Beli Token Listrik Rp 100.000 Dapat Berapa kWh pada 17-23 November 2025?

Masyarakat yang akan membeli token listrik Rp 100.000 tentu pernah berpikir tentang jumlah kWh yang akan didapatkan.
Pasalnya, setiap nominal pembelian token listrik tidak menghasilkan besaran kWh yang sama.
Jumlah kWh yang diperoleh dari beli token listrik tergantung sejumlah faktor, seperti tarif daftar listrik prabayar yang berlaku terkini hingga Pajak Penerangan Jalan (PPJ) wilayah.
Daftar Harga Token Listrik 17–23 November 2025
Dilansir dari laman resmi PLN, berikut rincian tarif listrik per kWh untuk pelanggan rumah tangga prabayar pada 17-23 November 2025:
1. Tarif Listrik Prabayar Rumah Tangga Non-subsidi
- R-1/TR daya 900 VA: Rp 1.352 per kWh
- R-1/TR daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-1/TR daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-2/TR daya 3.500–5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh
- R-3/TR daya 6.600 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh
2. Tarif Listrik Prabayar Rumah Tangga Bersubsidi
- R-1/TR daya 450 VA: Rp 415 per kWh
- R-1/TR daya 900 VA bersubsidi: Rp 605 per kWh
- R-1/TR daya 900 VA Rumah Tangga Mampu (RTM): Rp 1.352 per kWh
- R-1/TR daya 1.300–2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh
- R-2/TR daya 3.500 VA ke atas: Rp 1.699,53 per kWh.
Rumus Hitung kWh dari Pembelian Token Listrik
Perolehan kWh dari pembelian token listrik disesuaikan berdasarkan tarif dasar listrik terkini yang berlaku.
Selain itu, nominal token listrik yang dibeli juga akan dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ) daerah sesuai kebijakan pemerintah daerah setempat.
Misalnya, besaran PPJ Jakarta sebagai berikut:
- Daya Sampai 2.200 VA: 2,4 persen
- Daya 3.500-5.500 VA: 3 persen
- Daya 6.600 VA ke atas: 4 persen.
Setelah mengetahui besaran PPJ wilayah, berikut rumus menghitung besaran kWh yang diperoleh dari beli token listrik sebagai berikut:
- (Nominal pembelian token listrik - PPJ daerah) : tarif dasar listrik = kWh yang didapatkan
Beli Token Listrik Rp 100.000 Dapat Berapa kWh?
Berikut gambaran besaran kWh yang diperoleh jika membeli token Rp 100.000 untuk masing-masing golongan pelanggan rumah tangga non-subsidi di Jakarta:
1. Rumah Tangga Daya 900 VA
- (Rp 100.000 - 2,4 persen dari Rp 100.000) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 - Rp 2.400) : Rp 1.352 = kWh yang didapatkan
- Rp 97.600 : Rp 1.352 = 72,18 kWh.
2. Rumah Tangga Daya 1.300-2.200 VA
- (Rp 100.000 - 2,4 persen dari Rp 100.000) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 - Rp 2.400) : Rp 1.444,70 = kWh yang didapatkan
- Rp 97.600 : Rp 1.444,70 = 67,55 kWh
3. Rumah Tangga Daya 3.500-5.500 VA
- (Rp 100.000 - 3 persen dari Rp 100.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 - Rp 3.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- Rp 97.000 : Rp 1.699,53 = 57,07 kWh.
4. Rumah Tangga Daya 6.600 VA atau Lebih
- (Rp 100.000 - 4 persen dari Rp 100.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- (Rp 100.000 - Rp 4.000) : Rp 1.699,53 = kWh yang didapatkan
- Rp 96.000 : Rp 1.699,53 = 56,48 kWh.
Demikian informasi mengenai beli token listrik Rp 100.000 dapat berapa kWh pada periode 17-23 November 2025.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.