Sinopsis Film Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, Tayangan Horor Lebaran Paling Ditunggu!
Film horor Indonesia kembali menghadirkan tontonan spektakuler menjelang libur Lebaran 2026. Kali ini, penonton akan disuguhkan kisah terbaru dari waralaba legendaris Suzzanna melalui film “Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa.” Film yang diproduseri oleh Sunil Soraya bersama rumah produksi Soraya Intercine Films ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.
Didukung oleh Legacy Pictures dan Navvaros Entertainment, film ini menghadirkan pendekatan baru dalam perjalanan Intellectual Property (IP) horor ikonik tersebut. “Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” disebut-sebut sebagai horor kolosal dengan tampilan visual megah, produksi berskala besar, serta alur cerita yang penuh kejutan.
Sinopsis Film
Dalam film ini, aktris Luna Maya kembali memerankan karakter Suzzanna. Namun berbeda dari film sebelumnya, karakter Suzzanna kali ini digambarkan sepenuhnya sebagai manusia dengan sisi emosional yang lebih mendalam.
Kisahnya berpusat pada dendam Suzzanna terhadap Bisman, seorang penguasa desa yang diperankan oleh Clift Sangra. Kekuasaan Bisman yang sewenang-wenang telah menyebabkan ayah Suzzanna, yang diperankan oleh El Manik, meninggal dunia. Tak hanya itu, tindakan Bisman juga membuat keluarga Suzzanna serta masyarakat desa hidup dalam penderitaan.
Didorong rasa sakit hati dan keinginan menuntut keadilan, Suzzanna memutuskan menggunakan kekuatan ilmu santet untuk membalas perlakuan tersebut. Perjalanan balas dendam inilah yang menjadi inti cerita, sekaligus menghadirkan berbagai adegan horor menegangkan dan konflik emosional yang kuat.
Di tengah konflik tersebut, muncul sosok Pramuja yang diperankan oleh Reza Rahadian. Ia digambarkan sebagai pria yang jatuh cinta pada Suzzanna dan berusaha memimpin perlawanan warga desa terhadap kekuasaan Bisman yang menindas.
Horor Kolosal dengan Produksi Megah
Film ini tak hanya menonjolkan cerita, tetapi juga menghadirkan skala produksi yang besar. Desain set yang detail, ratusan figuran, serta sejumlah adegan besar yang ikonik membuat pengalaman menonton terasa lebih spektakuler, terutama saat dinikmati di momen libur Lebaran bersama keluarga dan teman.
“Di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa, kami menghadirkan hiburan tontonan horor yang belum pernah ada dari IP Suzzanna sebelumnya, dan akan menjadi sejarah baru dalam perjalanannya. Film ini sangat tepat menjadi tontonan bersama keluarga dan teman-teman saat Lebaran. Entertainment value yang besar, ada pesan moral yang juga disampaikan, menjadikan film ini pilihan utama saat Lebaran,” ujar produser Sunil Soraya.
Film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dengan naskah yang ditulis oleh Ferry Lesmana, Jujur Prananto, dan Sunil Soraya. Selain para pemeran utama, film ini juga diramaikan oleh sejumlah aktor dan komedian ternama seperti Djenar Maesa Ayu, Iwa K., Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Azis Gagap, hingga Nunung.
Dedikasi Total Para Pemain
Bagi Luna Maya, film ini menjadi pengalaman berbeda meskipun ia telah tiga kali memerankan karakter Suzzanna. Ia mengaku menikmati proses pengembangan karakter tersebut, terutama karena cerita film ini menghadirkan banyak elemen emosi dan genre.
“Di film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa ceritanya sangat kaya. Ada komedi, drama, dan ada begitu banyak genre yang ada di sini. Jadi secara cerita utuh. Seperti kita sedang ada di dunia ini, bahwa terkadang kita tertawa, kadang sedih, kadang ada romance-nya, bahkan kadang-kadang ada action-nya juga. Aku sangat menikmati, tumbuh dan berkembang bersama karakter Suzzanna,” ujar Luna Maya.
Dedikasi Luna juga terlihat dari proses syuting yang menuntut persiapan riasan prostetik hingga empat jam. Ia bahkan melakukan sendiri sejumlah adegan ekstrem, termasuk adegan saat tubuhnya terbawa arus sungai tanpa menggunakan pemeran pengganti.
“Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menurut aku filmnya benar-benar grande. Saat nonton di libur Lebaran, akan terasa seperti disuguhkan tayangan yang sangat ‘meledak-ledak,’” tambah Luna.
Sementara itu, Reza Rahadian menilai film ini tak hanya menyajikan hiburan horor, tetapi juga menyentuh isu sosial yang relevan.
“Bagi saya, ini adalah langkah berani dari Pak Sunil dan Soraya Intercine Films dalam mengangkat cerita Suzzanna di SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa. Film ini berbicara tentang relasi manusia, isu kelas sosial, hingga tentang penyalahgunaan dan kesewenangan kekuasaan. Grande secara cerita dan pendekatan kreatif,” kata Reza Rahadian.
Dengan perpaduan horor, drama, aksi, hingga komedi, “Suzanna: Santet Dosa di Atas Dosa” diprediksi menjadi salah satu film horor Lebaran paling dinantikan tahun ini. Film tersebut akan mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026.