Deretan Mobil F1 2026: Era Baru Dimulai, Ferrari–Mercedes Bangkit, Cadillac Debutan Paling Ditunggu
Musim Formula 1 2026 resmi memasuki babak baru dengan perubahan regulasi terbesar dalam lebih dari satu dekade terakhir. Aturan teknis anyar yang mengubah desain sasis, aerodinamika, hingga power unit membuat seluruh tim harus membangun mobil dari nol. Hasilnya, grid F1 2026 dipenuhi mobil generasi baru dengan filosofi desain yang benar-benar berbeda dari era sebelumnya.
Menjelang seri pembuka di Australia, seluruh tim akhirnya memperlihatkan mobil mereka. Ada yang memulai era baru mesin buatan sendiri, ada yang berganti pemasok mesin, hingga tim debutan yang langsung mencuri perhatian. Berikut deretan mobil Formula 1 2026 yang siap bertarung di musim baru.
Red Bull RB26
Pembalap: Max Verstappen dan Isack Hadjar
Power unit: Red Bull Ford
Red Bull membuka era regulasi 2026 dengan mobil RB26, mobil pertama mereka yang menggunakan power unit hasil pengembangan sendiri bersama Ford. Ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya Red Bull tidak lagi bergantung pada pemasok mesin eksternal. RB26 diproyeksikan tetap agresif secara aerodinamika, melanjutkan filosofi dominan yang membawa tim ini ke era kejayaan sebelumnya.
Livery Red Bull Racing F1 2026
Racing Bulls VCARB 03
Pembalap: Liam Lawson dan Arvid Lindblad
Power unit: Red Bull Ford
Tim satelit Red Bull juga memasuki fase baru dengan VCARB 03. Mobil ini menggunakan basis power unit yang sama dengan tim utama. Meski masih berstatus tim pengembang pembalap muda, Racing Bulls diperkirakan mendapat keuntungan teknis lebih besar dibanding era sebelumnya. Namun debut awalnya sempat terganggu setelah Lindblad mengalami insiden saat uji lintasan di Imola.
Haas VF-26
Pembalap: Esteban Ocon dan Oliver Bearman
Power unit: Ferrari
Haas memasuki 2026 dengan identitas baru setelah kerja sama sponsor besar dengan Toyota. VF-26 menjadi mobil yang dikembangkan paling lama dalam sejarah tim, karena proyeknya sudah dimulai sejak 2024. Fokus utama Haas adalah stabilitas aerodinamika dan efisiensi pendinginan, dua aspek yang sebelumnya menjadi kelemahan mereka.
Audi R26
Pembalap: Nico Hulkenberg dan Gabriel Bortoleto
Power unit: Audi
Setelah mengakuisisi Sauber sepenuhnya, Audi akhirnya resmi menjadi konstruktor penuh di Formula 1. R26 menggunakan mesin buatan sendiri dan tampil dengan livery perak-hitam-merah khas Audi. Proyek ini menjadi salah satu investasi terbesar pabrikan Jerman tersebut di motorsport, dengan target jangka menengah menembus papan atas.
Mercedes W17
Pembalap: George Russell dan Andrea Kimi Antonelli
Power unit: Mercedes
Mercedes menjadikan 2026 sebagai kesempatan reset total setelah kesulitan panjang di era efek tanah. W17 hadir dengan konsep aerodinamika baru, termasuk desain diffuser belakang yang tidak biasa. Tim berharap mobil ini mampu mengembalikan mereka ke jalur juara, terutama dengan duet pembalap generasi baru Russell dan Antonelli.
Ferrari SF-26
Pembalap: Lewis Hamilton dan Charles Leclerc
Power unit: Ferrari
Ferrari memasuki musim baru dengan ekspektasi besar setelah mendatangkan Lewis Hamilton. SF-26 dirancang untuk memaksimalkan karakter dua pembalap berbeda gaya ini. Regulasi baru dianggap peluang emas bagi Ferrari untuk mengakhiri puasa gelar panjang mereka, terutama karena mereka memulai pengembangan lebih awal dibanding rival.
Alpine A526
Pembalap: Pierre Gasly dan Franco Colapinto
Power unit: Mercedes
Perubahan terbesar Alpine adalah beralih ke mesin Mercedes. A526 menjadi mobil pertama tim Prancis itu tanpa power unit Renault. Pergantian ini diharapkan meningkatkan performa sekaligus reliabilitas, dua masalah utama Alpine dalam beberapa musim terakhir. Hasil uji awal di Silverstone disebut memberi kepercayaan diri tinggi bagi tim.
Williams FW48
Pembalap: Carlos Sainz dan Alexander Albon
Power unit: Mercedes
Williams meluncurkan FW48 dengan identitas visual baru bernuansa biru gelap, hitam, dan aksen biru muda. Meski peluncuran sempat terlambat, tim optimistis FW48 membawa kemajuan besar dibanding pendahulunya. Duet Sainz dan Albon diharapkan menjadi kombinasi pengalaman dan konsistensi untuk membawa Williams kembali ke papan tengah kompetitif.
Cadillac F1 2026
Pembalap: Valtteri Bottas dan Sergio Perez
Power unit: Ferrari
Cadillac menjadi tim baru yang paling menyita perhatian musim ini. Didukung Ferrari sebagai pemasok mesin, tim Amerika tersebut langsung merekrut dua pembalap berpengalaman Bottas dan Perez. Meski nama mobilnya belum diumumkan, proyek Cadillac dipandang sebagai langkah serius ekspansi F1 di pasar Amerika Utara.
McLaren MCL40
Pembalap: Lando Norris dan Oscar Piastri
Power unit: Mercedes
McLaren MCL40. Pembalap: Lando Norris dan Oscar Piastri
Sebagai juara bertahan, McLaren memasuki 2026 dengan tekanan besar. MCL40 tetap mempertahankan identitas oranye papaya, namun dibangun sepenuhnya sesuai regulasi baru. Tim berfokus menjaga keunggulan aerodinamika yang menjadi kekuatan mereka di era sebelumnya, sambil menyesuaikan karakter mesin Mercedes generasi baru.
Aston Martin AMR26
Pembalap: Fernando Alonso dan Lance Stroll
Power unit: Honda
Aston Martin mungkin membawa perubahan paling signifikan di grid. AMR26 adalah mobil pertama hasil desain Adrian Newey di tim tersebut, sekaligus mobil pertama Aston Martin bermesin Honda. Kombinasi Newey dan Honda membuat banyak pihak menilai tim ini sebagai kuda hitam serius di era regulasi baru.
Musim 2026 bukan sekadar pergantian mobil, melainkan awal era kompetisi baru Formula 1. Perubahan mesin dan aerodinamika membuka peluang bagi tim mana pun untuk melompat ke depan. Ferrari dan Mercedes mencoba bangkit, Red Bull memulai era mesin sendiri, sementara Audi dan Cadillac membawa warna baru di grid. Pertarungan musim ini diperkirakan menjadi salah satu yang paling tidak terduga dalam sejarah F1 modern.