Ikuti Jejak Emas, Harga Perak Cetak Rekor Sepanjang Sejarah! Segini Harganya

Harga Perak
Harga Perak

Perak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all high time/ATH) sekaligus untuk pertama kali melampaui harga US$77. Lonjakan pesar harga perak menyusul kenaikan harga emas yang baru-baru ini menembus level psikologis US$4.500 per ons. 

Harga perak spot melesat 7 persen ke level US$77,12 atau sekitar Rp 1,29 juta (estimasi kurs Rp 16.670 per dolar AS) per ons pada Jumat, 26 Desember 2025. Selama tahun 2025, perak telah membukukan kenaikan sebesar 167 persen secara year to date (ytd). 

Kinclongnya harga emas dan perak didorong oleh defisit pasokan global serta statusnya sebagai mineral kritis di Amerika Serikat (AS). Di samping itu, ekspektasi penurunan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed) dan ketegangan geopolitik menyebabkan tingginya permintaan terhadap aset safe haven.

Harga emas spot naik 1,1 persen menjadi US$4.529,8 per ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di US$4.533,14 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turut menguat 1,3 persen ke US$4.559 per ons.

Ilustrasi Emas dan Perak

Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed masih menjadi pendorong utama volatilitas harga logam mulia. Ia menambahkan adanya kemungkinan investor melakukan ambil untung jelang pergantian tahun baru. 

“Ekspektasi pelonggaran lanjutan The Fed pada 2026, dolar AS yang melemah, serta meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong volatilitas di pasar yang relatif tipis. Meski ada risiko aksi ambil untung jelang akhir tahun, tren kenaikan masih sangat kuat,” ujar Grant, dikutip dari CNBC Internasional pada Minggu, 28 Desember 2025.

Dari sisi geopolitik, ketegangan global kembali meningkat setelah Amerika Serikat melakukan serangan udara terhadap militan ISIS di Nigeria barat laut, sebagaimana disampaikan Trump pada Kamis waktu setempat. Situasi ini semakin memperkuat permintaan aset safe haven.

Grant memprediksi potensi kenaikan harga perak belum berakhir. Menurutnya, harga perak akan terkerek seiring meningkatnya harga emas.

“Level US$77 per ons dan bahkan US$80 untuk perak sangat mungkin tercapai sebelum akhir tahun. Untuk emas, target berikutnya berada di US$4.686,81, dengan peluang menembus US$5.000 pada paruh pertama tahun depan,” tambahnya.

Saat ini, emas berada di jalur kenaikan tahunan terkuat sejak 1979. Pelonggaran kebijakan The Fed, pembelian besar-besaran bank sentral, arus masuk ETF, serta tren de-dolarisasi global menjadi sentimen positif bagi emas.

Namun di sisi permintaan fisik, reli harga mulai menekan minat beli ritel. Diskon emas di India melebar ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan, sementara diskon di China justru menyempit tajam dari posisi tertinggi lima tahun pekan lalu.

Tidak hanya emas dan perak, reli juga menjalar ke logam mulia lain. Harga platinum melonjak 8,7 persen ke US$2.411,46 per ons, setelah mencetak rekor di US$2.448,25 per ons. Sementara itu, palladium naik hampir 10 persen ke US$1.850,76 per ons.