Mengenal Devil Crab, Kepiting Beracun yang Dikonsumsi Vlogger Filipina hingga Tewas
baru ini dunia food vlogger kembali dikejutkan dengan tewasnya seorang influencer asal Filipina usai keracunan kepiting jenis devil crab. Korban dilaporkan meninggal dalam rentang waktu dua hari setelah mengkonsumsi kepiting beracun tersebut.
Dari adanya insiden ini, kita menyadari ternyata tidak semua kepiting aman dikonsumsi meski berpenampilan segar dan biasa saja.
Sebagian spesies kepiting tertentu memiliki racun berbahaya seperti tetrodotoxin, racun kuat yang bisa mempengaruhi saraf dan ditemukan juga pada ikan buntal. Salah satunya jenis kepiting devil crab.
Meski sudah dimasak, jenis racun ini tidak hilang sehingga sangat beresiko jika dikonsumsi. Dilansir dari berbagai sumber, berikut penjelasan mengenai devil crab dan seberapa bahayanya jika dikonsumsi oleh manusia.
Mengenal devil crab, kepiting beracun dan mematikan
Devil crab merupakan salah satu spesies kepiting yang dikenal dengan nama latin Zosimus aeneus. Kepiting ini masuk menjadi salah satu jenis kepiting paling berbahaya dan beracun yang bisa ditemukan di pesisir Filipina.
Kepiting tersebut memiliki ciri cangkang coklat karang dengan pola bintik yang khas berwarna cerah. Ia dapat ditemukan di pada dataran terumbu karang dan zona pasang surut. Habitatnya membentang di perairan Indo-pasifik termasuk Indonesia.
Baik daging maupun cangkangnya, devil crab memiliki racun berbahaya yang mengandung konsentrasi neurotoksin, termasuk tetrodotoksin dan saxitoksin.
Maka dari itu, kepiting jenis ini tetap berbahaya untuk dikonsumsi meski sudah di masak. Korban keracunan kepiting ini dapat mengalami kelumpuhan dan gagal pernapasan.
Bahkan karena terkenal sebagai salah satu kepiting beracun, tingkat kematian setelah mengkonsumsi kepiting ini bisa mencapai 50 persen.
Insiden keracunan akibat memakan kepiting devil crab yang dialami food vlogger ini bukan kejadian pertama di Filipina.
Sebelumnya, kasus keracunan juga pernah terjadi pada tahun 1980 yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia di pulau Negros.
Kurangnya pemahaman dan informasi masyarakat Filipina terhadap hewan beracun yang tidak layak konsumsi membuat sejumlah masyarakat yang tinggal di pesisir pantai, berpotensi mudah mengalami keracunan.
Jenis kepiting beracun yang hidup di perairan Indo-pasifik
Sebagai salah satu negara kepulauan yang berada di perairan Indo-pasifik, Indonesia juga menjadi negara tempat habitat devil carb ini hidup.
Sebagai bahan edukasi, penting bagimu mengetahui spesies kepiting berbahaya lainnya selain devil crab yang juga ditemukan di perairan Indonesia agar kejadian tersebut tidak terulang. Berikut beberapa jenis kepiting beracun yang juga ditemukan di Indonesia
1. Kepiting Xanthid
Kepiting berukuran kecil hingga sedang ini memiliki beragam warna seperti kuning cerah, jingga, dan hitam. Mereka biasanya memiliki cakar yang kuat, karapas yang berbentuk persegi dengan tekstur cangkang yang kasar.
Hidup di pesisir dan hutan bakau beberapa daerah seperti Indonesia, Australia, Jepang, Taiwan dan Filipina.
Meskipun tidak agresif, kepiting jenis ini memiliki racun yang berfungsi sebagai bentuk perlindungan diri terhadap musuh.
2. Kepiting Mosaik
Kepiting jenis ini juga termasuk dalam kategori kepiting beracun. Tersebar di berbagai wilayah seperti Jepang, Fiji, Samoa, Australia, Singapura dan Semenanjung Malaya (termasuk Indonesia).
Kepiting dengan corak merah mosaik ini memiliki racun yang kuat meski sudah dimasak, kepiting ini sebaiknya tidak dikonsumsi kembali.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang