Klarifikasi Bahlil soal Stok BBM Indonesia Hanya Cukup 25-26 Hari: Bukan Kondisi Darurat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi terkait pernyataannya soal stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia hanya cukup untuk 25-26 hari.
Pernyataan tersebut sempat terlontar ketika Bahlil menanggapi eskalasi di Timur Tengah menyusul serangan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Bahlil menjelaskan, stok BBM yang ia maksud bukanlah cadangan untuk kondisi darurat, melainkan kemampuan daya tampung atau storage yang sudah dimiliki oleh Indonesia.
Eks Menteri Investasi itu menerangkan, minimal standar nasional stok BBM berada di kisaran 20-21 hari, sementara cadangan maksimalnya 25 hari.
"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).
Ia menambahkan, rerata ketahanan cadangan BBM secara nasional berada di level 22-23 hari.
Penyebab Stok BBM Indonesia Kisaran 20 Hari
Bahlil menjelaskan, rata-rata stok BBM nasional hanya 22-23 hari bukan karena keterbatasan pasokan energi, tetapi keterbatasan fasilitas penyimpanan.
Kapasitas tangki yang ada belum memungkinkan penambahan cadangan dalam jumlah lebih besar.
“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.
Bahlil meminta agar informasi mengenai ketahanan stok BBM tidak disalahartikan sebagai sinyal darurat.
Ia memastikan persoalan yang dihadapi berkaitan dengan infrastruktur penyimpanan, bukan ketersediaan energi di dalam negeri.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah untuk meningkatkan kapasitas storage guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Upaya tersebut dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insya Allah rencana sampai dengan tiga bulan," katanya.
Pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional dapat ditingkatkan hingga mencapai sekitar tiga bulan sebagaimana praktik standar yang berlaku secara global.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem ketahanan energi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik dan fluktuasi pasokan energi dunia.
Harga BBM Subsidi Aman hingga Lebaran 2026
Bahlil juga memastikan harga BBM subsidi dalam kondisi aman hingga Lebaran 2026 meski situasi di Timur Tengah tengah bergejolak.
Ia menambahkan, fokus pemerintah saat ini menjaga stabilitas pasokan sembako, energi, termasuk LPG.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada berbagai aspek ekonomi nasional di tengah bulan suci Ramadhan.
"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan Hari Raya tidak ada kenaikan apa-apa. Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran," ujar Bahlil.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang