BMKG Juanda: 38 Kabupaten/Kota di Jatim Waspada Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari 2026

cuaca ekstrem, BMKG Juanda, BMKG Juanda: 38 Kabupaten/Kota di Jatim Waspada Cuaca Ekstrem hingga 10 Februari 2026

 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Februari 2026.

Kondisi cuaca ekstrem ini dinilai berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, mulai dari hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Imbauan tersebut disampaikan seiring hasil pemantauan BMKG Juanda yang menunjukkan hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur masuk dalam kategori waspada.

Situasi ini perlu menjadi perhatian serius mengingat aktivitas masyarakat masih tinggi, baik di sektor transportasi, pendidikan, maupun ekonomi.

Wilayah mana saja yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem?

Dikutip dari Instragram @infobmkgjuanda, BMKG mencatat potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Timur.

Daerah yang masuk kategori waspada meliputi Kabupaten Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Selain itu, sejumlah wilayah perkotaan juga masuk dalam pemetaan waspada, antara lain Kota Surabaya, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, dan Kota Batu. 

Mengapa cuaca ekstrem diprakirakan meningkat?

BMKG Juanda menjelaskan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, bahkan sebagian wilayah masih berada pada puncak musim hujan.

Dalam kurun sepuluh hari ke depan, diprakirakan akan terjadi peningkatan intensitas cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia.

Selain itu, terdapat gangguan gelombang atmosfer yang melintasi Jawa Timur, seperti gelombang frekuensi rendah, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin. Kombinasi faktor tersebut berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Faktor lain yang turut memperkuat potensi cuaca ekstrem adalah suhu muka laut di perairan Selat Madura yang masih cukup signifikan.

Kondisi tersebut, ditambah atmosfer lokal yang labil, mendukung pembentukan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.

Bagaimana langkah antisipasi yang disarankan BMKG?

BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini dan peringatan dini yang dikeluarkan secara resmi.

Informasi tersebut dapat diakses melalui citra radar cuaca WOFI, peringatan dini tiga harian, serta peringatan dini dua hingga tiga jam ke depan.

BMKG juga menyediakan layanan informasi cuaca selama 24 jam melalui laman resmi BMKG Juanda dan kanal media sosial @infobmkgjuanda. 

Melalui kewaspadaan bersama dan kesiapan sejak dini, dampak cuaca ekstrem di Jawa Timur pada awal Februari 2026 diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat tetap terjaga.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang