Bukan Cuma Skincare, Posisi Tidur Ini Jadi Kunci Wajah Awet Muda

Bukan Cuma Skincare, Posisi Tidur Ini Jadi Kunci Wajah Awet Muda,  Ilustrasi penutup mata., Posisi telentang, juara utama pencegah penuaan, Posisi tidur yang bisa dikompromikan,  Ilustrasi tidur tengkurap., Posisi tidur terburuk yang harus dihindari

Tidur cukup selama tujuh hingga sembilan jam setiap malam sering disebut sebagai "tidur cantik" karena kulit memasuki fase perbaikan sel. Namun, pernahkah kamu terbangun dengan wajah sembap dan tampak kelelahan meski sudah menghapus makeup dan tidur tepat waktu?

Ternyata, posisi tubuh saat terlelap memegang peranan penting dalam menentukan apakah kamu akan bangun dengan kulit yang kencang atau justru dihiasi garis halus prematur.

Rahasia awet muda yang kerap terlewatkan bukan hanya terletak pada krim malam, melainkan pada gravitasi dan distribusi cairan tubuh.

Dikutip dari Real Simple, Selasa (17/3/2026), saat tubuh berada dalam posisi horizontal, keseimbangan distribusi cairan bergeser ke arah tubuh bagian atas. Inilah alasan mengapa pembengkakan wajah sering terlihat pada pagi hari.

"Efek jangka panjang dari pembengkakan yang terus-menerus ini tidak boleh diremehkan," kata dokter kecantikan dan ahli bedah plastik wajah di New York City, Amerika Serikat, Konstantin Vasyukevich, MD.

"Ekspansi dan kontraksi harian jaringan wajah memberikan tekanan pada penyangga ligamen wajah. Hal ini pada akhirnya menyebabkan peregangan dan kekenduran yang berhubungan dengan penampilan yang menua," sambung dia.

Posisi tidur terbaik untuk mencegah keriput

Ilustrasi penutup mata.

Posisi telentang, juara utama pencegah penuaan

Jika mencari cara paling efektif untuk mempertahankan elastisitas kulit, tidur telentang atau posisi supine adalah jawabannya. Menurut dr. Vasyukevich, ini adalah posisi terbaik secara keseluruhan untuk memperpanjang usia keremajaan kulit.

Keunggulan utamanya terletak pada tidak adanya gesekan antara kulit dengan bantal yang memicu kerutan, sekaligus mencegah kulit merasakan tekanan akibat wajah yang "mendelep" ke bantal.

Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan bantal ekstra untuk memastikan tidak ada cairan yang menumpuk di area wajah saat kamu terlelap. Langkah sederhana ini sangat ampuh untuk mencegah mata sembap di pagi hari.

"Saya merekomendasikan tidur telentang dengan kepala sedikit ditinggikan 20-30 derajat," ujar dr. Vasyukevich.

Jika bukan tipe orang yang terbiasa tidur telentang, jangan berkecil hati. kamu bisa coba menggunakan guling untuk mengganjal sisi kiri dan kanan agar tubuh tidak berguling ke posisi tengkurap atau menyamping yang berisiko merusak kulit.

Posisi tidur yang bisa dikompromikan

Bagi banyak orang, tidur menyamping adalah posisi yang paling nyaman, terutama bagi mereka yang memiliki masalah sinus.

Namun, dr. Vasyukevich memperingatkan bahwa posisi ini dapat memicu kerutan pada area dada antara bawah leher dan atas dada (decolletage), dan pada sisi wajah yang menempel pada bantal.

"Faktor besar dalam penuaan selama tidur adalah gaya gesekan dari gerakan kulit terhadap bantal," ungkap dia.

Kamu mungkin menganggap gesekan ini sepele dalam satu malam. Namun, jika dikalikan selama bertahun-tahun, dampaknya akan mempercepat penuaan wajah secara signifikan.

Jika merasa sulit melepaskan kebiasaan tidur menyamping, ada solusi kompromi yang bisa dilakukan. Cobalah untuk beralih menggunakan sarung bantal berbahan satin atau sutra.

Material halus ini dirancang untuk mencegah lecet pada kulit dan meminimalisir efek negatif dari posisi tidur menyamping.

Ilustrasi tidur tengkurap.

Posisi tidur terburuk yang harus dihindari

Di antara semua posisi, tidur tengkurap menempati urutan terbawah dalam hal kesehatan kulit. Saat kamu tidur dengan posisi perut di bawah, kulit wajah tertekan ke bantal selama berjam-jam. Hal ini menyebabkan pembengkakan dan mempertegas garis kerutan di sekitar mata serta bibir.

Seiring berjalannya waktu, kebiasaan ini mempercepat munculnya garis-garis halus permanen, terutama di area dahi yang bahkan tidak bisa diperbaiki oleh penggunaan retinol dosis tinggi sekalipun.

Selain itu, tekanan wajah ke bantal menciptakan lebih banyak kantung mata karena kepala dan jantung berada di tingkat yang sejajar, sehingga aliran darah lebih banyak menumpuk di wajah.

Belum lagi masalah kebersihan, karena sarung bantal sering kali menyimpan banyak bakteri dan kuman yang buruk bagi kulit berjerawat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang