Alasan Franco Mastantuono Kena Kartu Merah saat Real Madrid Kalah dari Getafe
Kekalahan Real Madrid dari Getafe dalam lanjutan Liga Spanyol (LaLiga) 2025-2026 menyisakan kabar buruk bagi tuan rumah.
Bermain di Stadion Bernabeu, Senin (2/3/2026) waktu setempat atau Selasa (3/3/2026) dini hari WIB, Real Madrid harus mengakui keunggulan Getafe, 0-1.
Selain kehilangan poin penting, pemain Real Madrid Franco Mastantuono dipastikan bakal absen dalam beberapa laga mendatang setelah menerima kartu merah langsung akibat melakukan protes keras kepada wasit.
Melansir dari Football Espana, ketegangan memuncak saat para pemainReal Madrid mulai frustrasi dengan taktik mengulur waktu yang diperagakan tim tamu di menit-menit akhir babak tambahan.
Dalam situasi tersebut, Franco Mastantuono terus-menerus melontarkan keluhan kepada wasit Alejandro Muniz setelah sebuah tendangan bebas diberikan kepada tim lawan.
Akibat tindakan emosional tersebut, wasit langsung menghentikan laga dan mengusir pemain muda Argentina itu dari lapangan.
Berdasarkan laporan pertandingan yang dirilis oleh Diario AS, terungkap alasan spesifik mengapa Alejandro Muniz memberikan kartu merah langsung kepada pemain bernomor punggung 30 tersebut.
Laporan resmi tersebut mencatat kata-kata yang diteriakkan sang pemain di menit ke-90.
Dalam dokumen tersebut, wasit menuliskan: "Berbicara kepada saya, meneriakkan kata-kata berikut sebanyak dua kali: “Sungguh memalukan, sungguh memalukan sekali.”" dikutip dari Football Espana.
Sesuai dengan Kode Disiplin RFEF, tindakan tersebut dikategorikan sebagai sikap tidak hormat kepada perangkat pertandingan.
Regulasi menyatakan bahwa 'Mengucapkan kata-kata atau menunjukkan sikap tidak hormat atau meremehkan kepada wasit, asalkan tidak termasuk pelanggaran paling serius, akan dikenai sanksi larangan dua hingga tiga pertandingan'.
Kekecewaan Alvaro Arbeloa
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, juga tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas tindakan sang pemain muda.
Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Alvaro Arbeloa (kanan) dan pelatih Levante asal Portugal, Luis Castro (kiri) terlihat saat pertandingan sepak bola Liga Spanyol antara Real Madrid CF dan Levante UD di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 17 Januari 2026.
Meski ia berusaha membela performa tim secara keseluruhan, ia memberikan teguran keras kepada perilaku anak asuhnya yang dinilai kurang tenang dalam menghadapi tekanan.
"Ini tidak dapat diterima. Kejadian Mastantuono tidak boleh terjadi lagi," ujar Alvaro Arbeloa dalam sesi konferensi pers usai laga.
"Kartu kuning Huijsen dan Carreras adalah bagian dari permainan. Tapi kami akan kehilangan tiga pemain yang sangat penting (jelang lawan Celta) Vigo.”
Terkait jalannya pertandingan, Arbeloa merasa Real Madrid sebenarnya tampil lebih dominan meskipun gagal mencetak gol.
"Kami memiliki peluang yang lebih jelas daripada Getafe. Kami memiliki peluang Vinicius, peluang Rudiger, peluang Rodrygo," tegas Arbeloa.
"Kami tahu jenis permainan yang akan kami mainkan. Tidak ada yang terjadi yang tidak kami duga, dan begitulah cara saya melihat pertandingan ini."
Persaingan Gelar Juara di LaLiga
Hasil minor ini membuat selisih poin Real Madrid dengan Barcelona di puncak klasemen LaLiga masih tertahan di angka empat poin.
Meski menghadapi kritik tajam, Arbeloa menegaskan bahwa perburuan gelar juara Liga Spanyol 2025-2026 belum berakhir bagi timnya.
"Tidak, sekarang kami tidak punya tujuan lain selain memenangkan 36 poin yang masih diperebutkan. Ini Real Madrid dan tidak ada yang menyerah di sini. Ini adalah selisih yang menurut kami bisa kami kejar,” kata Arbeloa.
“Mengatakan bahwa 'tidak mungkin bagi kami untuk bermain bagus', itu sama saja menaruh kata-kata di mulut saya yang tidak saya ucapkan. Memang benar kami memiliki peluang untuk mencetak gol; juga benar bahwa kami bisa bermain lebih baik."
"Saya tidak bisa menyalahkan para pemain saya atas usaha mereka. Tanggung jawab untuk meningkatkan permainan kami ada pada saya. Jika ada yang bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu adalah saya,” pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang