Harga Pertamax Rp 16.250, Berapa Isi Full Tank Stargazer dan Ertiga?
PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi per Juni 2026. Kali ini, kenaikan harga Pertamax terbilang cukup signifikan dan langsung berdampak pada pengeluaran para pemilik mobil.
Tercatat, BBM dengan Research Octane Number (RON) 92 ini melonjak Rp 3.950 per liter. Dari yang sebelumnya Rp 12.300, kini menjadi Rp 16.250 per liter, atau naik sekitar 32,1 persen.
Lonjakan ini tentu langsung mengerek biaya operasional kendaraan harian, khususnya di segmen Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) yang menjadi pasar paling gemuk di Indonesia.
STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X dilengkapi dengan teknologi Hyundai Bluelink, khususnya fitur Stolen Vehicle yang dapat membantu pemilik memantau kendaraan dan mengakses fitur keamanan dari jarak jauh.
Dua model andalan keluarga, yakni Hyundai Stargazer dan Suzuki Ertiga, bisa menjadi contoh nyata bagaimana skema kenaikan ini menguras kantong konsumen.
Hitungan Full Tank Hyundai Stargazer
Bagi pemilik Hyundai Stargazer, LMPV asal Korea Selatan ini memiliki kapasitas tangki bahan bakar sebesar 40 liter. Dengan harga baru Pertamax, pemilik Stargazer kini harus menyiapkan dana sebesar Rp 650.000 untuk sekali pengisian penuh (full tank) dari kondisi kosong.
Sebagai perbandingan, pada Maret 2026 saat harga Pertamax masih Rp 12.300 per liter, pengisian full tank Stargazer hanya menghabiskan Rp 492.000. Artinya, ada tambahan pengeluaran sebesar Rp 158.000 setiap kali konsumen mampir ke SPBU.
Pengalaman pengguna Suzuki Ertiga GX 2016.
Hitungan Full Tank Suzuki Ertiga
Sementara untuk Suzuki Ertiga yang mengusung kapasitas tangki sedikit lebih besar, yakni 45 liter, biaya yang harus dirogoh kini mencapai Rp 731.250 untuk sekali pengisian penuh.
Padahal sebelumnya, dengan harga lama, pengisian full tank Ertiga hanya menghabiskan Rp 555.750. Dengan demikian, ada selisih kenaikan mencapai Rp 175.500 dalam sekali pengisian.
Suzuki Ertiga GL Matic 2024.
Dampak ke Pengeluaran Bulanan
Secara akumulasi, tambahan biaya berkisar Rp 155.000 hingga Rp 175.000 untuk sekali isi penuh ini tentu sangat terasa untuk pemakaian harian (daily driven). Bagi pengguna mobil harian, pembengkakan pengeluaran bulanan bisa mencapai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah, tergantung dari frekuensi pemakaian.
Masyarakat kelas menengah dinilai akan sangat terdampak. Sebab, kelompok ini tidak memenuhi syarat atau dilarang menggunakan BBM bersubsidi seperti Pertalite. Sementara, harga BBM non-subsidi kian melambung tinggi dan menambah pengeluaran bulanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang