Harga Token Listrik per 1 Februari 2026 di Jateng, Ini kWh yang Didapat Saat Beli Rp 50.000

Jawa Tengah, token listrik, Harga Token Listrik per 1 Februari 2026 di Jateng, Ini kWh yang Didapat Saat Beli Rp 50.000, Tarif listrik pelanggan rumah tangga, Tarif listrik pelanggan bisnis, Tarif listrik pelanggan industri, Tarif listrik keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalanan umum, Tarif listrik keperluan pelayanan sosial, Tarif listrik subsidi pelanggan rumah tangga, 1. Rumah tangga daya 900 VA, 2. Rumah tangga daya 1.300 VA, 3. Rumah tangga daya 2.200 VA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan harga token dan tarif listrik untuk periode Februari 2026.

Dalam ketetapan tersebut, tarif listrik bagi pelanggan prabayar (token) maupun pascabayar dipastikan tidak mengalami perubahan pada Triwulan I 2026, atau Januari sampai Maret.

Sehingga tarif listrik yang berlaku per 1 Februari 2026 masih sama seperti periode sebelumnya, termasuk untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah.

Kebijakan ini membuat tarif listrik per kilowatt hour (kWh) tetap berlaku untuk seluruh golongan pelanggan, baik bersubsidi maupun nonsubsidi.

Penetapan tarif tersebut mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero).

Rincian harga token listrik per 1 Februari 2026

Dilansir dari , Sabtu, harga token listrik per 1 Februari 2026 tidak berubah dari periode sebelumnya.

Pelanggan PLN dapat membeli token listrik dengan nominal beragam, mulai dari Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, hingga Rp 1 juta.

Token listrik yang didapat tidak dihitung berdasarkan nilai rupiah, melainkan dikonversi menjadi satuan energi listrik (kWh) sesuai tarif yang berlaku.

Jumlah kWh yang diterima pelanggan PLN pun bisa berbeda-beda, tergantung pada golongan tarif, jenis penggunaan (rumah tangga, bisnis, atau industri), serta daya volt ampere (VA) yang dimiliki pelanggan.

Dalam penghitungan token listrik, pelanggan juga dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) dengan besaran berbeda di tiap daerah, umumnya berkisar 3–10 persen.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Ahmad Amirul Syarif, menjelaskan bahwa ketentuan PPJ berlaku bagi pelanggan subsidi maupun nonsubsidi.

“Saat ini PPN sudah tidak dikenakan untuk pembelian token listrik, namun pelanggan tetap dikenakan PPJ,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (13/8/2025).

Dilansir dari laman resmi PLN, berikut ini rincian lengkap tarif listrik PLN yang berlaku per 1 Februari 2026:

Tarif listrik pelanggan rumah tangga

  • Golongan R-1/TR kecil daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-1/TR kecil daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan R-2/TR menengah daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan R-3/TR,TM besar daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh.

Tarif listrik pelanggan bisnis

  • Golongan B-2/TR kecil daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.444,70 per kWh
  • Golongan B-3/TM,TT menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh.

Tarif listrik pelanggan industri

  • Golongan I-3/TM daya di atas 200 kVA: Rp 1.114,74 per kWh
  • Golongan I-4/TT daya di atas 30.000 kVA: Rp 996,74 per kWh.

Tarif listrik keperluan fasilitas pemerintah dan penerangan jalanan umum

  • Golongan P-1/TR daya 6.600 VA-200 kVA: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan P-2/TM tegangan menengah daya di atas 200 kVA: Rp 1.522,88 per kWh
  • Golongan P-3/TR untuk penerangan jalan umum: Rp 1.699,53 per kWh
  • Golongan L/TR, TM, TT daya pada berbagai tegangan: Rp 1.644,52 per kWh.

Tarif listrik keperluan pelayanan sosial

  • Golongan S-1/TR daya 450 VA: Rp 325 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 900 VA: Rp 455 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 1.300 VA: Rp 708 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 2.200 VA: Rp 760 per kWh
  • Golongan S-1/TR daya 3.500 VA-200 kVA: Rp 900 per kWh
  • Golongan S-2/TM daya lebih dari 200 kVA: Rp 925 per kWh.

Tarif listrik subsidi pelanggan rumah tangga

  • Golongan R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
  • Golongan R-1/TR daya 900 VA: Rp 605 per kWh.

Beli token Rp 50.000 dapat berapa kWh?

Rumus kWh yang didapat dalam pembelian token adalah:

  • (Nominal pembelian token − PPJ) ÷ tarif listrik per kWh

Sebagai ilustrasi, berikut contoh penghitungan untuk pelanggan rumah tangga nonsubsidi di wilayah Semarang dengan PPJ sebesar 9 persen.

1. Rumah tangga daya 900 VA

  • Pelanggan membeli token listrik sebesar Rp 50.000.
  • Nominal token: Rp 50.000
  • PPJ 9 persen: Rp 4.500
  • Tarif listrik: Rp 1.352 per kWh
  • Token listrik yang diperoleh adalah: (Rp 50.000 − Rp 4.500) ÷ Rp 1.352 = 33,65 kWh

2. Rumah tangga daya 1.300 VA

  • Pelanggan membeli token listrik sebesar Rp 50.000.
  • Nominal token: Rp 50.000
  • PPJ 9 persen: Rp 4.500
  • Tarif listrik: Rp 1.444,70 per kWh
  • Token yang diperoleh: (Rp 50.000 − Rp 4.500) ÷ Rp 1.444,70 = 31,50 kWh

3. Rumah tangga daya 2.200 VA

Untuk pelanggan dengan daya 2.200 VA, tarif listrik yang berlaku sama dengan 1.300 VA, yakni Rp 1.444,70 per kWh.

  • Nominal token: Rp 50.000
  • PPJ 9 persen: Rp 4.500
  • Tarif listrik: Rp 1.444,70 per kWh
  • Token yang diperoleh: (Rp 50.000 − Rp 4.500) ÷ Rp 1.444,70 = 31,50 kWh

Perlu dicatat, jumlah kWh yang diterima pelanggan dapat berbeda di setiap daerah, karena besaran PPJ ditetapkan oleh pemerintah daerah dan tidak sama di seluruh wilayah Indonesia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang