Minim Delay Saat Malam, Garuda Indonesia Jadi Maskapai Terbaik untuk Ramadhan 2026

Minim Delay Saat Malam, Garuda Indonesia Jadi Maskapai Terbaik untuk Ramadhan 2026

Garuda Indonesia dinobatkan sebagai maskapai penerbangan yang paling direkomendasikan untuk perjalanan selama Ramadhan 2026 versi AirAdvisor.

Berdasarkan laporan AirAdvisor yang diterima Kompas.com, Rabu (18/2/2026), Garuda Indonesia dinilai sebagai maskapai dengan kinerja seimbang.

Dari total perjalanan yang ada, hanya sekitar 1,1 penerbangan tertunda (delay), serta 8,11 keterlambatan penerbangan malam hari.

Angka itu tergolong paling rendah dari total 15 maskapai global lainnya yang masuk daftar ini.

Secara menyeluruh, Garuda Indonesia meraih rating 8,8 dari 10 berdasarkan penilaian penumpang dan akses kehalalan di dalam pesawat.

Garuda Indonesia berada di peringkat kedua setelah Oman Air. Selanjutnya, Etihad Airways mengisi posisi ketiga sebagai maskapai penerbangan yang paling direkomendasikan untuk perjalanan selama Ramadhan 2026.

Tanpa merinci daftar lengkapnya, AirAdvisor menyebut Malaysia Airlines (posisi ketujuh) dan Singapore Airlines (posisi ke-11) sebagai maskapai yang juga direkomendasikan untuk perjalanan selama bulan puasa.

Peringkat ini disusun berdasarkan evaluasi sejumlah maskapai penerbangan di dunia dalam pelayanan selama Ramadhan 2025 oleh AirAdvisor.

Lewat laporan The AirAdvisor Ramadan Travel Reliability Index 2026, sebanyak 15 maskapai penerbangan internasional diberi skor berdasarkan empat kriteria.

Kriteria tersebut meliputi risiko keterlambatan selama periode Ramadhan, risiko gangguan penerbangan malam hari selama Ramadhan, opsi makanan halal yang ditawarkan selama Ramadhan, serta ulasan penumpang terkait layanan penerbangan.

Perjalanan udara selama bulan puasa

Minim Delay Saat Malam, Garuda Indonesia Jadi Maskapai Terbaik untuk Ramadhan 2026

Ilustrasi kabin pesawat, kursi penumpang di pesawat.

Pendiri sekaligus CEO AirAdvisor, Anton Radchenko, menuturkan bahwa pola perjalanan regional, khususnya di Asia Tenggara, berubah signifikan selama bulan puasa.

“Perjalanan Ramadhan menambah kompleksitas penerbangan, terutama pada rute jarak jauh,”

kata Anton.

Anton mengatakan, selama Ramadhan, perjalanan antara Asia dan Timur Tengah umumnya meningkat.

Banyak penumpang pesawat yang bepergian dengan tujuan kunjungan keluarga maupun ibadah ke Tanah Suci.

Permintaan musiman ini menegaskan pentingnya kinerja tepat waktu, serta ketersediaan layanan makanan yang sesuai bagi penumpang yang bepergian saat berpuasa.

“Maskapai penerbangan dengan kinerja terbaik adalah maskapai yang mengantisipasi kebutuhan berpuasa, alih-alih memperlakukannya sebagai permintaan khusus,” sambung dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang