Idrus Marham soal Penanggulangan Bencana Sumatera: Rakyat Butuh Aksi Nyata, Bukan Retorika!
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengungkap kepedulian serius dan instruksi Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia soal penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Bahlil kata dia, menginstruksikan kepada seluruh jajaran Golkar baik di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat turun langsung ke lokasi bencana sejak hari pertama.
Menurut dia, instruksi Bahlil agar bekerja cepat menyelesaikan berbagai masalah di lokasi bencana merupakan aksi nyata yang dibutuhkan warga terdampak.
Aksi nyata juga terlihat dari bantuan awal sebesar Rp3 miliar yang telah dikirimkan Golkar kepada warga terdampak bencana.
“Yang dibutuhkan sekarang bukan pernyataan yang menggiring opini seolah ada yang tidak peduli. Justru Ketua Umum Golkar sudah turun pertama,” ujar Idrus dalam keterangannya, Selasa, 9 Desember 2025.
Ia menambahkan, sejumlah menteri dari Partai Golkar juga sudah mendatangi wilayah terdampak untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.
Ia menyayangkan adanya narasi yang menempatkan gagasan politik Partai Golkar terkait Koslisi Permanen sebagai sesuatu yang tidak sensitif terhadap situasi nasional.
Pernyataan tersebut dimaksudkan untuk menjawab kesan adanya tudingan salah satu elit partai politik yang mengatakan Partai Golkar lebih mengutamakan urusan politik di saat bencana.
Pandangan politik yang disampaikan oleh Ketua Umum dalam puncak peringatan HUT Partai Golkar ke-61 beberapa waktu lalu, dengan Tema : Doa Untuk Bangsa : Merajuk Kebersamaan Untuk Indonesia Maju, dimaksudkan untuk menegaskan sikap kolektif untuk diketahui seluruh pemangku kepentingan dan pihak-pihak yang hadir.
Untuk itu, gagasan Ketua Umum Golkar tersebut harus dipahami secara utuh dengan pendekatan fungsional, bukan pendekatan struktural politik praktis, sehingga respon yg diberikan lebih bijak dalam kerangka suasana kehidupan politik yang harmoni.
Idrus Marham pun mengingatkan agar respons terhadap bencana tidak berubah menjadi panggung untuk menyindir gagasan pihak lain.
Menurutnya, penanganan bencana harus berbasis aksi nyata, bukan retorika yang menilai siapa paling peduli.
“Jangan memberi kesan seolah ada pihak yang lebih peduli dari yang lain. Ukur dari siapa yang benar-benar turun ke lapangan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Idrus kembali mengajak seluruh elit dan pimpinan politik menunjukkan kepekaan yang sesungguhnya: kita hadir bersama rakyat di titik-titik terdampak.
“Mari turun bersama, jangan hanya menyerukan dari Jakarta. Rakyat butuh aksi, bukan sekadar pernyataan,” pungkas Idrus.