Istana: Bismillah, Hari Ini IHSG Naik
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat usai sempat babak belur beberapa waktu lalu.
"Bismillah hari ini bisa naik, bismillah ya bismillah. Hari ini bismillah, kita harus optimis lah kita harus yakin," kata Prasetyo kepada wartawan di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2 Februari 2026.
Prasetyo menuturkan, anjloknya IHSG beberapa waktu lalu menjadi momentum untuk memperbaiki pasar bursa, termasuk memperbaiki regulasi.
"Kita harapkan dengan kejadian kemarin menjadi momentum untuk kita memperbaiki pasar bursa kita ya, regulasi-regulasi kita perbaiki, beberapa hal sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden kemudian diambil keputusan untuk kita mereformasi diri, memperbaiki diri supaya pasar bursa kita menjadi lebih terbuka, lebih transparan, kredibel dengan harapan ini akan memiliki kelas setara dengan pasar-pasar bursa luar negeri," tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, IHSG dibuka melemah 23 poin atau 0,28 persen di level 8.306 pada pembukaan perdagangan Senin, 2 Februari 2026.
Head of Retail Research PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.
"IHSG masih rentan untuk koreksi sepanjang belum break di atas 8.420," kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 30 Januari 2026.
Bursa saham Asia Sebagian besar berada di zona merah pada perdagangan Jumat pekan lalu, seiring pelaku pasar mencerna sikap Presiden AS, Donald Trump, yang mendukung kesepakatan bipartisan untuk mencegah penutupan pemerintahan (government shutdown) serta pernyataannya bahwa ia telah menentukan kandidat untuk memimpin The Fed.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,10 persen, sedangkan Topix naik 0,59 persen. Di sisi lain, data inflasi inti konsumen Tokyo naik 2,0 persen pada periode Januari dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka tersebut melambat dari bulan lalu, namun sejalan dengan target Bank of Japan, sehingga meredakan tekanan terhadap bank sentral untuk segera mengetatkan kebijakan.
Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,06 persen, sedangkan Kosdaq melemah 1,29 persen. Sementara itu, Hang Seng Index Hong Kong menurun 2,08 persen, S&P/ASX 200 Australia turun 0,65 persen, dan Taiex Taiwan melemah 1,45 persen.