Guardiola Kecam Israel dan Krisis di Gaza: Dunia Telah Meninggalkan Palestina
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menunjukkan dukungannya terhadap pertandingan persahabatan antara Palestina vs Catalunya yang akan berlangsung minggu ini.
Tercatat, lebih dari 27.000 tiket telah terjual untuk pertandingan Catalunya vs Palestina yang akan digelar di Estadi Olimpic Lluis Companys, Selasa (18/11/2025) ini.
Pertandingan ekshibisi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai genosida yang terjadi di provinsi Gaza, Palestina, yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Israel.
Pada Sabtu silam, Palestina telah bertanding melawan Basque Country di San Mames. Kala itu, lebih dari 50.000 penonton hadir untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap Palestina.
Pertandingan Catalunya vs Palestina ikut mengundang perhatian pelatih Man City, Pep Guardiola. Ia berbicara di radio Catalunya RAC1 untuk membahas laga ini.
"Ini adalah pertandingan yang lebih dari sekedar simbolis. Saat ini, semua orang sudah mengetahuinya, dan dengan konfrontasi ini, orang-orang Palestina akan melihat bahwa ada bagian dunia yang memikirkan mereka," ujar Guardiola.
Guardiola juga memberikan kritik tajam terhadap respons dunia. Beberapa negara telah mengakui Palestina sebagai negara dan menyerukan penghentian genosida.
Tapi di sisi lain, hanya sedikit yang mengambil langkah nyata terhadap Israel.
"Dunia telah meninggalkan Palestina. Kita tidak melakukan apa-apa. Mereka tidak bersalah karena lahir di sana. Kita semua telah membiarkan seluruh rakyat dihancurkan," ujar Guardiola.
"Saya tidak bisa membayangkan ada orang di dunia ini yang bisa membela pembantaian di Gaza."
"Anak-anak kita bisa berada di sana dan dibunuh hanya karena mereka lahir di sana. Saya sangat sedikit percaya pada para pemimpin. Mereka akan melakukan apa saja untuk tetap berkuasa," tambahnya.
Seperti biasa, legenda Barcelona tersebut juga ditanya tentang kemungkinan kembali ke klub untuk ketiga kalinya.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, memberi isyarat pada laga Liga Champions antara Manchester City dan Inter Milan di Manchester, Inggris, pada 18 September 2024.
Tak Pernah Menolak Kembali ke Barcelona
Dia menolak anggapan bahwa dia menolak Blaugrana, klub yang telah membesarkan nama Guardiola, baik sebagai pemain maupun pelatih.
"Saya tidak menolak Barca. Hidup ini terdiri dari tahap-tahap, dan saya yakin ada pelatih muda sekarang yang memiliki antusiasme yang sama seperti yang saya miliki saat itu," jelasnya.
Wawancara ini terjadi sebelum Victor Font meluncurkan kampanyenya untuk menjadi presiden Barcelona tahun depan, menantang Joan Laporta.
Guardiola tak mau banyak membahas tentang pemilihan Presiden Barcelona tersebut.
"Itulah mengapa Barca adalah klub terbesar di dunia. Barca adalah klub yang hidup; semua orang memiliki pendapat. Semua orang ingin menjadi presidennya, bermain untuknya, dan melatihnya," tutup Guardiola.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.