Bukan Bedug, Dentuman Meriam Ini Paling Ditunggu Warga UAE saat Ramadhan
Setiap menjelang di bulan Ramadhan, ketika langit mulai berpendar jingga dan waktu berbuka kian dekat, masyarakat di Uni Emirat Arab (UAE) menanti satu dentuman yang menjadi tradisi tahunan dan begitu akrab di telinga: suara meriam iftar.
Dentuman itu bukan sekadar penanda waktu. Ia adalah gema tradisi yang telah hidup selama puluhan tahun, menghubungkan generasi lama dan baru dalam satu momen yang sama—melepas lapar dan dahaga setelah seharian berpuasa.
Kepolisian Dubai telah mengumumkan daftar lokasi meriam buka puasa (iftar) Ramadhan tahun ini, melanjutkan tradisi tahunan yang menandai waktu berbuka puasa di UAE selama bulan suci.
Melansir Gulfnews, Rabu, 18 Februari 2026, otoritas setempat mengungkapkan total 33 lokasi penempatan meriam, terdiri atas enam meriam tetap di sejumlah landmark utama serta meriam bergerak yang akan berkeliling ke berbagai kawasan di seluruh emirat.
Meriam Prancis Klasik
UAE menembakkan meriam sebagai penanda waktu berbuka puasa Ramadhan
Direktur Departemen Umum Kebahagiaan Masyarakat Kepolisian Dubai, Brigadir Ali Khalfan Al Mansouri, mengatakan tradisi meriam iftar telah menjadi bagian penting dari kehidupan Ramadhan di Uni Emirat Arab selama beberapa generasi.
"Meriam Iftar tidak hanya menandai waktu berbuka, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan menghadirkan momen kebersamaan bagi masyarakat," ujarnya.
Tahun ini, enam meriam tetap akan ditempatkan di sejumlah titik ikonik Dubai agar dentuman khasnya dapat terdengar luas saat matahari terbenam. Salah satu yang ikonik adalah dua meriam klasik asal Prancis dari era 1960-akan kembali digunakan tahun ini. Meriam tersebut dianggap sebagai bagian dari warisan budaya UEA.
Selain digunakan saat berbuka puasa, meriam itu juga akan ditembakkan secara seremonial pada perayaan Idul Fitri. Dentumannya mencapai 170 desibel dan dapat terdengar hingga radius 10 kilometer.
Sementara ua meriam bergerak juga disiapkan—masing-masing satu untuk wilayah Dubai dan satu lagi di kawasan Hatta. Di Dubai, meriam bergerak akan mengunjungi sedikitnya 16 area, termasuk Hotel Meydan, Masjid Agung Sattwa, Taman Zabeel, kawasan Jumeirah, serta Global Village.
Untuk pertama kalinya, meriam bergerak juga akan hadir di 11 lokasi di Hatta, wilayah pegunungan yang dikenal sebagai destinasi wisata dan permukiman.
Nilai Persatuan dan Kohesi Sosial
Fujairah -- salah satu kota di UAE, juga telah menyelesaikan persiapan untuk menembakkan meriam iftar Ramadan tradisional sepanjang bulan suci, dengan peluncuran utama berlangsung di Masjid Sheikh Zayed di Fujairah, bersama dengan beberapa lokasi penting di seluruh emirat.
Inisiatif ini bertujuan untuk menghidupkan kembali salah satu tradisi Ramadhan yang paling dihargai sekaligus meningkatkan suasana spiritual dan komunal yang mendefinisikan bulan suci tersebut.
Pihak berwenang mengatakan meriam iftar tetap menjadi warisan budaya simbolis yang mencerminkan nilai-nilai persatuan, kohesi sosial, dan perayaan bersama di antara anggota komunitas.
Letnan Kolonel Dr. Abdullah Ali Al Hafeiti, Pejabat Sementara Kepala Departemen Media dan Hubungan Masyarakat di Kepolisian Fujairah, mengatakan Masjid Sheikh Zayed dipilih sebagai lokasi utama karena statusnya sebagai landmark keagamaan dan budaya yang terkemuka.
Lokasi tambahan juga telah ditetapkan untuk memungkinkan penduduk dan pengunjung di seluruh emirat untuk merasakan tradisi Ramadhan.
Kepolisian Fujairah mengkonfirmasi bahwa semua langkah pengorganisasian dan keamanan telah diterapkan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait untuk memastikan keselamatan publik. Warga diimbau untuk mengikuti instruksi dan pedoman keselamatan, khususnya di area berkumpul selama penembakan meriam.
Para pejabat menambahkan bahwa inisiatif ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Kepolisian Fujairah untuk memperkuat kemitraan komunitas dan mempromosikan nilai-nilai yang mendasari masyarakat UEA, sambil menyampaikan harapan untuk Ramadhan yang penuh berkah, kebaikan, dan kemakmuran.