda harus mengakui keunggulan Barcelona Legends dengan skor 0-3. Sosok Rivaldo menjadi pembeda lewat gol pembuka yang mengubah arah pertandingan. Meski kalah, Honda menilai lawan tampil dengan persiapan matang.
“Kami sebenarnya mencoba untuk menang, tapi Barcelona bermain sangat baik. Saya dengar mereka melakukan persiapan dengan bagus, mereka berlatih sehari sebelumnya. Sayangnya kami tidak bisa menang,” ujar Honda usai laga.
Namun bagi pria berusia 39 tahun itu, hasil akhir bukan hal utama. Ia justru menikmati momen langka bisa kembali satu lapangan dengan para legenda dunia.
“Ini luar biasa. Biasanya kami tidak punya kesempatan untuk bermain bersama atau melawan para legenda seperti ini,” lanjutnya.
Atmosfer GBK Bikin Honda Kangen Indonesia
Bukan kali pertama Honda menginjakkan kaki di GBK. Ia pernah datang sebagai pelatih Timnas Kamboja saat menghadapi Indonesia. Pengalaman itu rupanya membekas.
Ia kembali menyoroti atmosfer stadion yang menurutnya selalu istimewa.
“Saya senang bisa bermain di sini di depan banyak penggemar. Atmosfer stadion di sini selalu sangat bagus,” katanya.
Laga ini sendiri memang menjadi ajang reuni para legenda. Selain Rivaldo, nama besar seperti Alessandro Del Piero, Franck Ribery, hingga Fabio Cannavaro turut meramaikan pertandingan.
Soroti Timnas Indonesia, Honda: Peluang ke Piala Dunia Terbuka
Di tengah suasana santai laga ekshibisi, Honda juga memberikan pandangan serius soal perkembangan sepak bola Indonesia. Ia menilai kehadiran pemain-pemain baru membawa dampak signifikan bagi skuad Garuda.
“Kalian punya pemain-pemain baru. Saya pikir mereka punya pengalaman yang bagus dan membawa kemampuan baru untuk tim nasional Indonesia,” ucapnya.
Bahkan, Honda menyinggung peluang Indonesia di kualifikasi Piala Dunia yang menurutnya semakin terbuka.
“Kalian hampir lolos ke Piala Dunia. Saya pikir kalian punya peluang yang sangat bagus untuk ke depannya,” lanjutnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal positif, mengingat Indonesia memang menunjukkan peningkatan performa dalam beberapa tahun terakhir.
Menuju Usia 40, Honda Masih Belum Mau Berhenti
Di sisi lain, Honda juga mengungkap rencana kariernya. Ia memastikan akan melanjutkan petualangan di liga baru, yakni Singapura. Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Tawaran sudah datang sejak lama dan kini ia merasa saatnya mencoba tantangan berbeda.
“Mereka sudah memberikan tawaran sejak lama. Jadi saya memutuskan untuk bermain di liga baru, di negara baru,” kata Honda.
Meski usianya akan menginjak 40 tahun tahun depan, ambisinya belum padam.
“Tahun depan saya akan berusia 40 tahun, tapi saya ingin bermain selama mungkin,” tegasnya.
Sebelumnya, Pertandingan dalam tajuk Clash of Legends 2026 langsung berjalan panas sejak menit awal. DRX World Legends menggebrak lewat situasi bola mati yang dieksekusi Keisuke Honda pada menit kelima. Kemelut di depan gawang sempat tercipta, tetapi lini belakang Barcelona Legends masih sigap mengamankan situasi.
Pertandingan Barca Legend vs DRX World Legends di SUGBK
Tekanan terus berlanjut. Alessandro Del Piero sempat dijatuhkan di depan kotak penalti pada menit ke-10, namun eksekusi tendangan bebasnya belum menemui sasaran.
DRX tampil lebih agresif di awal laga dan sempat memaksa Barcelona kesulitan keluar dari tekanan. Namun perlahan, tim asal Spanyol mulai menemukan ritme permainan.
Momentum itu datang pada menit ke-35. Umpan matang dari sisi kiri berhasil disambut sundulan tajam Rivaldo yang tak mampu dijangkau kiper Sebastien Frey. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Memasuki babak kedua, DRX mencoba bangkit. Peluang sempat hadir melalui Irfan Bachdim pada menit ke-50, tetapi masih bisa diamankan kiper.
Alih-alih menyamakan skor, DRX justru kembali kebobolan tiga menit berselang. Jonathan Soriano sukses memanfaatkan celah di lini belakang lawan. Dengan tenang, ia mengecoh Frey sebelum menceploskan bola ke gawang, mengubah skor menjadi 2-0.
Kepercayaan diri Barcelona semakin meningkat. Kombinasi permainan mereka terlihat lebih cair dan menghibur, sementara DRX kesulitan membongkar pertahanan disiplin lawan.
Pada menit ke-67, Christian Tello menambah keunggulan setelah menerima umpan tanpa pengawalan di kotak penalti. Ia dengan mudah menaklukkan Frey dan membawa skor menjadi 3-0. Gol tersebut praktis mengunci kemenangan Barcelona Legends. Hingga peluit akhir dibunyikan, tidak ada tambahan gol yang tercipta.