Konvoi Mobil Wali Kota di Filipina Diserang Pelontar Granat RPG, 3 Orang Tewas
Sekelompok pria bersenjata berat menyergap konvoi Wali Kota Shariff Aguak, Maguindanao del Sur, Filipina, Akmad Ampatuan, pada Minggu pagi, 25 Januari.
Melansir Xinhua, Senin, polisi mengatakan penyergapan terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 06.00, ketika wali kota kota Shariff Aguak sedang bepergian dengan kendaraan anti pelurunya dengan pengawalan.
Menurut penyelidik, para tersangka berada di dalam sebuah minivan putih ketika mereka melepaskan tembakan dan melemparkan granat berpeluncur roket (rocket-propelled grenade/RPG) ke arah konvoi wali kota di sudut Jalan Maguindanao, Barangay Mother Poblacion.
Kendaraan pengawal walikota juga dihujani peluru selama serangan itu, tambah polisi.
Dalam laporan GMA Regional TV, rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan dua tersangka bersenjata keluar dari sebuah van kecil.
Salah satu dari mereka terlihat membawa senjata RPG dan melepaskannya ke arah kendaraan jenis SUV yang ditumpangi wali kota.
Konvoi Wali Kota Diserang RPG
Rekaman tersebut menunjukkan granat menghantam kendaraan dan menimbulkan kepulan asap. Meski mengalami kerusakan, SUV walikota masih mampu melaju. Kendaraan tersebut kemudian berhenti di tengah jalan, disusul dengan terdengarnya beberapa kali tembakan di udara.
Mobil pengawal wali kota yang dipimpin oleh PFC Manuel Arcega Dondiego langsung membalas tembakan. Dalam situasi tersebut, para tersangka berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.
Pihak berwenang melancarkan operasi pengejaran yang menghasilkan baku tembak singkat, yang mengakibatkan kematian tiga orang tersangka. Senjata api berkekuatan tinggi ditemukan dari minivan tersebut, kata polisi.
Sementara Wali Kota Akmad Ampatuan dilaporkan tidak mengalami luka. Namun, PFC Manuel Arcega Dondiego dan satu orang lainnya mengalami luka akibat baku tembak yang terjadi.
"Ada kendaraan pengawal yang membawa personel keamanan wali kota. Personel keamanannya membalas tembakan tersangka. Tetapi dua personel keamanannya terluka, menderita luka di sisi kiri perut mereka," kata juru bicara Kepolisian Daerah Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (PRO-BARMM) P/Capt. Steffi Salanguit.
Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki motif di balik serangan bersenjata tersebut. GMA juga tengah berupaya menghubungi wali kota untuk meminta tanggapan terkait insiden ini, yang disebut sebagai upaya pembunuhan ketiga terhadap dirinya.
Aparat menemukan sebuah minivan di Sitio 24, Datu Unsay, yang diduga digunakan para tersangka untuk melarikan diri dari Shariff Aguak usai kejadian.
Pasca-insiden tersebut, aparat penegak hukum meningkatkan status siaga di wilayah terkait guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.