IHSG Menguat Sepanjang Hari, Intip 3 Saham Pertambangan Dominasi Top Gainers
Nilai transaksi di pasar reguler masih cukup besar, yakni 35,12 triliun. Dengan frekuensi transaksi sebanyak 4,5 juta.
Mayoritas sektor saham tergerus dipimpin penurunan sektor transportasi sebesar 1,83 persen. Sektor konsumen non-siklikal melemah 0,93 persen, sektor teknologi menyusut 0,56 persen, sektor sektor keuangan menurun 0,24 persen, sektor properti turun 0,22 persen dan sektor kesehatan tergelincir 0,05 persen.
Sebaliknya, sektor industri membukukan lonjakan tertinggi sebesar 2,40 persen. Hasil positif turut dicatatkan sektor bahan baku sebesar 1,11 persen, sektor konsumer siklikal naik 1,18 persen, sektor energi meningkat 0,51 persen dan sektor infrastruktur melambung 0,16 persen.
Ilustrasi pergerakan IHSG.
Tim Analis Phintraco Sekuritas melaporkan IHSG kembali mencatat rekor tertinggi intraday dengan menembus level 8.970. Secara teknikal, histogram positif MACD berlanjut menguat namun momentum beli mulai melemah dan Stochastic RSI berada di area overbought.
Risiko ketidakpastian geopolitik kembali meningkat akibat ancaman Presiden Trump untuk mengakuisisi Greenland.
"Perlu diwaspadai potensi terjadinya aksi profit taking, terutama jika ketegangan geopolitik global berbalik memanas," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikurip dari riset harian pada Rabu, 7 Januari 2026.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas melaporkan tiga emiten saham yang membukukan lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan alias LQ45 hingga penutupan perdagangan hari ini antara lain:
PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
Saham INCO melesat 12,44 persen atau 700 poin dan ditutup pada level 6.325.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Saham ANTM melonjak sebesar 11,59 persen atau 400 poin menjadi 3.850.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)
Saham ADRO meningkat 7,77 persen atau 145 poin hingga menembus area 2.010.